Benar apa yang ditulis Pak Hari...
  Biasanya kalau kita jauh dari keluarga, "energi" kita jadi berlebih. Kalau 
bisa memanfaatkannya biasanya kita jadi kreatif, termasuk kreatif menulis, 
menulis apa saja...
  Gara-gara jauh dari keluarga, saya jadi kreatif (untuk membunuh waktu) dan 
beberapa kali tulisan saya dimuat di Koran Propinsi, lumayan kan... Meski satu 
dua kali saya ditegur atasan karena nulis yang bukan porsi saya.
  Ini sekaligus saran untuk rekan-rekan yang lain, menulislah.....
  Siapa tahu kita jadi penulis, 
  siapa tahu tulisan kita yang dimuat di media massa bisa nambahin job grading, 
  siapa tahu gara-gara tulisan kita, kita ditarik ke jakarta.
  Rasanya saya belum pernah baca tulisan pegawai DJPBN dimuat di kompas atau 
koran nasional lainnya...benar kan...?
   
  SRENGENGE
  Kapan ya ada lomba nulis di DJPBN?

Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          sudah ada dua puisi.. 
pertama "tangis".. kini muncul lagi "pilu"

saya pernah merasakan hal seperti ini.. 
jauh dari keluarga. selama satu setengah tahun. 
tiba tiba berubah jadi bisa nulis.

cobalah dalam keadaan seperti ini 
baca sajak karangan Chairil Anwar.. 

Aku.. 

Kalau sampai waktuk
ku mau tak seorang pun merayu
tidak juga kau

tak perlu sedu sedan itu.. 

Aku ini binatang jalang..
dari kumpulannya terbuang.. 

biar peluru menembus kulitku
dari kumpulannya terbuang.

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari .. 
Hingga hilang pedih dan perih

Dan aku akan lebih tidak peduli

Aku mau hidup seribu tahun lagi. 

nah temen temen para milliser.. 
bukankah itu lebih patriotik.. 
wassalam 


dari kumpulan nya terbuang

kan jadi lebih patriotik.. 
apalagi kalau baca kalimat terakhir.. 


tak perlu sedu sedan itu.. 
aku ingin hidup seribu tahun lagi.. 









Samodero Geni <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Sungguh memilukan, apalagi kalau 
ditambah sajak berikut ini :

SEPI
Terlentang menatap atap
menghitung usuk, genteng dan bata
kerinduan mencekam lara
sedih pilu menyayat jiwa

Rasanya ingin pulang
apa dikata hanya keinginan yang harus ditahan

Sepi sunyi menghantui
hari-hari terus dilalui
menghitung hari bertambah hari
tuk bertemu orang-orang yang dicintai

Mimpi-mimpi terngiang-ngiang
laksana dahaga di hari siang
tak terhibur hati yang lengang
hanya satu keinginan
ingin pulang

Goodman_neverdies wrote:
Tangisku tak kan kau dengar. Karena tangisku tersimpan
di dalam kalbu. Tangisku tak kan berhenti, karena
luka hatiku teramat dalam. Kau yang berdiri dengan
pongah... Kau yang menorehkan dan mempermainkan takdir
kami...Kau yang dengan muslihatmu telah menipu kami.
Beranikah kau mendengar jerit kami? Beranikah kau
mendengar tangis kami? Sanggupkah kau menahan doa
kami? Karna kaulah kami menjerit dan menangis.
_____________________________
Sent from my phone using flurry - Get free mobile
email and news at: http://www.flurry.com

__________________________________________________________
Sick sense of humor? Visit Yahoo! TV's 
Comedy with an Edge to see what's on, when. 
http://tv.yahoo.com/collections/222

---------------------------------
Got a little couch potato? 
Check out fun summer activities for kids.

[Non-text portions of this message have been removed]

Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga. 
Yahoo! Groups Links

---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke