Sama-sama pak Hari. Makasih juga komentnya. Insya Allah kalau pak Hari
yang comment jadi banyak yang baca he he he


--- In [email protected], Hari Ribowo
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> terimakasih Mas OKA.. 
>   ini tulisan penting sekali.. 
>   kalau mau menembus gunung batu.. kita harus melaksanakan BREAKTROUGH..
>   
> okalaksana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>   Birokrasi Tanpa "Breakthrough"
> 
> Rhenald Kasali
> 
> Setiap kali seorang pemimpin melakukan perubahan atau reformasi, ia
> akan memulainya dengan melakukan pemetaan (mapping).
> 
> Perubahan sering diibaratkan sebagai upaya menghubungkan dua titik
> terpisah (connecting the unconnect) sehingga peta menjadi amat
> penting. Celakanya, begitu peta selesai dibuat dan diumumkan, banyak
> pemimpin merasa bahwa tugas reformasinya sudah selesai.
> 
> Mitos gunung batu
> 
> Satu tahun setelah peta diumumkan, pemimpin kembali mendatangi
> staf-staf dan menanyakan bagaimana kemajuannya (progress). Pemimpin
> cemas karena kedua titik yang dijadwalkan sudah rampung ternyata belum
> selesai. Jajaran birokrasi menyampaikan masalahnya, tetapi pemimpin
> menghendaki solusi. Mereka diberi tambahan waktu dua bulan lagi.
> 
> Dua bulan berlalu, kedua titik belum juga terhubung. Semua mengeluh,
> reformasi cuma sebatas lip service. Pemimpin mulai frustrasi. Ternyata
> menaikkan gaji tidak mengubah perilaku.
> 
> Apa yang terjadi sebenarnya ada di gunung batu. Setiap perubahan
> selalu akan berhadapan dengannya, sebuah bukit berbatu keras yang
> berada tidak jauh dari setiap titik awal kita bergerak. Untuk sampai
> ke tujuan, kita harus melewati atau menembus gunung batu itu. Namun,
> di luar dugaan, gunung batu tersebut ternyata ada "penghuninya".
> 
> Baru saja gunung itu disurvei, "penunggunya" sudah beraksi. Konon,
> begitu mereka terganggu, banyak pekerja kesurupan, lalu ketakutan dan
> memutuskan tidak ikut membangun jalan tersebut.
> 
> Begitulah reformasi birokrasi. Diperlukan sebuah kekuatan besar untuk
> menembus "gunung batu". Kekuatan itu disebut breakthrough yang berarti
> menjebol dengan tenaga superkuat. Anak buah tidak bisa karena hanya
> punya skenario (the art of probability). Namun, pemimpin bisa karena
> mereka punya kekuasaan (the art of possibility).
> 
> Kekuatan skenario selalu kalah apabila berhadapan dengan mitos karena
> mitos juga memiliki kekuasaan yang tersembunyi. Para "penghuni" gunung
> batu itu sudah bertahun-tahun hidup di sana dan mereka memiliki
> jaringan amat solid. Dulu, di Medan, "penghuninya" adalah para raja
> judi yang konon bisa urunan untuk mengurus pergantian kepala polda
> yang dianggap terlalu mengganggu kenyamanan mereka. Di
> departemen-departemen milik pemerintah, "penghuni"-nya banyak wujudnya.
> 
> Ada oknum pensiunan yang mempunyai hak memasok alat tulis kantor
> selama bertahun-tahun. Ada sahabat-sahabat menteri yang mengatur
> pemasok-pemasok departemen (termasuk mengatur event organizer). Ada
> pegawai-pegawai yang sengaja ditempatkan di meja-meja basah oleh
> oknum-oknum tertentu. Ada juga pejabat resmi yang greedy dan
> sebagainya. Mereka semua nyata, bukan ilusi. Mereka menjadi penjaga
> gunung batu yang membuat bapak/ibu menteri cuma bisa garuk-garuk kepala.
> 
> Diperlukan "breakthrough"
> 
> Karena itu, setiap reformasi memerlukan breakthrough. Waktu setiap
> breakthrough tidak boleh lebih dari tiga bulan, mencakup hal-hal yang
> harus dan bisa dicapai dalam waktu singkat. Semua terukur dan jelas
> hasilnya.
> 
> Di birokrasi, jika mau sukses, seorang menteri harus turun sendiri
> memimpin breakthrough. Sebab, "penghuni" cuma takut kepada menteri,
> bukan kepada teman-teman mereka yang biasa mereka beri makan. Ini
> berarti menteri harus mulai menghabiskan waktu lebih banyak di kantor,
> bersama-sama dengan breakthrough team-nya.
> 
> Maka stop dulu memberi keynote speech membuka seminar dan pameran atau
> jalan-jalan ke luar negeri. Menteri juga harus mulai lebih selektif
> menerima masukan dari sekondan-sekondannya yang ternyata juga punya
> kepentingan di gunung batu itu.
> 
> Breakthrough berarti menembus atau melakukan terobosan dan mengambil
> alih risiko bawahannya. Maka menteri harus punya semacam war-room,
> tempat setiap sore ia bisa melihat sendiri apa saja yang telah dicapai
> oleh jajaran birokrasinya.
> 
> Di Indonesia, cara-cara seperti ini belum banyak dikenal. Namun, di
> Pertamina, para change champions-nya telah membuktikan, tanpa
> breakthrough mereka belum on the move. Setiap kali suatu proyek yang
> terukur selesai dicapai diberi tanda hijau. Dan yang belum diberi
> tanda merah. Semua berlangsung cepat sehingga para "penghuni" tidak
> bisa mengatur siasat apa pun untuk bergerak. Bahkan pada saat mereka
> bergerak, gunungnya sudah terbelah dua sehingga tidak bisa mengambil
> "ongkos sewa" lagi.
> 
> Saya cuma berharap akan ada banyak lagi menteri, selain menteri
> keuangan, yang melakukan breakthrough dalam reformasi birokrasi. Tanpa
> breakthrough, reformasi hanya menyisakan aneka kesulitan bagi rakyat.
> 
> Rhenald Kasali Ketua Program Magister Manajemen Universitas Indonesia
> 
> 
> 
> 
> 
> Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
> Hentikan sekarang juga. 
> Yahoo! Groups Links
> 
> 
> 
> 
> 
>        
> ---------------------------------
> Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke