Assalamualaikum Wr.Wb. Selamat siang semua miliser...Selamat untuk semua KPPN yang telah melaunching KPPN Prima pada hari ini. Saya berharap akhir Juli ini bisa jadi momentum kita sebagai PNS Departemen Keuangan memberi bukti bahwa kita bisa 'melayani' lebih baik.
Apa kabar kang Khobir? Kang Zamzam? Kang Dedi? Semua miliser yang tidak dapat disebutkan satu persatu...Khususon mantan Parepare gank yang udah 'comfort' dengan suasana baru, teman-teman di Marisa yang selalu saya simpan dalam memory hidup kehidupan saya. Wah sedih banget kalo lihat Milis ini tanggal 27 Juli yl. Sebenarnya nggak rame-rame banget, cuma sedikit kecewa ada yang main ancam-ancaman. Jadi inget 27 sekitar 10 tahun yl (CMIIW) waktu PDI hasil kongres yang sudah nyata-nyata menang malah di'gulingkan' oleh penguasa orde baru. Tapi kita semua tahu jalan sejarah selanjutnya, bahwa pihak yang dizalimi menjadi salah satu penggores 'cerita' sejarah bangsa ini. Teman-teman miliser di manapun anda berada. Inget dong kisah satu tahun yang lewat, di mana Republik Mimpi di 'stop' paksa dari salah satu stasiun TV. Nah, saya yakin berandai-andai seperti Republik Mimpi semestinya adalah wacana yang seharusnya tetap berada dalam domain 'rasional' dan bukan domain 'emosional'. Namanya berandai-andai kok di ancam segala. Bagaimana kalau yang berandai-andai benar benar dapat 'berkah' yang Kuasa di Atas menjadi pemimpin negeri ini, who knows? Jadi inget dulu, waktu pak Sutiyoso (gubernur incumben yang 8 Agustus nanti akan diganti) sewaktu jadi Pangdam Jaya (CMIIW), ada sebuah poto yang mungkin sekarang pun masih disimpan beliau, di mana saat Pak Sutiyoso berpidato, ajudan dibelakangnya adalah....SBY, Presiden kita saat ini. Terbalik dengan kondisi saat ini, kalo SBY sedang ke DPRD DKI Jakarta dan memberi komentar ke Pers atau wartawan, maka Sutiyoso yang berdiri di belakangnya. Gak tahu deeh, bagaimana andai-andainya pak SBY waktu jadi ajudannya Pak Sutiyoso dulu. Kembali ke topik...Milis ini seyogyanya jadi ajang silaturahmi, belajar-mengajar, sarana curhat, kangen-kangenan, memberi dan diberi info..Bukan ancam mengancam...sedih banget hati saya sewaktu buka milis ini dan melihat postingan tgl 27 Juli yl. Kalau bole saya cerita sedikit tentang sebuah kejadian (mudah-mudahan nggak bosan) sekitar tahun 1997, ketika sore hari di kos-kosan Jl. Matahari No. 7 Parepare, selepas pulang kantor. Saya yang saat itu sedang menyikat gigi di kamar mandi di datangi seorang Mahasiswa Unhas. Dia menarik saya keluar kos dan mengancam dengan sebuah badik. Dia bilang seperti ini : "Jangan coba-coba ganggu adik saya yah?" saya katakan, "saya tidak mengganggu..Kami saling su..." belum selesai omongan saya, saya mendapat pukulan telak di dagu sebelah kanan. Sakit (tentu saja, wong telak kok!) saya tetap bersabar (padahal saya punya ilmu beladiri Korea)...Ketika yang bersangkutan saya tantang untuk memukul saya lagi sekuat tenaga yang dia punya..dia berpaling sambil mengacung-acungkan badiknya ke atas.."Awas kamu, kalau permainkan adik saya" Saya tidak berkata apa-apa, berpikir untuk berdoa jelek pun tidak. Sampai akhirnya saya terima telpon di kantor pada malam harinya dari suara yang saya kenal.."Kamu nggak apa-apa?" Saya jawab "tidak", "Yakin?" "100%, memang kenapa?" dia bilang "Nggak pa-pa" Ketika saya tanya lagi, kakakmu udah kembali ke Makassar...ada hening sejenak...suara di telpon menjawab "Belum", "Loh kok belum" "Iya, sekarang kakakku di kantor Polisi" "HAH...." jawab saya setengah kaget. "Kok bisa?" Suara di seberang telpon berkata "Selepas dari mengancam kamu di kos-kosan, dia balik lagi ke Makassar, sampai terminal Panaikang pas kakak mau turun dari angkot, badiknya jatuh dari tas nya persis di depan polisi-polisi di terminal" "Selrang kakak lagi Polsek sana, dilurung di sel tahanan seperti...." suara itu tidak dilajutkan saya terkejut, saya tidak mampu berkata apa-apa. Hanya merenung, terdiam dan bergumam pada diri sendiri..."Ya Alloh SWT, jadikan hamba orang yang rendah hati dan jauhkan segala sombong dari hati dan pikiran hamba" Mudah2an ada hikmahnya... Sekali lagi, mohon jangan jadikan milis ini menjadi ajang 'premanisme'. Dan Mudah-mudahan tanggal 27 Juli ini tidak berkaitan dengan 27 Juli sepuluh tahun yang lampau. Kalau boleh berandai-andai bahwa 27 Juli tetaplah menjadi hari yang indah dikenang untuk saya dan keluarga, karena tanggal inilah ultah walimah saya dengan isteri tercinta... Rapatkan Barisan dan Kompak! Salam Hangat, Salam perubahan... Berikan yang terbaik untuk Indonesia di manapun anda berada dan bekerja. Adin-Somewhere at North Celebes.
