Ass.Wr.Wb.
Wah...Pak Hari ternyata juga memahami seluk beluk wayang, dari
content, sampai sejarah perwayangan....
kayaknya ini juga perlu diteladani oleh temen-temen milist, karena
kecenderungan sekarang kita lebih tertarik pada Opera dari
barat...tetapi melupakan salah satu budaya yang telah kita klaim
sebagai bagian dari budaya bangsa ini...
Padahal dalam perwayangan, ada berjuta pelajaran yang dapat kita petik
dari masalah sosial hingga yang paling dominan adalah, masalah
politik, semua jenis intrik politik yang mungkin terjadi didunia ini
dengan segala macam kemungkinan derivasinya, telah ada dalam cerita
perwayangan.  Bahkan kekuasaan Pak Harto yang demikian lama, juga
diinspirasi oleh ilmu politik yang beliau peroleh dari hobby beliau
pada cerita perwayangan.
Kalo saya, memang berasal dari lingkungan yang kental dengan budaya
jawa, disebuah desa di Purbalingga, Pak Dhe saya adalah seorang Dalang
yang cukup punya nama, yang memberi hadiah Ndalang pada waktu saya
sunatan dulu ..:)
Waktu saya masih SMP, menonton wayang dapat membius saya untuk
begadang dari malam sampai subuh, terutama kalo pas malam liburan.
Tapi itu sudah lama tidak saya lakukan, maklum...sejak tahun 1991
hingga sekarang selalu berada dinegeri orang...:( sehingga banyak dari
cerita-cerita dalam perwayangan itu yang sudah lupa.

Terima kasih pak Hari

Salam Hormat

Sulistiyono



Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> wah rupanya Lowoijo suka nonton Wayang 
>   paling tidak, suka baca buku Mintarja 
>   yang di zaman tahun 60 an membuat komik 
>   Wayang Purwa, MahaBaratha, Bharata Yudha.. Ramayana.. 
>   yang kesemua nya merupakan rentetan cerita keluarga Bharata.. 
>    
>   Cerita tentang keluarga Bharata memang sangat memukau
>   khususnya bagi para putra putri yang pernah tinggal di tanah jawa.
>    
>   Apakah benar hanya di tanah jawa ?
>    
>   Saya pernah tinggal di dumai selama dua tahun.. 
>   ternyata anak muda di sana (dumai dan sumatera lainnya) 
>   tidak tahu.. siapa itu Sangkuni, 
>   siapa itu Bhisma, Siapa itu Pandita Durna.. 
>   siapa Raden Pandu, siapa itu Widura, siapa Itu Destharata.. 
>   padahal nama2 itu adalah nama2 sesepuh keluarga Bharata.. 
>   itu saja tidak tau, apalagi kalo di tanya siapa itu Dhrestajumena..
>    
>   ya itulah maka saya berani bilang 
>   hanya di pulau jawa saja wayang banyak dikenal orang
>    
>   Kenapa ?
>    
>   karena di Pulau Jawa wayang digunakan sebagai sarana penyebaran agama
>   penyebaran agama Hindu pakai wayang.. 
>   demikian pula konon katanya kelompok wali sanga 
>   juga menggunakan sarana wayang dalam menyebarkan agama islam. 
>    
>   makanya kemudian dalam cerita Bharata 
>   ada dikenal beberapa nama yang bernuansa islam dan jawa 
>   nama Yudistira (nama anak tertua raden pandu adalah nama Hindia) 
>   disesuaikan menjadi nama jawa yaitu Samiaji, 
>   Samiaji mempunyai senjata bernama Kalimusada 
>   (kalimusada sebetulnya berasal dari Kalimat Syahadat).
>    
>   Sunan Kalijaga adalah satu diantara Wali Sanga 
>   yang paling getol menyebarkan agama Islam melalui sarana Wayang 
>   dan karena itulah Agama Islam di Jawa.. 
>   agak berbeda dengan agama Islam di Sumatera
>    
>   Perbedaan tersebut antara lain disebabkan pengaruh hindu dan budha 
>   yang masih kuat di zaman itu.. 
>   dan masuk ke agama Islam, ketika brawijaya V (raja terakhir
Majapahit) 
>   mulai mempelajari ajaran Islam ketika salah satu puteri nya di
kawin oleh Trenggono (Sultan Demak kedua pengganti Raden Patah).
>    
>   Sunan Kalijogo lah yang sangat berpengaruh menentukan aliran Islam
di Jawa. 
>   hal itu terasa ketika dia suruh pindah kerajaan dari Demak
(pesisir) ke Pajang (pedalaman)
>   dimana raja pertama Kesultanan Pajang adalah Joko Tingkir (tak
lain tak bukan adalah anak dari Kebo Kenanga yang konon adalah Murid
Syekh Siti Jenar).
>   Marak nya buku buku tentang Syekh Siti Jenar akhir akhir ini.. 
>   mulai membuka tabir rahasia mengapa Sunan Kalijogo memindahkan
pusat kerajaaan islam ke pedalaman, yang kelak menjadi cikal bakal
pembangunan kerajaan Mataram oleh Panembahan Senopati dimana kesutanan
ini kelak mencapai kejayaan nya pada saat diperintah oleh Sultan Agung
Hanyakrokusumo.
>    
>   demikian dari saya
>   mulai raden pandu.. sampai sultan agung.. 
>   wassalam 
>    
>     
>   
> 
> Lowoijo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Assalamu'alaikum Wr. Wb.
> 
> Kalo menurut wikipedia
> Pandu adalah nama salah satu tokoh dalam wiracarita Mahabharata, ayah
> dari para Pandawa. Nama Pandu berarti pucat, dan kulit beliau memang
> pucat, karena ketika ibuna menelenggarakan upacara putrotpadana untuk
> memperoleh anak, ia berwajah pucat. Pandu merupakan anak kedua dari
> tiga bersaudara, yaitu Destarata yang sebenarnya merupakan pewaris
> dari Kerajaan Hastinapura, tetapi karena buta maka tahta diserahkan
> kepada Pandu dan Widura, yang tidak memiliki ilmu kesaktian apapun
> tetapi memiliki ilmu kebijaksanaan yang luar biasa terutama bidang
> ketatanegaraan.
> 
> Pandu memiliki dua orang istri, yaitu Kunti dan Madrim. Dia pernah
> memanah seorang resi, yang menyamar menjadi kijang untuk bercinta,
> Pandu memanah hingga resi itu tewas. Kedua istri Pandu Dewanata
> mengandung dengan cara meminta kepada Dewa sesembahan mereka
> masing-masing. 
> 
> Kalau menurut saya
> Pandu Hizbul Wathan adalah merujuk pada sosok seorang Jenderal
> Sudirman, seorang Panglima Besar yang menjadi idola saya hingga
> sekarang. Seorang sosok teladan akan semangat Jihad membela Agama,
> bangsa dan negara, kehormatan, kesederhanaan hidup, keikhlasan dalam
> berjuang tanpa pamrih, dlsb.
> Kenapa??? karena Jenderal Sudirman adalah Bapak Pandu Hizbul Wathan,
> yap, beliau sebelum dipaksa keadaan menjadi pejuang/tentara rakyat,
> adalah seorang Pandu (pramuka) Hizbul Wathan (Perguruan Muhammadiyah)
> di Purbalingga, kemudian pindah ke Perguruan Muhammadiyah di Cilacap.
> 
> Karena Itu semoga PANDU HIZBUL WATHAN adalah seorang yang ahli dalam
> bidang ketatanegaraan sekaligus seorang pejuang yang ikhlas dalam
> bekerja tanpa pamrih, sederhana dalam hidup....dlsb..amiin... 
> Tapi ada yang tidak boleh ditiru dari Pandu versi Mahabarata, oleh mas
> Pandu Hizbul Wathon, yaitu BERISTERI DUA (Kunti dan Madrim)....:)
> 
> Oke Mas....
> Saya juga mau ngucapin 
> 
> SELAMAT MENEMPUH HIDUP BARU
> SELAMAT MERAIH SEPARUH LAGI DARI DIEN-MU
> MENJADI KELUARGA YANG SAKINAH, MAWADDAH WARROHMAH
> SEMOGA JADI PASANGAN YANG RUKUN DAN BAHAGIA HINGGA KAKEN-NINEN 
> BAGI TEMEN-TEMEN PENGANTIN TUA ...:)
> MARILAH KITA "MBANGUN NIKAH" LAGI DENGAN ISTERI KITA MASING-MASING 
> KITA HADIRKAN MASA-MASA TERINDAH BAGI PASANGAN HIDUP KITA
> 
> Buat isteriku nun jauh disana....
> Tunggulah ayah pulang...
> Jagalah kedua buah hati kita...
> Pastikan agar dalam hati kalian..
> Selalu hadir perasaan......
> Bahwa ayah menyayangi kalian.. 
> 
> Sulistiyono, SE (Prodip 94)
> NIP. 060082305
> 
> --- In [email protected], Hari Ribowo
> wrote:
> >
> > saya semakin terheran heran.. 
> > rupanya pak Moch Kobir ini 
> > pantasnya di sejajarkan dengan Moch Sobari.. 
> > 
> > kenapa ?
> > 
> > untuk bisa nulis ttg nama seperti dibawah ini, 
> > pastinya pak Kobir ini punya DICTIONARY lengkap.. 
> > bahasa apa pun.. bahasa jawa, bahasa aceh, bahasa arab .. 
> > 
> > waktu saya di milis 16, 
> > ada juga beberapa anggota yang saya kagumi tulisan2 nya.. 
> > diantaranya seseorang yang sedang ikut program S3 di jepang. 
> > mula2 dia pake nick AGE PAMBUDI.. 
> > sekarang initial nya diganti MD.. 
> > 
> > beberapa tulisan nya masih menjadi koleksi saya di folder khusus.. 
> > 
> > Pak Kobir.. 
> > ngomong ngomong udah saya kirim.. 
> > ke alamat ORTU.. 
> > 
> > salam buat teman teman yang lain.
> > dan kalau pak Age baca tulisan ini..
> > mana dong tulisan yang lain.. 
> > 
> > 
> 
> 
> 
> 
> 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
>  
> ---------------------------------
> 8:00? 8:25? 8:40?  Find a flick in no time
>  with theYahoo! Search movie showtime shortcut.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke