Postingan Keren, isinya bagus, cara nulisnya tertata rapi, gaya bahasanya excellent, saya beri nilai A +, sering sering nulis ya bro...
syualam muaneezz zamzam --- In [email protected], "idaman_gaji" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > KETAKUTAN DITENGAH PENGHARAPAN DAN KEKECEWAAN > > Awalnya si prima berpikir sangat optimis mencerna uraian tentang > kehebatan dan keunggulan proyek percontohan si prima. > Pekerjaan seabrek dapat dilakukan dengan cepat, tepat, tanpa berjubel > aparat. > Terbayang betapa supernya si prima karena satu orang prima sebanding > dengan tiga orang pra prima. > Terbayang pula betapa enerjiknya si prima karena berada dalam rentang > usia 35 tahun kebawah demi memperjuangkan harapan banyak orang dan > bertahan di grade batas terbawah. > Di tengah opini kecewa dan saling kutuk karena adanya tiga grade, > bawah-tengah-atas grade, bagi pelaksana bertarung dengan satu posisi > grade bagi pejabat, si prima tetap melangkah. > > Si pra prima mengutuk karena hidupnya di jalan berkelok penuh lubang > yang mampu menjebloskan dirinya ke dalam grade lebih rendah. > Si pra prima mengutuk karena di hadapannya ada jalan bagi pejabat yg > selalu lurus tak berlobang yg tidak mungkin menurunkan grade. > Si pra prima mengutuk karena berada dalam grade sama berkumpul pada > tiga tingkatan golongan yg berbeda. > Si pra prima mengutuk karena harus hidup dalam gaya minimalis dan > bukannya dalam gaya maksimalis di tingkatan gradenya. > Si pra prima pun mengutuk karena daya kejut renumerasi seolah memberi > hadiah kepada si serakah dan memberi hukum kepada si taat hukum. > > > Hampir menyembur tarikan kecewa akibat opini kecewa telah merambah ke > segala arah, termasuk ke dalam hati dan otak si prima. > Namun semburan itu mereda lebih diakibatkan daya imun hati dan akal > serta sebuah pengharapan besar dari banyak orang. > > Akankah gaya minimalis personil si prima mengharuskan semua personil > bekerja lebih keras...??? > TIDAK...!!!! Itu tindakan bodoh, tolol dan harakiri. > LALU....??? Yang dibutuhkan adalah personil yg mau bekerja lebih > pintar..!!! > > Ingat, si prima bukanlah robot yang dimulai oleh absen pagi pukul > 7.30, istirahat pukul 12.15-13.00, dan diakhiri dengan absen sore 17.00. > Si prima tetaplah manusia yg mempunyai naluri kemanusiaan tentang > kehidupan organisasi, individu, keluarga, dan masyarakat. > Dari sudut pandang maslow, si prima dianggap sudah mencapai tangga > aktualisasi diri walau masih dalam bayang2 tingkat mempertahankan diri. > Bila mengacu hukum pareto, bahwa setiap orang hanya mampu mencapai 40% > dari semua rencananya, dan paradigma siapa sibuk dia dipeluk, maka > pastilah si prima akan berkeluh lelah. > Namun demikian, layar itu telah berkibar dan sang nahkoda pun telah > bersiar di berbagai alat siar. > > Dan suara mesin itupun kini telah menderu. > Berdebar si prima karena menunggu suara terompet sebagai tanda acara > tergelar. > Mungkinkah si prima berhasil...??? > Mungkinkah si prima tetap prima ...??? > Mungkinkah si prima patut dicontoh...??? > Mungkinkah si prima mampu menjelajah...??? > ataukah malah berlayar dengan payah ....??? > > > Masih adakah bercokol rasa takut ...??? > Masih adakah bergantung rasa harap ....??? > Masih adakah bergulat rasa kecewa ....??? > > Semua pun bersuara... MASIH.....??? > Dan si bijak pun berlinang kata dengan mengalirkan arus kalimat, "ITU > MANUSIAWI...." > Semua pun merenung arti linangan kata itu, apakah sedih ataukah senang > atukah berarti.... > > .... cukup sekian.... >
