Alhamdulillah...ayahanda dari sahabat Nurman Soldier telah mendapat 
hidayahNYA....
  mungkin pula ada gaung bisikan di Qolbu nya pada saat itu yang 
berbunyi.."TEGA KAH KAU MEMBERI MAKAN ANAK ISTERIMU DARI UANG HARAM/HASIL 
KORUPSI...?".
  dan ayahanda sahabat Nurman Soldier langsung mengambil sikap.
   
  Seandainya gaung tersebut terngiang ngiang selalu di seluruh karyawan DJPBN 
khususnya ,atau karyawan DEP KEUANGAN /PNS/PEJABAT 2 di INDONESIA 
umumnya....dan mau merubah isi hati yang tidak baik menjadi yang 
baik...alangkah Indahnya Negeri kita....tapi Kapan?..mari para sahabat,..kita 
mulai dari DJPBN dulu dengan KPPN PRIMA ini...lalu juga ke unit2 yang lain...
   
  Salam Perubahan

nurman_soldier <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Kalau mau mengingat-ingat dosa-dosa leluhur kita di masa lalu sungguh
sangat mengerikan. Korupsi, Suap, Pembalakan Liar, BLBI, telah kita
rasakan bersama dampaknya. Kita miskin bersama-sama sebagai bangsa..

Ini pengakuan pribadi saya. Dulu Bapak saya pernah bekerja di Pabrik
pengolahan kayu di Sumatra. Meski penghasilan besar, sungguh sangat
tidak berkah kehidupan kita. Tau penyebabnya?
Ternyata kayu yang diolah adalah hasil illegal loging. Sungguh
kekejaman yang nyata kepada rakyat yang punya HUTAN.

Bapakpun memutuskan untuk keluar. Meskipun pernah khilaf Bapak adalah
sosok teladan bagiku. Setelah keluar dari PT, Bapak pulang ke Jawa. Di
Jawa bapak mengolah tanah sendiri. Sungguh berkah kehidupan kami,
meski kami kelihatan lebih miskin. Bapak selalu menasihati kami untuk
tidak mengulangi kesalahan Beliau. Apalagi ketika tahu anaknya menjadi
PNS di Departemen Keuangan. Bapakpun berpesan, meskipun di lingkungan
kamu mungkin banyak ke"GILA-an janganlah kamu ikut-ikutan gila.

Itu hanya sekelumit contoh dari berjuta-juta kehidupan di Negeri ini.
Rupanya selama ini kita telah tersesat berjama'ah. Korupsi menjadi hal
biasa. Suap menjadi ungkapan terima kasih. Kalau kita mau berpikir,
perbuatan2 tersebut adalah perbuatan yang biadab karena secara tidak
langsung menyunat hak-hak rakyat.

Sudahlah tak perlu menyalahkan siapa-siapa. Yang terpenting kita
berubah sekarang. Yang sudah banyak berbuat dosa bertobatlah. Yang
masih muda-muda seperti kita janganlah mengulangi kesalahan. mari!!!

BERSAMA KITA BISA.



         

 
---------------------------------
Need Mail bonding?
Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo! Answers users.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke