Assalamualaikum Wr. Wb.
Dear Om Hari dan Miliser semuanya Saat ini . saya merasa kalau membaca milis seperti jadi hobi, nampaknya komunikasi melalui milis memang seperti tanpa batas hirarki. Membaca penyampaian Om Hari Ribowo yang punya Jawa Tengah mengenai KPPN Percontohan, barangkali boleh jugalah saya menyampaikan hal ikhwal mengenai pelaksanaan KPPN Percontohan yang Prima, terserah apakah sebagai laporan atau sekedar berbagi komentar . Saya sependapat KPPN percontohan harus siap dilaksanakan Saya juga sangat sependapat kalau pegawai lama Telah Membuktikan bahwa KPPN percontohan dapat dilaksanakan sesuai permintaan (perintah) Seharusnya pada masa Uji Coba, KPPN Percontohan dapat dilaksanakan tanpa penetapan kriteria rekrutmen dan test terlebih dahulu, yang pada kenyataannya memberikan tekanan secara mental pada existing pegawai KPPN terutama yang tidak memenuhi kriteria persyaratan pegawai KPPN percontohan (apakah ini tidak juga termasuk yang seharusnya dipertimbangkan dan sekaligus merupakan tugas pembinaan seorang Pimpinan, tentunya juga pada tingkatan diatas seorang kepala KPPN. meskipun bukan atau belum menjadi Pemimpin sekalipun) .. dan kemudian baru pada tahap selanjutnya dilaksanakan kondisi dan kriteria yang ditetapkan saat ini. Dengan kata lain Laksanakan uji coba pelayanan primanya lebih dahulu, baru kemudian mempersiapkan SDM yang profesional dengan kebijakan renumerasi yang pantas atau sesuai dengan profesionalisme SDM yang ditetapkan . dan seterusnya . dan seterusnya . apakah hal ini cukup sulit untuk dilakukan oleh tingkatan pimpinan diatas Kepala KPPN tersebut .? Walaupun yang saya tahu saat ini Pegawai KPPN (terutama KPPN Bandar Lampung) mampu melaksanakan proses uji coba ini dengan Legowo, kata esktrimnya, walaupun karena faktor usia ataupun karena dinyatakan tidak lulus test, mereka tetap mempersiapkan KPPN Percontohan, (hanya kalau soal sepenuh hati saya juga tidak berani menjamin). Dengan mempersiapkan pelaksanaan uji coba KPPN Percontohan (lepas dari kata sepenuh hati) yang implementasi rekrutmennya seperti yang diperintahkan (ditetapkan) oleh atasannya . dan dengan cara yang dilaksanakan saat ini, bagi pegawai-pegawai yang notabene dapat dikatakan menyingkirkan diri mereka sendiri dari posisinya saat ini . dan entah akan ditempatkan dimana lagi . tidak jelas .. hal ini akan merupakan kehebatan dan butuh kebesaran hati yang sangat besar .. Dalam pelaksanaan uji coba, KPPN Percontohan Bandar Lampung dalam 2 minggu terakhir ini telah melakukan uji coba harian, dimana dalam test case Rabu minggu lalu tanggal 4/7 . SP2D dapat diselesaikan dalam tempo 13-29 menit .. (apalagi dalam kondisi normal dengan kata lain sepanjang semua sarana pendukung tersedia tidak saja secara proses tetapi juga secara data), Sebagai contoh ; aplikasi, data, spesimen tandatangan pengelola keuangan dari satker pada aplikasi komputer etc .. etc . Secara rinci . proses loket (yes or no decision) dapat diselesaikan dalam 3-8 menit, pencetakan SP2D 1-2 menit (termasuk rechecking kata, kalimat dan lainnya dari hasil pengetikan SP2D), penyampaian, pengecekan dan penandatanganan Net SP2D oleh Kepala Seksi Perbendaharaan 1-2 menit, penyampaian, pengecekan dan penandatanganan SP2D oleh Kepala Seksi Bank/Giro Pos 1-2 menit, pencetakan Advise List 2-5 menit, pemilahan dan pensortiran oleh Sub Bagian Umum 4-8 menit, penyampaian dan penandatangan SP2D oleh Kepala Kantor 1-2 menit, dan selanjutnya SP2D siap dikirim kepada yang bersangkutan (BO I +/- 3 kali sehari, ke Satker bersangkutan melalui loket pengiriman pada Sub Bagian Umum atau Pos). Ini semua hasil kerja para pegawai lama, yang hakikinya sudah dianggap tidak kapabel lagi setelah ditetapkannya KPPN Percontohan dengan pelayanan prima nya .. So what is the problem . Satu-satunya masalah hanyalah tidak tepatnya cara pelaksanaan yang ditempuh saat ini . Pada dasarnya atau langkah singkatnya untuk perubahan pelayanan menjadi prima .. KPPN sebenarnya hanya membutuhkan satu ketentuan atau perintah tertulis yang sangat simple, yang intinya menyatakan: Agar kepada seluruh KPPN untuk melakukan Uji Coba penerbitan SP2D atas pengajuan SPM dari Satuan Kerja, yang semula diselesaikan dalam waktu 6 (enam) jam menjadi selambat-lambatnya dalam waktu 1 (satu) jam. Bagi kelancaran pelaksanaannya agar mengikuti alur penyelesaian (flowchart) bagi perubahan-perubahan pelaksanaan secara teknis tersebut. Semuanya akan selesai . dan pelayanan prima pada KPPN Percontohan akan berjalan dengan baik. Ketentuan penunjang lainnya seperti persyaratan SDM yang dibutuhkan, program aplikasi, peralatan dan lainnya untuk peningkatan & penyempurnaan nya dapat dilakukan secara bertahap selam masa uji coba dimaksud .. Saya yakin sekali, dengan cara itu, dalam pelaksanaan sebagaimana yang dimaksud dari Pelayanan Prima, dapat diselesaikan dengan lebih baik dan lebih cepat, serta tidak memberi dampak yang kurang (tidak) baik dari cara yang sekarang diterapkan saat ini .. Sejujurnya saja, kami-kami di zona pelaksanaan, hanya karena benar-benar menyadari dan mengerti bahwa pelayanan prima yang dimaksudkan adalah mutlak harus dilaksanakan .. KPPN dalam lingkup Kantor Wilayah VII Bandar Lampung dinyatakan siap melaksanakan pelayanan prima .. (bukan untuk maksud sombong-sombongan atau sekedar Pak Turut), walaupun (secara pribadi) tetap tidak sependapat dengan cara yang ditempuh saat ini dalam mempersiapkan KPPN Percontohan, terutama mengenai pola dan persyaratan rekruitmennya . Demikian, sepertinya baru ini saja ungkapan hati yang bisa disampaikan, semoga perubahan yang diharapkan untuk peningkatan, perbaikan dan penyempurnaan kinerja Ditjen Perbendaharaan kita, dapat berjalan sesuai yang direncanakan dan di harapkan . Ternyata jaman kita di Boston dulu memang tetap merupakan kenangan indah ya pak Uce . Walau kemudian kita berjalan sesuai langkah kita masing-masing, Yang juga masih tetap indah kan Pak Demikian juga dengan mas Khobir yang sedang mencoba beradaptasi dengan kondisi dan ruang yang berbeda, serta teman2 lain yang pernah bersama ataupun tidak pernah bersama...... seperti juga yang pernah saya sampaikan dengan teman2 seangkatan mas Khobir duluuuu Masa Depan Kita Hanya Maksimal 25% (Saya cenderung menyatakan kurang dari angka itu .) bergantung pada unsur lain di luar diri kita (apakah orang tua, atasan, masyarakat, kondisi atau apa namanya secara kumulatif) Lebih dari 75% lainnya bergantung pada diri kita sendiri .. atau apa yang kita buat untuk diri kita sendiri . Sehingga doa kita untuk meminta kekuatan menyatakan yang Benar Itu Benar dan yang Salah Itu Salah .. tidak hanya sebatas Lips Service saja Wassalamualaikum Wr. Wb. Tubagus ----- Pesan Asli ---- Dari: Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: perbend list <[email protected]>; [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] Terkirim: Senin, 9 Juli, 2007 9:49:02 Topik: [Perbendaharaan List] kesiapan KPPN Percontohan. Assalamualaikum Wr Wb.. Yth. Temen temen anggota milis Berikut ini sekedar laporan pandangan mata kesiapan KPPN Percontohan (namun masih dibatasi dengan proses penerbitan SP2D) jadi belum kami tampilkan laporan mengenai Back Office.. Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
