pak Budisan.. saya tidak mengikuti perkembangan TOPIK ini secara menyeluruh.. tapi saya baca tulisan awal yang pak Budi kirimkan "oleh oleh Pak Dirjen dari Australi" mengenai pertanyaan swastanisasi tugas tugas treasury.. saya belum bisa nangkap.. dan tidak juga mempunyai bayangan mengenai hal itu.. saya pernah bicara sama orang pajak.. saya bertanya tentang kemampuan perbankan untuk menyetor biaya telepon, biaya listrik, biaya telpon, rekening pulsa HP dan sebagainya melalui ATM..apakah kedepan ada lagi hal hal lain yang dapat di bayar melalui ATM ? mereka jawab bahwa kedepan ada sedang dipikirkan kemungkinan bisa bayar pajak. PBB dan lain sebagai nya melalui ATM. saya jadi teringat tentang Nomor UNIK yang pada tahun 2004 sempat di sosialisasikan oleh orang orang PAJAK (ketika saya di pontianak).. tapi sampai sekarang tidak terdengar lagi kelanjutan nya. Nomor Unik yang diperkenalkan oleh DJP ini hampir sama dengan SSN nya USA.. *SSN = Sosial Security Number.. Di Amerika sana, setiap penduduk (baik penduduk asli, maupun pendatang yang menetap lebih dari satu tahun.. akan diberikan SSN.. SSN merupakan Nomor unik yang di simpan dalam DATA BASE negara FEDERAL.. semua nomor nomor lain.. akan dikaitkan dengan SSN.. Nomor Rekening di Bank, No. STNK kendaraan, No. Sertifikat Tanah.. No Kartu Kredit, No SIM. No Passport, No Mobil.. dsb pokoknya semua nomor yang dipunyai oleh seseorang akan disambungkan dengan SSN ybs.. sehingga bila seseorang kena tilang.. itu pun akan tercatat di Data Base SSN di negara Federal.. seseorang yang lalai bayar kartu kredit.. akan tercatat di data base SSN.. seseorang yang pernah berbuat kejahatan.. juga akan tercatat di data base SSN. bayangkan seseorang di amerika serikat akan kena black list tidak bisa mengajukan permohonan kredit kepada Bank, atau tidak dapat mengajukan permohonan SIM karena data di database SSN nya menerangkan bahwa dia pernah berbuat jahat.. atau karena dia punya hutang kepada negara.. atau karena dia terlalu sering kena tilang
Saya jadi heran, kenapa nomor UNIK yang semula diperkenalkan oleh DJP, koq tiba tiba hilang dari permukaan bumi.. Mungkin masih sulit di laksanakan di Indonesia.. karena dengan berlaku nya nomor UNIK tsb.. maka asset seseorang akan tercatat di database NU tsb. semua tanah di mana saja.. akan tercatat di database tsb.. semua kekayaan akan tercatat disitu.. semua no rekening akan tercatat disitu.. wah tidak bisa sembunyikan kekayaan lagi.. mungkin yang terakhir ini yang kira kira menjawab pertanyaan tsb . yaitu kalau DJP tidak bisa mengelola database tersebut maka data base tersebut bisa saja dilaksanakan oleh swasta.. Saya kira kalau negara ini ingin cepat teratur dan maju. tentunya Nomor UNIK macam SSN di USA merupakan kebutuhan mutlak di Negara kita demikian pak Budisan.. wassalam Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sekali lagi, saya minta maaf karena pertanyaan inipun tidak dapat saya jawab. Barangkali teman2 kita lainnya (termasuk Pak Dirjen) yang pernah melihat treasury di Australi yang bisa menjawabnya dengan tepat sejauhmana peran pihak swasta dalam pelaksanaan tugas2 treasury di Australi. Namun, sebagaimana pengalaman telah buktikan, privatisasi yang notabene merupakan cara untuk mengatasi masalah inefisiensi birokrasi tersebut (supaya efektif dan tidak berekses negatip) harus kita lakukan secara hati-hati. Salam, budisan Rudi Handoko wrote: Pak Budisan, Saya tertarik dengan swastanisasi (privatisasi) tugas2 treasury. Bagaimana proses ini bisa berlangsung dg mulus, terutama masalah transfer of skills & cost-nya. Trims --------------------------------- Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles. Visit the Yahoo! Auto Green Center. [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Looking for a deal? Find great prices on flights and hotels with Yahoo! FareChase. [Non-text portions of this message have been removed] Yahoo! Groups Links --------------------------------- Bored stiff? Loosen up... Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games. [Non-text portions of this message have been removed]
