Mas Goodman.. Syukur Alhamdulillah
  Anda sudah diberi anak anak yang pintar
  Anda telah memperistri yang seorang wanita yang bijaksana.. 
  Anda di berkahi keluarga yang sehat sejahtera.. 
  semoga kehidupan Mas Goodman sekeluarga selalu di limpahi Nikmat Nya. 
   
  Memang betul Mas, Job Grading  ini seyogya nya ditetapkan sejak dulu..kalau 
bisa .. sebelum saya masuk ke depkeu.. sehingga begitu saya masuk sudah 
langsung duduk di peringkat tertentu.. ya.. bukankah apa yang Mas sampaikan itu 
hanya merupakan keluhan bahwa "sebaiknya" ditetapkan sejak dulu ya Mas.. 
ternyata tidak di tetap kan dari zaman dulu, tapi baru sekarang.. sehingga 
kitalah yang merasakan kejadian tersebut.. 
  tapi Mas Goodman, bukan kah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.. 
siapapun yang mengalami nya baik dulu, maupun sekarang pasti akan merasakan hal 
yang sama.. seyogyanya yang mengalami ini mempunyai jiwa yang besar.. 
   
  Kalau soal job grade antara ex Korpel dengan Pelaksana.. 
  Mas Goodman bilang ada ex korpel yang sewot, karena 
  (1) diberikan grade sama dengan pelaksana, 
  (2) atau dalam kasus tertentu ada yang lebih kecil dari pelaksana
  Saya telah pelajari rasa rasanya kemungkinan seperti itu tidak terjadi di 
Jawa Tengah (mohon koreksi kalau ternyata memang ada). 
   
  sedangkan soal membandingkan nya dengan guru.. saya pelajari dan mudah2an 
dapat memberikan penjelasan kepada Mas Goodman..
  bahwa grade di Depkeu ini diberikan sebagai penghargaan kepada pegawai sesuai 
dengan tingkat tanggung jawab dan risiko jabatan/pekerjaan. Peringkat jabatan 
merupakan pencerminan atas besarnya tanggung jawab dan risiko pekerjaan yang 
terkandung dalam jabatan tersebut.  Karena dikaitkan dengan kepangkatan.. maka 
seseorang pegawai untuk mengejar dapat memasuki jabatan tersebut tentunya 
antara lain harus memenuhi persyaratan kepangkatan.. Selain itu menurut panduan 
dari Sekjen, bahwa ada 4 prinsip dalam menyusun peringkat jabatan : 
  (1) Yang di evaluasi adalah jabatan/pekerjaan dan bukan pemangku jabatan 
(pejabatnya) 
  (2) Menghargai tanggung jawab pekerjaan 
  (3) Mengakomodasikan perbedaan tanggung jawab pekerjaan satu dengan lainnya. 
  (4) Sebagai dasar bagi pola mutasi dan perencanaan karir di departemen 
keuangan secara profesional. 
  jadi rasa rasanya yang di lihat adalah RESIKO di jabatan itu ya.. pantas kalo 
Seksi Perbendaharaan lebih banyak resiko nya di banding Seksi Vera.. 
  Kepala seksi perbendaharaan kalau salah bisa di panggil KPK. sedangkan kalo 
Kepala Seksi Vera salah, paling paling di kasih peringatan.. 
   
  Kalau soal keberadaan Mas Goodman di KPPN type B.. lalu merasa sulit menambah 
volume kerja.. mungkin dapat saya tanggapi sebagai berikut : 
  penentuan grade "tidak" di tentukan oleh volume kerja. 
   
  Hal ini memang pernah di keluhkan juga oleh Pak Sekretaris, karena katanya 
grade kasubag di Sekretariat sama dengan grade kepala seksi di KPPN Type B.  
Setelah saya pelajari ternyata memang demikian lah yang terlihat di dalam tabel 
Permenkeu 289.  saya lihat bahwa grade seorang kasubag di Sekretariat (Kantor 
Pusat DJPB) ternyata grade nya sama dengan seorang kepala seksi di KPPN type B 
yaitu 15  (kecuali kepala seksi vera grade 14). 
   
  kalau membandingkan volume kerja di kantor pusat dengan di KPPN Type B, Mas 
Goodman bisa mengira ngira, jam berapa volume kerja seorang kasubag di bagian 
OTL contoh nya kasubag kelembagaan dan pelaporan, dia mengerjakan pelaporan 
dari seluruh Indonesia.. jam berapa dia pulang kerja setiap hari.. Kenapa dia  
di berikan grade yang sama dengan Kepala seksi di KPPN Type B. Jadi dapat 
diambil kesimpulan bahwa pasti bukan volume kerja yang menentukan grade 
seseorang.  dan kemudian tidak perlu berkecil hati di tempatkan di KPPN Type B 
karena ternyata bukan volume kerja yang jadi patokan.  
   
  kalo usulan Mas Goodman agar pelaksana di taruh di grade tertinggi.. sudah 
saya jelaskan di postingan terdahulu "Pemeringkatan yang Adil" mudah2an sudah 
dapat di mengerti permasalahan menentukan kebijakan.. Adil untuk seseorang 
belum tentu dirasa adil oleh orang lain.. 
   
  Akhir nya.. nah ini yang paling menarik.. yaitu soal Figur pewayangan Mas 
Goodman.. bukannya saya mau menyombongkan diri, karena saya hampir kenal semua 
nama tokoh bahkan di Wayang Purwa sekalipun. 
   
  Ada kisah Sumantri yang berbakti kepada seorang raja bernama Arjuna 
Sasrabahu, antara sumantri dan adiknya yang berwajah buruk terjadi perbedaan 
kepentingan. demikian pula di kisah Ramayana, ada perbedaan kepentingan antara 
dua kakak adik bernama Subali dan Sugriwa. 
   
  Di Epos Mahabharata, ada pergumulan antara para sepupu Kurawa dan Pandawa.. 
saya suka mendalami tokoh2 tsb melalui tulisan para pujangga kita di zaman 
modern,   antara lain Sindunata suka menulis di harian kompas.. dan Gunawan 
Muhamad di majalah tempo.
   
  Ternyata figure2 di pihak kurawa tidak selama nya buruk. sebagai contoh. 
figure DORNA.. banyak orang mengira dia adalah seorang begawan yang berperangai 
buruk.. ternyata tidak.. dia itu seorang yang sangat manusiawi.. mempunyai 
cinta kasih yang tinggi.. dan sangat loyal.. 
  demikian pula Dipati KARNA.. (kakak tiri pandawa yang berpihak pada kurawa). 
dia itu sangat Loyal. 
   
  Itulah sebabnya di keraton Yogyakarta sampai saat ini tetap memakai Simbol 
Dipati Karna dan Kumbakarna (adik Rahwana) untuk melambangkan kesetiaan.   
   
  Wah jadi panjang nih Mas Goodman..
  mudah2an bisa memberi penjelasan yang memuaskan bukan hanya kepada mas 
Goodman tapi juga kepada temen temen yang lain.  
   
  Mudah2an penjelasan ini bisa membuat Mas Goodman dan temen temen mulai 
menulis puisi tentang kesetiaan. 
  wassalam  
      d
  

Goodman_neverdies <[EMAIL PROTECTED]> wrote:   Seperti job grading akhir akhir 
ini saya merasa
situasinya sama persis yang dialami anak saya Daniel.
Terutama, maaf rekan rekan sesama korpel. Disatu sisi
kita diangkat sebagai korpel (SK Pusat lagi) yang
merupakan pengakuan bahwa kita dianggap mampu/ lebih baik dari pelaksana. 
Artinya ada peningkatan value/
kinerja. Tapi kenyataannya kita dihadiahi grade yang
tidak lebih besar (malah dalam beberapa kasus lebih
kecil) dari pelaksana. Mereka langsung sewot dan
merasa diperlakukan tidak adil. Just like what Daniel
did.
Sidang miliser yang saya hormati,
Penetapan job grading seperti sekarang ini menurut
saya seharusnya sudah diterapkan sejak jaman dulu.
Situasi yang kita hadapi pasti akan jauh berbeda.
Korupsi/ kolusi di DJPB khususnya KPPN tidak akan
separah saat ini. Setiap orang dalam mencari materi/
akan berusaha mencapai grade tertinggi dengan cara
sehat melalui jalur karir dan meningkatkan kinerjanya
bukan sekedar mencari lahan basah sebagai tempat
‘meraup’ pundit-pundi.
Namun kalo boleh berpendapat tentang keadilan job
grading kita para pelaksana minta diberikan solusi
bagaimana cara mencapai grade yang lebih baik. Saya
mencoba membandingkan dengan upaya para guru untuk
mendapatkan kenaikan pangkat/ golongan. Ada kredit
point yang dapat dicari. Kalo di sana orang bisa
mendapat kredit point dengan menulis makalah, seminar
de el el. Mbok yao kita juga diberikan cara untuk
mencari kredit point. Jangan melulu dari volume kerja.
Karena seperti kita ketahui dipaksakan bagaimanapun
kalo kita ada di type B volume kerja jelas cuma segitu
gitunya. Hampir mustahil meningkatkan volume kerja
kalo inputnya sendiri minim.
Yang terjadi sekarang ini banyak rekan menjerit karena
mereka ditempatkan pada posisi grade terendah dengan
iming iming enam bulan lagi dievaluasi. Ya kalo
naik…lha kalo malah turun kan jadi cilaka tiga belas
buat kita kita. Dari kaca mata saya yang lemot ini
seyogyanya pelaksana ditempatkan di grade tertinggi.
Kalo kinerjanya bagus dipertahankan atau dinaikkan
gradenya, kalaupun nanti terpaksa turun grade secara
emosional tidak akan kaget karena masih masuk di grade tengah. Kalo memang 
keterlaluan, ya silahkan saja
tempatkan mereka di grade terendah. Kalo niatnya mau
menghemat keuangan mbok caranya jangan menekan kami pelaksana yang sudah mau 
kerja keras tapi ditempatkandi grade rendah.
Dalam menghadapi pimpinan, kami pelaksana ini ibarat
timun dihadapkan dengan durian. Kalo kami mencoba
menekan atasan maka kami akan luka karena tertusuk
duri. Apalagi kalo atasan memang berniat menekan kami.
Ya jelas pasti kami bonyok bonyok. Remuk. Wong timun kok ditiban (dijatuhi) 
durian.
Dalam situasi seperti sekarang ini yang bisa saya
lakukan hanya mencoba mengungkapkan uneg uneg lewat puisi, sajak dan 
sejenisnya. Karena terkadang
inspirasi tidak langsung muncul dari dalam hati tapi
juga terpengaruh jeritan, kemarahan dan suara suara
yang saya dengar dan rasakan lewat milis. Saya hanya
mencoba merangkumkan dalam kata kata. Itupun semampu saya…maklum lemot he he he…
Untuk itu saya berterima kasih kepada teman teman
milis yang jadi ikut ikutan melankolis dan puitis.
Sungguh saya sangat meninkmati puisi puisi kalian.
Teman teman mampu mengapresiasikan dengan kata kata yang lebih dalam dan 
bermakna. I raise up two tumb
kata orang jawa. Beruntung saya punya pak Hari yang
mumpuni dalam segala bidang. Bahkan RA Kosasih (saya juga pengagumnya) pun 
beliau kenal betul. Saya juga yakin beliau kenal tokoh tokoh seperti Agung 
Sedayu, Sekar Mirah, Glagah Putih, Kiai Gringsing, Swandaru, Pandan Wangi, Ki 
Gede Pemanahan, termasuk tabiat tabiatnya sebagaimana dituturkan SH Mintardja.

Wuih…saya rasa ini rekor postingan saya. Panjang dan
njelehi. Sebelum temen temen jadi mual, baik saya
akhiri di sini saja dulu. 

Salam Perubahan,
I Love You all
GBU
Harsono BW 




____________________________________________________________________________________
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search 
that gives answers, not web links. 
http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC


Hentikan korupsi dana APBN dengan alasan apa pun.
Hentikan sekarang juga. 
Yahoo! Groups Links





       
---------------------------------
Need a vacation? Get great deals to amazing places on Yahoo! Travel. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke