Kalo aku pikir sebenarnya bisa.... Syaratnya satu : posisikan orang2 baru di front office, yi orang2 yg tidak pernah kenal dengan orang2 yg akan dilayani sekarang ini. Idealnya, saya lebih setuju pegawai KPPN Percontohan/prima diacak lagi dengan memposisikan orang2 yg benar2 baru. Tujuannya satu, yi untuk memotong generasi perkenalan antara petugas dengan rekanan/bendahara. Petugas2 baru ini secara psikologis akan lebih mudah untuk berkata/menolak dibandingkan dengan orang2 yg pernah kenal/melihat. Cuman kelemahannya, waktu & biaya untuk pengacakan ini...
Sistem kejut psikologis ini sy kira paling ideal. Jadi tulisan yg sudah ada di dinding2 tentang "anti pungli" memang bagus, tp akan lebih "NYATA" dengan tindakan. BAyangkan saja, misalnya kita saat ini di seksi perbendaharaan/loket/vera. Lalu tiba2 saja paradigma kantor mengharuskan kita harus melakukan "zero cost" sementara kita menghadapi orang2 yg kita kenal yg selama ini selalu mengeluarkan "cost" untuk mengurus keperluannya, entah itu di loket, di seksi perbendaharaan, atau di seksi vera. Mampukah kita mengatakan "STOP SEKARANG JUGA.." (spt iklan narkoba aja...). Bayangkan juga, kita menempati posisi di KPPN percontohan/prima sebagai pegawai baru (benar-benar baru) dan tidak kenal seorangpun dengan rekanan/bendahara. Lalu saat meneliti berkas/melakukan rekon, sang rekanan/bendahara mengeluarkan "sesuatu" dari dalam dompetnya/mapnya. Lalu dengan sopan kita berkata, "maaf pak/bu, ini adalah tugas kami. Bantulah kami dengan tidak memberi apapun kepada kami" GO WITH THE BEST SPIRIT..... --- In [email protected], faris rosa <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > "Usulan yang bagus, TAPI JANGAN TERLALU BERHARAP" ........... ( meminjam istilah pak agus wid ... kppn prima semarang, tentang suap....). Menurut pendapat saya, yang namanya suap adalah seekor binatang yang menyebabkan seseorang yang digigit akan mengakibatkan mati nggak, hidup nggak alias sekarat . Oleh karena itu sebaiknya seseorang harus diberi saplemen agar memiliki daya tahan yang kuat.Dan dalam kaitannya aparat pada kppn prima dimana saja berada, harus diberi splemen berdosis 5ooo mg, sebab 90 % aparat kppn rentan menyakit malas, suap, mata duitan, dan banyak utang, apalagi tunjangannya berlipat-lipat, diiringi hutang banyak dan setiap hari makan amplop, MAKA HARUS ADA PENCUCIAN OTAK, TIDAK CUKUP CERAMAH AGAMA, ATAU TULISAN -TULISAN.USUL SAYA SEBAIKNYA DIDEPAN KANTOR DIPASANG TULISAN : > " KANTOR INI BEBAS SUAP , KARENA SELURUH PEGAWAI TELAH DIBERIKAN GAJI YANG BESAR " > > Konotasi bebas suap, artinya setiap orang bebas menyuap aparat kppn..... ( naudhubilalhimindhaliq....) > > ----- Original Message ---- > From: agus widiyanto <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Tuesday, July 10, 2007 8:36:48 PM > Subject: Re: Balasan: [Perbendaharaan List] Tulisan Anti Uang Suap > > Usulan yang bagus, tapi jangan terlalu berharap. Karena semuanya kembali kepada SDM (aparat kita sendiri). Saya ada pengalaman di Samsat waktu mengurus STNK, disitu juga >
