salam,
> Adhit, saya mau saja tugas di KPPN Timika, tetapi ada syaratnya. mas khobir kok mengabdi pada negara pake syarat sih..?? bukannya negara sudah menggaji kita untuk ditugaskan kemanapun? >KPPN Timika harus sudah menjadi KPPN Prima. Selain itu, jelas jangka waktu berapa tahun lamanya saya akan bertugas di sana. Serta adanya kepastian bahwa setelah dari KPPN Timika, saya akan dipromosikan di KPPN Kediri, Kanwil Surabaya, atau Kantor Pusat. Bagaimana? Adhit setuju? klo gitu semua orang mau dong, tapi apa ga penuh tuh kanpus dan kppn idola? penugasan ke daerah terpencil emang berat. apalagi yang udah berkeluarga tapi kan itu sudah resiko. sedari awal kita udah tau klo indonesia itu luas. dan udah tau klo emang mutasi tiada henti. bahkan beberapa penulis disini merasakan "sakitnya" sindirian ketika disumpahin waktu di kampus "gue sumpahin loe diperbendaharaan". so.. tidak ada alasan ketika kita ditugaskan kemanapun meminta syarat yang harus dipenuhi republik ini pada kita. karena semua resiko tersebut sudah kita ketahui lebih dahulu. klo ternyata penugasan itu tidak adil, tidak sesuai dengan konstitusi bukankah sudah ada mahkamah konstitusi, ada PTUN, ada organisasi kepegawaian, banyak instrumen deh.. . tapi kenapa kok ga dimanfaatkan?? menurut saya karena kita (baca: saya) sendiri takut mengadukan atasan kita (baca: dirjen, sekdijen, kepegawaian, kakanwil, dkk) pada institusi tersebut kan.. atau ada yang berani mencoba melakukan class action lawan mereka? semoga klo ada yang nanggapi bukan mengarah ke dialog mutasi lagi yaa.. soalnya udah penuh tuh milis sama dialog mutasi, keluhan dipenugasan, yang sedih2... mendingan strategi class action, atau ada yang berani jadi martir??? salam GAWAT
