Buat Om Zainal Abidin (bukan) Domba..., he he he..

Saya bisa memahami kekhawatiran Om Zainal karena kemungkinan itu memang ada. Di 
setiap agama, ada yang berpaham ekstrim, tetapi lebih banyak yang tidak. Selain 
Islam, ada teman kita yang beragama Nasrani, Hindu, dan Budha.

Namun, kok rasanya saya sangat percaya dan yakin, bahwa teman-teman kita yang 
berbeda agama, ambil contoh: Mas Harsono, Adik Godwin Lumban Batu, Bang 
Heryanto Sijabat, Mas Yustinus Kus Suhantoro, Om Yohannes Suryantomo, Mas Seti 
Gautama Adi Nugraha, Adik Eko Sumando Nababan (Nasrani), juga Bli IGMA 
Dharmakarja, Bli Nyoman Purne (Hindu) sama sekali tidak keberatan atas "bahasa" 
yang saya pakai. Malah terasa agak aneh dan kikuk lagi, kalau saya ikut bahasa 
mereka...

Saya yakin, mereka mengerti dan memahami siapa saya, dari tulisan-tulisan saya. 
Mereka sangat menghormati dan menghargai keyakinan saya sebagai pemeluk agama 
Islam, karena saya juga sangat menghormati dan menghargai keyakinan yang mereka 
anut. Saya berharap demikian. Bukan begitu, Pak, Mas, Om, Dik, Bli, Mbok?

Yang harus kita hindari adalah memaksakan suatu agama atau keyakinan kepada 
orang lain, terutama yang sudah beragama. Apalagi dengan kekerasan. Saya paling 
benci kekerasan. Di Australia, sering saya jumpai orang yang menyampaikan 
ajaran agama kepada siapa saja. Bahkan, dari pintu ke pintu. Tapi, tidak 
memaksa. Ya, persis orang jualan gitu. Dibeli syukur, nggak juga nggak apa-apa.

Saya justru sering takut, kalau memakai bahasa "mereka", meskipun saya 
sedikit-sedikit tahu. Belum tentu saya paham, sebagaimana saya memahami agama 
saya sendiri (Islam). Kapan-kapan, kalau boleh, saya ingin posting dalam 
"bahasa" Hindu. Dados napi boten Bli? Buat teman-teman yang muslim, boleh 
tidak? Jadi ruwet apa malah baik? Bingung, to?

Untuk itu, agar berimbang, saya juga mengundang rekan-rekan non-muslim untuk 
juga berperan sebagai "Sang Penabur" di milist ini. Anggaplah ini sebagai media 
"pelayanan untuk Tuhan". "Aku datang untuk melayani", Dia berfirman. Membagi 
ajaran cinta kasih di Gereja Santo Thomas Perbendaharaan . Silakan...

Buat Bli Made, Mbok Ni Luh Putu Kumaladewi, Bli Wayan, Bli Ketut, Mbok Nyoman 
sane wangiang titiyang (yang saya hormati)..durusan medharma (silakan 
beribadah)...ring Pura Perbendaharaan. Sampunang koh ngomong (Jangan sampai 
tidak mau bicara). Sira wuning (siapa tahu), ntar semua bisa "Muksa" (tidak 
terlahir kembali kedunia yang penuh penderitaan karena dharma terbaik telah 
mereka lakukan, pen.).Mudah-mudahan ya...

Demikian penjelasan saya, semoga tidak menimbulkan kesalahpahaman. Terima kasih.


Hormat saya,
Kobir
-----Halo...halo. ...Om Kobir 


namun.....Om Kobir......
mengingat..
menimbang...
memperhatikan. ..
Me....... 
....milis ini sepertinya penghuninya heterogen... ....maka saya khawatir.... 
.kalau menyebut nama masjid...... .nanti yang lain menyebut nama yang sesuai 
dengan "tempat ibadahnya" masing-masing. ......jadi tujuan "Walaa Tafarroqu"nya 
yang diharapkan tidak tercapai.... .

Liburan gak ke kampung noh Om....
Salam

moch kobir <[EMAIL PROTECTED] com.au> wrote:
AYO, JAMAAH!
Perth, 3 of July 2007



Wassalam,
>From Perth with love,

Moch. Abdul Kobir
NIP 060082152

____________ _________ _________ _________ _________ _________ _ Yahoo!7 Mail 
has just got even bigger and better with unlimited storage on all webmail 
accounts.
http://au.docs. yahoo.com/ mail/unlimitedst orage.html

[Non-text portions of this message have been removed]

------------ --------- --------- ---
Park yourself in front of a world of choices in alternative vehicles.
Visit the Yahoo! Auto Green Center.

[Non-text portions of this message have been removed]





      
____________________________________________________________________________________
 Yahoo!7 Mail has just got even bigger and better with unlimited storage on all 
webmail accounts.
http://au.docs.yahoo.com/mail/unlimitedstorage.html




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke