Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 


Dear Om Hari dan Miliser semuanya ……


 


Saat ini …. saya merasa kalau membaca milis seperti jadi
hobi, nampaknya komunikasi melalui milis memang seperti tanpa batas hirarki.


 


Membaca penyampaian Om Hari Ribowo yang punya Jawa Tengah
mengenai KPPN Percontohan, barangkali boleh jugalah saya menyampaikan hal
ikhwal mengenai pelaksanaan KPPN Percontohan yang Prima, terserah apakah
sebagai laporan atau sekedar berbagi komentar….


 


Saya sependapat KPPN percontohan harus siap dilaksanakan……
Saya juga sangat sependapat kalau pegawai lama “Telah Membuktikan bahwa KPPN
percontohan dapat dilaksanakan sesuai permintaan (perintah)……”


 


Seharusnya pada masa Uji Coba, KPPN Percontohan dapat dilaksanakan
tanpa penetapan kriteria rekrutmen dan test terlebih dahulu, yang pada
kenyataannya memberikan tekanan secara mental pada existing pegawai KPPN
terutama yang tidak memenuhi kriteria persyaratan pegawai KPPN percontohan…… 
(apakah
ini tidak juga termasuk yang seharusnya dipertimbangkan dan sekaligus merupakan
tugas pembinaan seorang Pimpinan, tentunya juga pada tingkatan diatas seorang 
kepala
KPPN. meskipun bukan atau belum menjadi Pemimpin sekalipun)….. dan kemudian baru
pada tahap selanjutnya dilaksanakan kondisi dan kriteria yang ditetapkan saat
ini.


 


Dengan kata lain “Laksanakan uji coba pelayanan primanya lebih
dahulu, baru kemudian mempersiapkan SDM yang profesional dengan kebijakan 
renumerasi
yang pantas atau sesuai dengan profesionalisme SDM yang ditetapkan”  …. dan 
seterusnya……. dan seterusnya……. apakah
hal ini cukup sulit untuk dilakukan oleh tingkatan pimpinan diatas Kepala KPPN
tersebut……….? 


 


Walaupun yang saya tahu saat ini Pegawai KPPN (terutama KPPN
Bandar Lampung) mampu melaksanakan proses uji coba ini dengan Legowo, kata
esktrimnya, walaupun karena faktor usia ataupun karena dinyatakan tidak lulus
test, mereka tetap mempersiapkan KPPN Percontohan, (hanya  kalau soal sepenuh 
hati saya juga tidak berani
menjamin).


 


Dengan mempersiapkan pelaksanaan uji coba KPPN Percontohan (lepas
dari kata sepenuh hati) yang implementasi rekrutmennya seperti yang
diperintahkan (ditetapkan) oleh atasannya…. dan dengan cara yang dilaksanakan
saat ini, bagi pegawai-pegawai yang notabene dapat dikatakan menyingkirkan diri
mereka sendiri dari posisinya saat ini …. dan entah akan ditempatkan dimana
lagi …. tidak jelas ….. hal ini akan merupakan kehebatan dan butuh kebesaran
hati yang sangat besar….. 


 


Dalam pelaksanaan uji coba, KPPN Percontohan Bandar Lampung
dalam 2 minggu terakhir ini
telah melakukan uji coba harian, dimana dalam test case Rabu minggu lalu
tanggal 4/7………. SP2D dapat  diselesaikan  dalam tempo 13-29 menit ….. (apalagi 
dalam
kondisi normal…… dengan kata lain sepanjang semua sarana pendukung tersedia … 
tidak
saja secara proses tetapi juga secara data), Sebagai contoh ;  aplikasi, data, 
spesimen tandatangan pengelola
keuangan dari satker pada aplikasi komputer etc….. etc…….


 


Secara rinci…. proses loket (yes or no decision) dapat diselesaikan
dalam 3-8 menit, pencetakan SP2D 1-2 menit (termasuk rechecking kata, kalimat 
dan
lainnya dari hasil pengetikan SP2D), penyampaian, pengecekan dan
penandatanganan Net SP2D oleh Kepala Seksi Perbendaharaan 1-2 menit, 
penyampaian,
pengecekan dan penandatanganan SP2D oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos 1-2 menit,
pencetakan Advise List 2-5 menit, pemilahan dan pensortiran oleh Sub Bagian
Umum 4-8 menit, penyampaian dan penandatangan SP2D oleh Kepala Kantor 1-2
menit, dan selanjutnya SP2D siap dikirim kepada yang bersangkutan (BO I +/- 3
kali sehari, ke Satker bersangkutan melalui loket pengiriman pada Sub Bagian
Umum atau Pos).


 


Ini semua hasil kerja para pegawai lama, yang hakikinya
sudah dianggap tidak kapabel lagi setelah ditetapkannya KPPN Percontohan dengan
pelayanan prima nya….. 


 


So … what is the problem…. Satu-satunya masalah hanyalah tidak
tepatnya cara pelaksanaan yang ditempuh saat ini…….


 


Pada dasarnya atau langkah singkatnya …… untuk perubahan pelayanan
menjadi prima….. KPPN sebenarnya hanya membutuhkan satu ketentuan atau perintah
tertulis yang sangat simple, yang intinya menyatakan:


 


“Agar kepada seluruh KPPN untuk melakukan Uji Coba penerbitan
SP2D atas pengajuan SPM dari Satuan Kerja, yang semula diselesaikan dalam waktu
6 (enam) jam menjadi selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) jam. Bagi
kelancaran pelaksanaannya agar mengikuti  alur penyelesaian (flowchart) bagi
perubahan-perubahan pelaksanaan secara teknis tersebut”.


Semuanya akan selesai …. dan pelayanan prima pada KPPN
Percontohan akan berjalan dengan baik.


 


Ketentuan penunjang lainnya seperti persyaratan SDM yang
dibutuhkan, program aplikasi, peralatan  dan
lainnya untuk peningkatan & penyempurnaan nya dapat dilakukan secara
bertahap selam masa uji coba dimaksud…..


 


Saya yakin sekali, dengan cara itu, dalam pelaksanaan
sebagaimana yang dimaksud dari “Pelayanan Prima”, dapat diselesaikan dengan
lebih baik dan lebih cepat, serta tidak memberi dampak yang kurang (tidak) baik
dari cara yang sekarang diterapkan saat ini……..


 


Sejujurnya saja, kami-kami di zona pelaksanaan, hanya karena
benar-benar menyadari dan mengerti bahwa pelayanan prima yang dimaksudkan
adalah mutlak harus dilaksanakan….. KPPN dalam lingkup Kantor Wilayah VII
Bandar Lampung dinyatakan siap melaksanakan pelayanan prima….. (bukan untuk
maksud sombong-sombongan atau sekedar Pak Turut), walaupun (secara pribadi)
tetap tidak sependapat dengan cara yang ditempuh saat ini dalam mempersiapkan
KPPN Percontohan, terutama mengenai pola dan persyaratan rekruitmennya……. 


 


Demikian, sepertinya baru ini saja ungkapan hati yang bisa
disampaikan, semoga perubahan yang diharapkan untuk peningkatan, perbaikan dan
penyempurnaan kinerja Ditjen Perbendaharaan kita, dapat berjalan sesuai yang 
direncanakan
dan di harapkan….


 


Ternyata jaman kita di Boston
dulu memang tetap merupakan kenangan indah ya pak Uce…. Walau kemudian kita
berjalan sesuai langkah kita masing-masing,


Yang juga masih tetap indah kan Pak……


 


Demikian juga dengan mas Khobir yang sedang mencoba
beradaptasi dengan kondisi dan ruang yang berbeda, serta teman2 lain yang
pernah bersama ataupun tidak pernah bersama...... seperti juga yang pernah saya
sampaikan dengan teman2 seangkatan mas Khobir duluuuu ……


 


 “Masa Depan Kita
Hanya Maksimal 25% (Saya cenderung menyatakan kurang dari angka itu….) 
bergantung
pada unsur lain di luar diri kita (apakah orang tua, atasan, masyarakat, kondisi
atau apa namanya secara kumulatif)…  Lebih
dari 75% lainnya bergantung pada diri kita sendiri…….. atau apa yang kita buat
untuk diri kita sendiri…….


 


Sehingga doa kita untuk meminta kekuatan menyatakan
yang Benar Itu Benar dan yang Salah Itu Salah….. tidak hanya sebatas “Lips
Service” saja…


 


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.


 


 


Tubagus




----- Pesan Asli ----
Dari: Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: perbend list <[email protected]>; [EMAIL PROTECTED]; 
[EMAIL PROTECTED]
Terkirim: Senin, 9 Juli, 2007 9:49:02
Topik: [Perbendaharaan List] kesiapan KPPN Percontohan.



   
            Assalamualaikum Wr Wb.. 

  Yth. Temen temen anggota milis 

   

  Berikut ini sekedar laporan pandangan mata kesiapan KPPN Percontohan (namun 
masih dibatasi dengan proses penerbitan SP2D) jadi belum kami tampilkan laporan 
mengenai Back Office..  


 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke