TO MAS KOBIR............. MAS MO NANYA MAS WAHYU MUSUKHAL UDAH DISANA YA.........(PERTH MAKSUDNYA) MAS WAHYU YANG DARI SEMARANG BUKAN......... KALO IYA SALAM YA MAS.....DARI SAYA SULISTYANTO /NIP 060107213....SEKARANG SAYA DI SIBOLGA......... UNTUK MAS KOBIR..........MAKASIH YACH...WEJANGANNYA BAGUS2 DECH......
WASSALAM..... On 7/3/07, moch kobir <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > AYO, JAMAAH! > Perth, 3 of July 2007 > > "Sing sopo wonge ora gelem jamaah sholat... > Mongko ora oleh pitu likur derajat...." > > Jika saja milist perbendaharaan ini bisa diibaratkan masjid, sebagai > tempat kita bersama-sama bersujud kepada Allah, maka saya akan menamai > milist ini dengan sebutan masjid "Al-Firbindaharoan". He he he..ngaco > banget, nggak sih? > > Apakah sebenarnya masjid itu? Mungkin Ana Kusmana atau Mas Okalaksana (Mas > Oka, salam kenal ya. Tadinya saya pikir orang Bali, Ida Bagus Oka Laksana..) > tahu persis "wazan( akar kata)-nya" . Sajada yasjidu sajdan wa masjadan > fahuwa saajidun wa dzaka masjidun isjid latasjid masjadun masjadun misjadun. > Masjid adalah tempat bersujud. Tempat kita melakukan ibadah "mahdoh" kepada > sang Khalik, sebagai sarana pengabdian kita kepada Allah swt. > > Jujur saja, kalau saya menulis di milist ini, selalu teringat sekaligus > "iri" kepada para administrator seperti Aa' Abdul Haq (A...jangan begadang > ya, salam buat Rica Rahim), Ears Mushroom Hanafi dsb. Mengapa? Karena mereka > telah me-"waqaf"-kan milist ini, untuk kita pakai bersama. Saya yakin, > mereka akan mendapatkan "royalti" yang tiada henti, meskipun tidak harus > dipatent-kan ke Bens Leo. > > Sekarang, jamaah di masjid ini makin banyak. Masjid makin ramai. Jamaahnya > bermacam-macam. Ada yang rajin jamaah, ada yang mu'alaf, ada yang maunya di > saf depan terus, ada yang masih disela ngobrol, ada yang tidur, ada yang > rajin baca alqur'an, ada juga penjaga masjid rupanya. Ini satpam, apa > "perbot" masjid? Pembicara, materi, dan gaya khotbahnya pun berbeda-beda. > Ada yang berapi-api, ada yang lemah gemulai, ada yang berkobar-kobir...he he > he..ada juga yang seperti pastor yang telah lulus sekolah teologia. > > Banyak juga ternyata jamaah ibu-ibu di masjid "Alfirbindaharoan". Ibu > Marlina AR, yQt, Astri Ananta Baharudin :), Najla, Amel, Leila, dsb. > Biasanya, yang mau jamaah ke masjid cuma nenek-nenek peyot yang sudah > menopause. Mereka tidak dikhawatirkan mengundang birahi. Ternyata di sini > tidak. Mereka juga sudah tidak mempermasalahkan berada di saf samping atau > saf belakang. Di mana saja, yang penting bisa jamaah. Tapi saya kurang tahu, > ada tidak perempuan yang ingin menjadi imam sekaligus khatib di masjid ini? > > That's fine. Itulah dinamika. Tidak ada yang statis dalam hidup. Saya cuma > mengajak kepada para jamaah yang dulu aktif di masjid ini, tetapi sekarang > tidak pernah jamaah lagi. "Hayya alas sholaah...! (Marilah kita sholat)... > "Hayya alal falaaah! (Mari menuju kemenangan)...Seperti, Ustadz Al-mukarrom > Moudy Hermawan...Kemana, Bang? Sibuk cari jurnal yang berkaitan dengan > risetnya? Belajar? Sakit? Wahyu Musukhal...Lagi balik kampung break semester > ini...? Akhina Lutfie Akmal Muradief...Kamana, Kang? Sekarang jamaah di > masjid sebelah ya? Di sana masjidnya lebih bagus, tidak? Jamaahnya lebih > banyak, tidak? Tempatnya sudah suci dari najis mugholadoh (najis besar) dan > najis muthowasitoh (najis sedang) atau tidak...Semoga saja sudah > ya...Amin..Ha...ie hiji dei, Acep Hadinata. Di ditu ta aya VPN nya'...? > Semua deh ya.., yang dulu rajin jamaah di milist ini, jangan mundur > ya...Apalagi "futur", naudzubillah dong hai.... > > Ayo, ayo yang belum pernah sama sekali jamaah, jangan malu-malu pergi ke > masjid. Jangan khawatir, jamaah di sini orangnya baik-baik, kok. Semua bakal > diterima, nggak akan dibikin malu. "Eh tahu nggak loe, ngapain tuh orang > tumben-tumbennya datang ke masjid". Nggak..swear nggak bakal ada yang > ngomong gitu..percaya deh... > > Khan asyik kalau rame masjidnya. Kalau masjid mulai kotor, ayo kita > sama-sama bersihkan. Saya kemarin ngepel sendirian. Diajak becanda sama > Amir. Saya hampir terpeleset saking licinnya. Untung ditolong sama Mas Abdul > Rahman di Selayar. Lecet dikit, sih. Tapi cepet sembuh kok, lagian saya > tahan sakit. > > Kita sudah punya Imam Agung, Romo Kyai Haji Drs. Hari Utama Ribawa, MA. > Ada Pak Kyai Haji Seto Utarko. Kita pilih imamnya beliau-beliau karena yang > paling fasih bacaannya, yang paling senior, dan paling disukai oleh para > jamaahnya. Tepat di belakang beliau, ada Pak Budi Santoso, Pak Rinardi, > S.E., MSc. (eh, Bu Marlina jangan sentuhan sama Pak Budi ya, ntar batal), > Pak Zaenal Abidin, Pak Maryono toang, Pak Kursus Abusyamil, Mas Irsyad, A' > Dedi Cahriadi. dsb. Kita sudah tidak terlalu mempermasalahkan qunut dan > tidak qunut. Usholi atau tidak. Yang penting, mau sholat. Yang penting, mau > jamaah. Okey? > > Kalau imam salah dan lupa, makmum wajib mengingatkan. Jamaah cowok bisa > bilang "subhanalloh" (eh, gitu ya, saya juga lupa nih). Jamaah cewek, bisa > menepukkan tangannya, kalau ingat lebih dahulu. Siapa tahu, imam > sewaktu-waktu "kendut" atau pingsan, shaf terdepan harus siap menggantikan, > tanpa membuat kegaduhan bagi para jamaah. > > Sekarang, Pak RT bikin pengumuman, masjid nggak boleh pasang "speaker" > keras-keras setelah pukul 10 malam karena mengganggu ketertiban umum. Ta'mir > masjid juga melarang orang tidur di bagian dalam masjid dan mengaktifkan HP. > Ya sutralah kita ikuti saja, apa susahnya sich.... > > Segini saja dulu ya, saya cuma berpesan: "Wa'tasimuu bihablillaahi jamiiau > walaa tafarroquu..." > "Dan berpegangteguhlah kalian pada tali agama Allah dan jangan kalian > tercerai berai..." > > Wassalam, > From Perth with love, > > Moch. Abdul Kobir > NIP 060082152 > > __________________________________________________________ Yahoo!7 Mail > has just got even bigger and better with unlimited storage on all webmail > accounts. > http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed]
