AYO, JAMAAH!
Perth, 3 of July 2007

"Sing sopo wonge ora gelem jamaah sholat...
Mongko ora oleh pitu likur derajat...."

Jika saja milist perbendaharaan ini bisa diibaratkan masjid, sebagai tempat 
kita bersama-sama bersujud kepada Allah, maka saya akan menamai milist ini 
dengan sebutan masjid "Al-Firbindaharoan". He he he..ngaco banget, nggak sih?

Apakah sebenarnya masjid itu? Mungkin Ana Kusmana atau Mas Okalaksana (Mas Oka, 
salam kenal ya. Tadinya saya pikir orang Bali, Ida Bagus Oka Laksana..) tahu 
persis "wazan( akar kata)-nya" . Sajada yasjidu sajdan wa masjadan fahuwa 
saajidun wa dzaka masjidun isjid latasjid masjadun masjadun misjadun. Masjid 
adalah tempat bersujud. Tempat kita melakukan ibadah "mahdoh" kepada sang 
Khalik, sebagai sarana pengabdian kita kepada Allah swt. 

Jujur saja, kalau saya menulis di milist ini, selalu teringat sekaligus "iri" 
kepada para administrator seperti Aa' Abdul Haq (A...jangan begadang ya, salam 
buat Rica Rahim), Ears Mushroom Hanafi dsb. Mengapa? Karena mereka telah 
me-"waqaf"-kan milist ini, untuk kita pakai bersama. Saya yakin, mereka akan 
mendapatkan "royalti" yang tiada henti, meskipun tidak harus dipatent-kan ke 
Bens Leo.

Sekarang, jamaah di masjid ini makin banyak. Masjid makin ramai. Jamaahnya 
bermacam-macam. Ada yang rajin jamaah, ada yang mu'alaf, ada yang maunya di saf 
depan terus, ada yang masih disela ngobrol, ada yang tidur, ada yang rajin baca 
alqur'an, ada juga penjaga masjid rupanya. Ini satpam, apa "perbot" masjid? 
Pembicara, materi, dan gaya khotbahnya pun berbeda-beda. Ada yang berapi-api, 
ada yang lemah gemulai, ada yang berkobar-kobir...he he he..ada juga yang 
seperti pastor yang telah lulus sekolah teologia.

Banyak juga ternyata jamaah ibu-ibu di masjid "Alfirbindaharoan". Ibu Marlina 
AR, yQt, Astri Ananta Baharudin :), Najla, Amel, Leila, dsb. Biasanya, yang mau 
jamaah ke masjid cuma nenek-nenek peyot yang sudah menopause. Mereka tidak 
dikhawatirkan mengundang birahi. Ternyata di sini tidak. Mereka juga sudah 
tidak mempermasalahkan berada di saf samping atau saf belakang. Di mana saja, 
yang penting bisa jamaah. Tapi saya kurang tahu, ada tidak perempuan yang ingin 
menjadi imam sekaligus khatib di masjid ini?

That's fine. Itulah dinamika. Tidak ada yang statis dalam hidup. Saya cuma 
mengajak kepada para jamaah yang dulu aktif di masjid ini, tetapi sekarang 
tidak pernah jamaah lagi. "Hayya alas sholaah...! (Marilah kita sholat)... 
"Hayya alal falaaah! (Mari menuju kemenangan)...Seperti, Ustadz Al-mukarrom 
Moudy Hermawan...Kemana, Bang? Sibuk cari jurnal yang berkaitan dengan 
risetnya? Belajar? Sakit? Wahyu Musukhal...Lagi balik kampung break semester 
ini...? Akhina Lutfie Akmal Muradief...Kamana, Kang? Sekarang jamaah di masjid 
sebelah ya? Di sana masjidnya lebih bagus, tidak? Jamaahnya lebih banyak, 
tidak? Tempatnya sudah suci dari najis mugholadoh (najis besar) dan najis 
muthowasitoh (najis sedang) atau tidak...Semoga saja sudah ya...Amin..Ha...ie 
hiji dei, Acep Hadinata. Di ditu ta aya VPN nya'...? Semua deh ya.., yang dulu 
rajin jamaah di milist ini, jangan mundur ya...Apalagi "futur", naudzubillah 
dong hai....

Ayo, ayo yang belum pernah sama sekali jamaah, jangan malu-malu pergi ke 
masjid. Jangan khawatir, jamaah di sini orangnya baik-baik, kok. Semua bakal 
diterima, nggak akan dibikin malu. "Eh tahu nggak loe, ngapain tuh orang 
tumben-tumbennya datang ke masjid". Nggak..swear nggak bakal ada yang ngomong 
gitu..percaya deh...

Khan asyik kalau rame masjidnya. Kalau masjid mulai kotor, ayo kita sama-sama 
bersihkan. Saya kemarin ngepel sendirian. Diajak becanda sama Amir. Saya hampir 
terpeleset saking licinnya. Untung ditolong sama Mas Abdul Rahman di Selayar. 
Lecet dikit, sih. Tapi cepet sembuh kok, lagian saya tahan sakit.

Kita sudah punya Imam Agung, Romo Kyai Haji  Drs. Hari Utama Ribawa, MA. Ada 
Pak Kyai Haji Seto Utarko. Kita pilih imamnya beliau-beliau karena yang paling 
fasih bacaannya, yang paling senior, dan paling disukai oleh para jamaahnya. 
Tepat di belakang beliau, ada Pak Budi Santoso, Pak Rinardi, S.E., MSc. (eh, Bu 
Marlina jangan sentuhan sama Pak Budi ya, ntar batal), Pak Zaenal Abidin, Pak 
Maryono toang, Pak Kursus Abusyamil, Mas Irsyad, A' Dedi Cahriadi. dsb. Kita 
sudah tidak terlalu mempermasalahkan qunut dan tidak qunut. Usholi atau tidak. 
Yang penting, mau sholat. Yang penting, mau jamaah. Okey?

Kalau imam salah dan lupa, makmum wajib mengingatkan. Jamaah cowok bisa bilang 
"subhanalloh" (eh, gitu ya, saya juga lupa nih). Jamaah cewek, bisa menepukkan 
tangannya, kalau ingat lebih dahulu. Siapa tahu, imam sewaktu-waktu "kendut" 
atau pingsan, shaf terdepan harus siap menggantikan, tanpa membuat kegaduhan 
bagi para jamaah.

Sekarang, Pak RT bikin pengumuman, masjid nggak boleh pasang "speaker" 
keras-keras setelah pukul 10 malam karena mengganggu ketertiban umum. Ta'mir 
masjid juga melarang orang tidur di bagian dalam masjid dan mengaktifkan HP. Ya 
sutralah kita ikuti saja, apa susahnya sich....

Segini saja dulu ya, saya cuma berpesan: "Wa'tasimuu bihablillaahi jamiiau 
walaa tafarroquu..."
"Dan berpegangteguhlah kalian pada tali agama Allah dan jangan kalian tercerai 
berai..."


Wassalam,
>From Perth with love,

Moch. Abdul Kobir
NIP 060082152


      
____________________________________________________________________________________
 Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with unlimited storage on all 
webmail accounts.
http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke