mencermati tema ini, saya jadi teringat pelajaran SD dan SMP, bahasa 
dan sastra indonesia. Waktu itu dikenalkan bahwa banyak pujangga" 
besar yang menuliskan nama samaran di akhir hasil karyanya. Dan, 
hasil karyanyapun sangat-sangat bermutu, bernilai tinggi, seperti 
diakui banyak kritikus sastra. 

Pak Budisan, apa barangkali harapan Ibu Anandy begitu juga ? Yang 
penting, isinya bermutu ! Mau pakai nama asli baik, pakai nama 
samaran monggo..

Apalagi, milis ini menginduk "Yahoo" yang sangat mendunia, jadi 
komentar" kita bisa dibaca oleh seluruh umat manusia, termasuk yang 
dekat kutub selatan. Betul Mas Khobir ?  Kalau postingan kita 
bermutu, orang bisa berkomentar bahwa orang" perbendaharaan ternyata 
sangat intelek dan berkualitas. Kritik pun bisa dilihat dari 
bahasanya, mana yang berkualitas (bisa diukur sikap 'kemenerimaan' 
orang yang dikritik), dan mana yang tidak.

Andai Ibu Anandy berkenan menggomentari postingan ini, tentu kami 
sangat berbahagia. Bisa dibantu untuk merayu beliau, Bapak Budisan ?

Terima kasih,
Salam Perubahan !! 

--- In [email protected], "adekustiman" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya juga setuju, tapi masalahnya tidak semua orang berlapang dada 
> dan gentelman dalam menerima kritik apalagi yang terasa pedas. 
> Seringkali kita apalagi pejabat merasa kebakaran jenggot  
(walaupun 
> gundul )dengan kritikan dan masukan yang teman2 sampaikan. 
> Menyamarkan identitas bagi sebagian orang justu perlu untuk 
> melepaskan ganjalan hatinya....tidak semua teman2 mempunyai nyali 
> yang kuat untuk mengeluarkan isi hatinya, tidak semua teman2 
pintar 
> bersilat lidah ketika diintrogasi..(???) yang dia bisa cuman 
curhat 
> itupun dengan perasaan takut2...
> Lalu kenapa DJPB tidak membuat milis resmi untuk menampung ide2 
> gemilang teman2 kita...? Kalau milisnya resmi teman2 yang nulis 
pasti 
> akan lebih hati2 dan tidak asal bunyi...
> 
> 
> 
> 
> --- In [email protected], 
> "brisikbrisik" <brisikbrisik@> wrote:
> >
> > Terimakasih kepada Pak Budisan yang sudah memberikan informasi
> > himbauan dari Bu Anandi.
> > Saya yang suka brisik ini pak, jd pengen usul(usul si Hitam, 
katanya
> > sih:))boleh tidak saya punya permohonan agar Bu Anandi bersedia 
ikut
> > aktif di milis ini, tujuannya supaya bahasan tentang kepegawaian 
> bisa
> > mendapat pencerahan langsung dari beliau:).
> > Bayangan saya, kalau semua menggunakan identitas asli kemudian 
ada
> > permasalahan juga ditanggapi pejabat yang membidangi tentu akan 
> lebih
> > akrab dan tidak terjadi salah persepsi, tetapi kalau hanya satu 
> pihak
> > yang terbuka kok kurang "maknyuus..".
> > Demikian tanggapan saya pak, mohon maaf kalau ada salah kata.
> > 
> > 
> > 
> > --- In [email protected], Budi Santoso
> > <budisan_2005@> wrote:
> > >
> > > Dear Milis Perbendaharaan,
> > >    
> > >   Di antara teman2 milis yang aktif menulis dalam milis
> > perbendaharaan, ada yang menggunakan nama jelas dan ada juga yang
> > menggunakan nama samaran.
> > >    
> > >   Bu Anandi selaku Kabag Kepegawaian menghimbau kepada kita 
semua
> > untuk menggunakan nama jelas (si Putih) dan bukan nama samaran 
(si
> > Hitam).  Mereka yang menggunakan atau berlindung di balik nama 
> samaran
> > ([EMAIL PROTECTED]) cenderung melakukan sesuatu hal yang negatip dan tidak 
> secara
> > gentleman mempertanggungjawabkan ucapan dan tulisan2nya.
> > >    
> > >   Mari kita jawab himbauan Kabag Kepegawaian tsb dengan suatu
> > perbuatan dan langkah nyata yang positip.
> > >    
> > >   Menggunakan Nama Jelas (menjadi Putih), Siapa takut???
> > >    
> > >    
> > >   Salam,
> > >    
> > >   budisan
> > > 
> > >        
> > > ---------------------------------
> > > You snooze, you lose. Get messages ASAP with AutoCheck
> > >  in the all-new Yahoo! Mail Beta. 
> > > 
> > > [Non-text portions of this message have been removed]
> > >
> >
>


Kirim email ke