pegawai DJPB jadi melankolis, sensitif, dan romantis

hmmm.... what in the world happen to you...


--- In [email protected], Samodero Geni
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Sungguh memilukan, apalagi kalau ditambah sajak berikut ini :
>    
>   SEPI
>   Terlentang menatap atap
>   menghitung usuk, genteng dan bata
>   kerinduan mencekam lara
>   sedih pilu menyayat jiwa
>    
>   Rasanya ingin pulang
>   apa dikata hanya keinginan yang harus ditahan
>    
>   Sepi sunyi menghantui
>   hari-hari terus dilalui
>   menghitung hari bertambah hari
>   tuk bertemu orang-orang yang dicintai
>    
>   Mimpi-mimpi terngiang-ngiang
>   laksana dahaga di hari siang
>   tak terhibur hati yang lengang
>   hanya satu keinginan
>   ingin pulang
>    
>   
> 
> Goodman_neverdies <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>           Tangisku tak kan kau dengar. Karena tangisku tersimpan
> di dalam kalbu. Tangisku tak kan berhenti, karena
> luka hatiku teramat dalam. Kau yang berdiri dengan
> pongah... Kau yang menorehkan dan mempermainkan takdir
> kami...Kau yang dengan muslihatmu telah menipu kami.
> Beranikah kau mendengar jerit kami? Beranikah kau
> mendengar tangis kami? Sanggupkah kau menahan doa
> kami? Karna kaulah kami menjerit dan menangis.
> _____________________________
> Sent from my phone using flurry - Get free mobile
> email and news at: http://www.flurry.com
> 
> __________________________________________________________
> Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's 
> Comedy with an Edge to see what's on, when. 
> http://tv.yahoo.com/collections/222
> 
> 
>          
> 
>        
> ---------------------------------
> Got a little couch potato? 
> Check out fun summer activities for kids.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke