Salut dengan satker tersebut mas, kami juga punya cerita tentang satker 
yang berdedikasi seperti ditempat saudara.
Ditempat kami satker yang terjauh adalah Air Bangis dan Lembah Melintang ( 
8 jam perjalanan darat dengan kendaraan pribadi)yang terdiri dari MAN, MIN 
dan MTsN. Setiap bulan mereka patungan sewa satu mobil untuk ke lubuk 
sikaping untuk rekon n ngajuin GU. Mereka biasanya berangkat jam 2 malam 
dengan menbawa komputer(sebelum mengenal flasdisk) printer, n kertas folio 
untuk jaga2 klo ADK ada yang salah (biar bisa diperbaiki di KPPN klo ada 
yang salah), Sampai dilubuk sikaping biasanya antara jam 9-10 pagi. Tapi 
yang saya salut hampir tiap bulan mereka datang dan sekali jalan katanya 
habis ongkos 1-1,5 juta padahal pagu SPPD mereka cuma 800.000. Banyangin 
dengan pagu KPPN yang berpulpul jut.
Ada satu lagi satker yang didesa terpencil(katro) tapi pikiran kota, 
satker ini sempet ngeluh juga karena hampir tiap rekon ADK g sama n harus 
bolak balik keKPPN(3 jam Perjalanan) biar g kena teguran ato sanksi, 
makanya agak males juga klo rekon, trus saya sarankan kirim ADK dulu pke 
email tapi dikantornya g ada internet, tempat rental jga ga ada, solusinya 
sekarang dia instal opera mini di hp trus kirim ADK pke hp (kreatif jga) 
bru setelah datanya sama dia kirim laporannya.
Mungkin temen2 ada yang mau nyoba??? Ato dah duluan??? monggo ditruskan 
aja yang penting satker puas, rekon beres, LKPP rebes.
Suwun mas

--- In [email protected], "mi_84213" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Hari ini kami Seksi Vera KPPN Pangkalan Bun melakukan rekon dengan
> satker MTSn Sukamara. Dari satker ADK dan Print outnya dikirim dengan
> perantara sopir speed boad. Perlu temen2 ketahui bahwa perjalanan naik
> speed dari Sukamara-Pangkalan Bun ditempuh lewat laut dengan waktu
> tempuh sekitar tiga jam. Alhamdulillah, walaupun kondisi berkasnya
> sudah basah kena air laut dan sedikit robek, ADKnya masih bisa kebaca.
> Setelah di rekon hasilnya klop.
> 
> Hebat! saya salut dengan upaya Satker kecil, terpencil, DIPAnya kecil
> masih bisa rekon dengan selamat, walaupun diantar oleh sopir speed
> boat. Saya nggak mikir lagi apa rekon model seperti dibolehkan apa
> tidak. Yang penting bagi saya mereka mau mengerjakan laporan SAInya
> dengan baik.
> Bagi Satker terpencil keadaan spt ini sering terjadi. Tak jarang yang
> nganter Berkas lap dan ADKnya sopir taksi (angkot).
> 
> 
> Di lain sisi saya sungguh prihatin dengan Satker2 yang ada di kota
> (DK/TP), DIPA nya ratusan juta hingga Milyaran tapi mereka ogah2an
> melakukan rekon.
>


Kirim email ke