dari Harian Republika..
  semoga bermanfaat
  salam..
   
  Ujub 

Oleh : Dudu Badrusalam 

Ujub adalah sikap kagum dan membanggakan diri sendiri. Merasa suatu 
keberhasilan merupakan hasil ilmunya sendiri. Rasulullah SAW bersabda, ''Ada 
tiga perkara yang membinasakan, yakni hawa nafsu yang diperturutkan, kekikiran 
yang dipatuhi, dan kebanggaan seseorang terhadap dirinya sendiri.'' (HR Ath 
Thabari)
  Ujub membuat seseorang lupa daratan, terjebak dalam riya dan syirik. Allah 
SWT berfirman, ''Maka apabila manusia ditimpa bahaya, ia menyeru Kami, kemudian 
apabila Kami berikan kepadanya nikmat, ia berkata, 'sesungguhnya aku diberi 
nikmat itu hanyalah karena kepintaranku'. Sesungguhnya itu adalah ujian, tetapi 
kebanyakan mereka itu tidak mengetahui.'' (QS Azzumar [39]: 49).
  Pada dasarnya manusia hidup saling membutuhkan satu dengan yang lainnya. 
Tanpa bantuan orang lain kita tidak bisa menikmati hidup di masyarakat umum. 
Pemimpin tanpa bantuan bawahannya tidak mungkin bisa menyelesaikan 
tugas-tugasnya. Orang kaya tidak akan bisa menikmati kemewahan hidup tanpa 
bantuan orang miskin. Begitu juga sebaliknya, bawahan tidak akan maju tanpa 
pemimpin. Orang miskin membutuhkan santunan orang-orang kaya.
  Allah SWT berfirman, ''Qorun berkata 'sesungguhnya aku hanya diberi harta itu 
karena ilmu yang ada padaku'. Dan apakah ia tidak mengetahui bahwasanya Allah 
sungguh telah membinasakan umat-umat sebelumnya yang lebih kuat dari padanya, 
lebih banyak mengumpulkan harta? Dan tidaklah perlu dipertanyakan kepada 
orang-orang yang berdosa itu tentang dosa-dosa mereka.'' (QS Alqasas [28]: 78).
  Di sini jelas, Allah SWT menganjurkan kepada kita untuk memiliki sikap rendah 
hati dan rendah diri di hadapan-Nya. Karena apa yang kita peroleh dan miliki di 
dunia ini, hanyalah semata-mata ujian hidup dalam memegang keteguhan dan 
keyakinan iman dalam hati tentang eksistensi Allah Azza Wa Jalla.
  Sifat ujub bisa dihindari dengan cara berbagi kebahagiaan dengan sesama, 
belajar menghargai pendapat dan pekerjaan orang lain, tidak membeda-bedakan 
derajat dan membiasakan bersikap tawadhuk. Itu semua merupakan wujud syukur 
kita kepada Allah atas apa yang telah diberikan-Nya.
  Sekarang sudah saatnya kita menghilangkan sifat ujub dan mulai menghisab 
semua yang telah kita perbuat dan bangga-banggakan. Jangan sampai dosa-dosa 
kita menutupi keberkahan nikmat yang kita peroleh dan miliki. Semoga dengan 
sikap itu, kita terhindar dari sifat ujub dan menjadikan diri ini lebih peduli 
dan lebih menghargai sesama. 
   
  Mudah-mudahan kita terhindar dari sifat demikian......
  amin..

  
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos? 
 Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke