Usulan yang bagus, tapi jangan terlalu berharap. Karena semuanya kembali kepada 
SDM (aparat kita sendiri). Saya ada pengalaman di Samsat waktu mengurus STNK, 
disitu juga terpampang "Uruslah sendiri jangan lewat calo".
  Ternyata calo masih seabreg2 dan ketika saya berusaha mengurus sendiri 
ternyata perlakukan aparat berbeda antara yang diurus oleh calo dan yang diurus 
sendiri:
  1. Yang diurus calo ternyata malah lebih cepat (jalan pintas)
  2. Ada persyaratan mengembalikan plat no lama, yg diurus calo tanpa 
mengembalikan plat no stnk bisa, sedang saya dipersulit.  Harus membeli dompet 
STNK, yang diurus calo bebas, sedang yang diurus sendiri wajib. Ketika harus 
memberikan sumbangan PMI, yg diurus calo lolos, sedang yg diurus sendiri wajib 
hukumnya.
   
  Dus antara kemauan pimpinan dinasnya dengan aparat di lapangan berbeda.
  Mudah2an di DJPBN kalau ada tulisan tsb hendaknya ada "satunya kata dan 
perbuatan". 

teddy teddy <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Saya setuju untuk usulan nomor 1 (satu) karena itu menandakan bahwa 
kita memang terbebas dari pungli dan korupsi. Namun untuk usulan nomor 2 (dua), 
saya merasa semua contoh ungkapan kata-kata tersebut masih terasa kasar...
apa tidak lebih baik kita tulis seperti ini :
" TERIMAKASIH ATAS PARTISIPASI ANDA UNTUK TIDAK MEMBERIKAN IMBALAN ATAS 
PELAYANAN KAMI "

Samodero Geni <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Salam kenal sebelumnya,
Ada beberapa usulan saya sehubungan dengan tampilan KPPN Prima :
1. Di gerbang pintu masuk alangkah baiknya kalau kita pasang sebuah
spanduk bertuliskan :
"Bersama kita sukseskan reformasi birokrasi dengan peningkatan
pelayanan tanpa pungli dan korupsi"
2. Di depan loket sebaiknya kita berikan tulisan atau stiker, berbunyi:
"Mohon Maaf, atas pelayanan yang kami berikan, kami tidak 
menerima uang/amplop atau barang dalam bentuk apapun"
atau
"Atas penyelesaian SPM/SKPP, tidak dikenakan biaya"
atau
"Kantor kami bebas pungli"
atau
"Bagi masyarakat yang melakukan penyuapan/memberikan imbalan atas
pelayanan yang diberikan pegawai KPPN, dapat dikenakan sanksi
pidana"
atau
"Mohon maaf, kami tidak menerima uang suap"

Salam,
Samodero Srengenge
"Maka nikmat Tuhan yang manakah yang kamu dustakan"

---------------------------------
No need to miss a message. Get email on-the-go 
with Yahoo! Mail for Mobile. Get started.

[Non-text portions of this message have been removed]

---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke