mas Oka,
saya yakin ..
se yakin yakin nya.
bahwa seluruh pegawai DJPB, bahkan seluruh DEPKEU
adalah pegawai yang handal..
kenapa demikian ?
Depkeu adalah Departemen Favorite
dulu ada gaji 9x (gaji peg depkeu 9x nya peg departemen lain)..
kemudian ada TKHPKN.. tambahan penerimaan yang bahkan lebih besar dari PGPS..
dan penerimaan TKHPKN tsb tidak ada di dept lain.
kemudian ada lagi daya tarik lain lain ..
NAMA bea cukai, NAMA pajak, sudah merupakan daya tarik tersendiri
wah kalau sudah jadi pegawai di bea cukai, di pajak, sudah tak usah lagi
diragukan masa depan nya..
maka dari itulah, setiap kali ada penerimaan mahasiswa STAN..
pendaftar pun melimpah ruah..
walaupun mereka tau,
bahwa untuk dapat diterima Prodip I & III ,
mereka harus bersaing melalui berbagai test saringan..
baru datang pertama kali aja untuk ambil formulir, sudah di tanya berapa UMUR
anda.
kalau tidak lebih dari kriteria dimaksud, kemudian ditanya lagi apakah anda
diatas rata rata 7.. karena hanya yang diatas rata2 tujuh saja yang boleh
mendaftar.
kemudian di test lagi TPA..
kemudian di test lagi Bahasa Indonesia
di test juga bahasa Indonesia..
dari 100.000 orang yang mendaftar.. hanya 2400 orang yang diterima..
sudah diatas tujuh.. masih di saring lagi..
alhasil.. yang betul betul berhasil melewati seleksi ketat itu
yang tersisa adalah yg umurnya kurang dari sekian tahun
dan nilai nya rata-rata 9,9
(10 hanya untuk ALLAH)..
demikian pula penerimaan peg dari Sarjana.
dilaksanakan seleksi yang ketat pula..
yang berhasil masuk ke Depkeu, hanyalah Sarjana yang telah lulus seleksi yang
amat ketat. Alhasil hanya Sarjana yang paling top saja yang ada di depkeu.
kenapa Depkeu lakukan itu.. ?
apakah Depkeu sengaja melakukan seleksi seperti itu?
apakah memang Depkeu sengaja menjaring SDM yang paling top saja..
Sebetulnya Depkeu tidak berniat seperti itu..
Depkeu hanya membatasi jumlah pendaftar
dengan kriteria yang sangat beragam dan ketat..
tidak semua lulusan SMA .. tidak semua lulusan SARJANA
bisa mendaftar jadi pegawai DEPKEU.. hanya yang rata rata diatas 7 saja.
kalau lulusan dengan rata2 enam saja sudah ikut mendaftar..
betapa repot menseleksi nya..
Depkeu ketiban Untung..
hanya pegawai yang HANDAL saja yang ada di sini..
dan anda anda lah.. yang sekarang ada di sini. adalah yang telah lulus
seleksi.
TAPI apakah memang benar DEPKEU butuh tenaga yang paling TOP se Nusantara ?
apakah memang benar Tugas tugas di Depkeu hanya bisa dikerjakan oleh SDM
Terbaik hasil seleksi se NUSANTARA?
saya rasa tidak ..
memang benar untuk beberapa bidang tertentu.
di perlukan SDM yang paling top di bidang nya tsb..
misalnya untuk mengatasi masalah virus computer..
kita harus mempekerjakan SDM yang paling TOP se Indonesia mengenai anti VIRUS.
mengingat data yang terkumpul di Depkeu, adalah data yang harus dijaga sebaik
baiknya.
tapi tidak semua bidang tugas di Depkeu harus dikerjakan oleh SDM yang paling
TOP
bidang bidang lain, yang menggunakan Computer namun computer yang berfungsi
hanya sebagai Office Automation, yaaah tidak perlu dong.. dikerjakan oleh SDM
TOP.. dengan nilai rata rata 9.9..
Apakah layak
apakah sepatutnya..
apakah tidak terlalu mubazir..
kalau office automation itu yg menggunakan komputer itu
yang kadang kadang komputer itu ada nya ditengah hutan.. didaerah terpencil
dikerjakan oleh SDM yang rata rata 9,9.atau oleh seorang lulusan S3..
CIRI DJPB adalah.. mirip Bank Rakyat Indonesia
mempunyai kantor di hampir setiap kabupaten
di kantor itu ada beberapa komputer..
bukan untuk menciptakan program komputer..
tapi komputer itu digunakan hanya untuk office automation.
mungkin itulah yang mengganggu pemikiran beberapa SDM handal di DJPB.
kita memang perlu beberapa SDM yang pandai membuat program komputer..
tapi tidak semua orang yang kerja di Depkeu harus pintar membuat program
kita memang perlu beberapa SDM yang pandai membuat kebijaksanaan
kita perlu S2.. S3.. kalau perlu yang diatas dari itu..
tapi tidak perlu semua nya S2.. S3 yang kerja di depkeu..
dalam postingan yang baru lewat,
ada seorang menceritakan dia gagal ikut test DIII / DIV
karena tiba tiba di panggil ke kantor untuk membersihkan virus di komputer
kantor.
padahal dia mengaku bhw pengetahuan nya mengenai VIRUS masih sangat minim..
tapi karena ketekunan nya (belajar sendiri) bisa mengatasi masalah virus yang
menghancurkan data di kantor nya. (kppn.. )..
setelah Virus berhasil di tumpas.. tak bisa mendapatkan tiket untuk balik ke
jkt
oleh karena itu, jangan heran..
tanpa di uji.. SDM yang dipekerjakan di KPPN Khusus Aceh.. pasti OKE.
karena semua pegawai yang ada di Ditjen Perbendaharaan adalah SDM yang telah
melewati SELEKSI .. yang menyisakan rata rata 9,9 tsb..
Psycometrik yang dilakukan kemarin
adalah untuk menyaring
disaring agar hanya SDM 9,9 dengan kriteria ttt saja yang akan dipakai.
memilih SDM dengan kriteria ttt diantara yang terbaik..
menyaring diantara yang rata rata 9,9 tersebut.
kenapa disaring lagi..
kalau tidak disaring,
kita sudah punya terlalu banyak SDM dengan nilai rata rata 9,9
untuk mengisi KPPN Percontohan.
okalaksana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Seringkali kita berlari dari satu titik ekstrim ke titik ekstrim
lainnya. Karena kita belum sanggup mencapai titik kesetimbangan.
Psikometrik biasanya digunakan untuk menguji orang yang tak dikenal.
Untuk orang yang sudah kita kenal dekat, sebaiknya kita lebih percaya
dengan pengamatan pribadi dibanding dengan manipulasi angka.
Kalau misalnya Pak Hary nggak lulus test (ini cuman misal, gak
mungkinlah udah Eselon II melamar jadi Eselon III) saya tetap percaya
kalau Pak Hari adalah orang yang punya integritas.
Jangan menguji kalau kita merasa yakin, karena itu hanya menimbulkan
keraguan. KPPN Percontohan Aceh adalah contoh nyata. Tanpa test yang
rumit telah terpilih pegawai-pegawai handal.
Namun demikian, apa jadinya jika semua hal itu diterapkan disemua
propinsi. Tentu saja orang-orang yang punya akses saja yang bisa
mendapatkan kesempatan. Makanya diadakanlah test psikometrik agar
semua orang mendapatkan kesempatan yang sama.
Psikometrik senyatanya diambil agar pemilihan lebih objektif, tidak
hanya didasari pertemanan saja. Test tersebut juga dimaksud untuk
memberi kesempatan kepada pejuang-pejuang tak bernama yang lebih
dikenal NIPnya saja. Pejuang2 yang berada ada di sebuah tempat yang
tak terlalu sering kita dengar barangkali. Kompetisi murni diharap
dapat memunculkan mutiara2 dalam lumpur. Namun kenyataan tak semanis
harapan. Ketika hasil test ternyata berkata lain. Yang kita sangka
mutiara ternyata hanya kaca... (Namun ternyata yang kita sangka kaca,
adalah mutiara).
Kita kecewa dengan kaca yang didapat, padahal kaca itu bisa kita
jadikan etalase untuk memajang mutiara yang sejati.
Kalau hasil test tidak sesuai dengan yang diharapkan. Jadikan
pembelajaran. Kita bisa mengolah data-data itu menjadi informasi untuk
langkah-langkah ke depan. Dari Hasil test tersebut sebenarnya bisa
dilihat peta Human Capital di DJPBN seperti apa. Ini bisa dilakukan ,
kecuali kalau kita ingin mengubur data itu menjadi sejarah kelabu
tentang Human Capital di DJPBN.
Pokoknya maju terus DJPBN, lakukan semua metode yang mungkin untuk
mendapatkan yang terbaik.
Yahoo! Groups Links
---------------------------------
Moody friends. Drama queens. Your life? Nope! - their life, your story.
Play Sims Stories at Yahoo! Games.
[Non-text portions of this message have been removed]