JOB GRADING DAN SINTEM TUNJANGAN

Semua pihak punya komentar, yang punya grade 15 ke atas berpendapat ini semua 
sangat adil karena sesuai dengan tugas dan tanggungjawab pekerjaan / resiko 
pekerjaan. Sedang yang punya grade di bawah 15, berpendapat bahwa pemberian 
grade tersebut belum adil, karena pemberian grade HANYA berdasarkan senioritas 
( baca : pangkat ) tidak  mempertimbangkan kompetensi  . Saya berani taruh, ada 
beberapa eks.korpel yang tidak faham benar tentang pekerjaan, dan penggunaan 
teknologi informasi ( gaptek) diberi grade tengah dan / atu grade atas , sedang 
pelaksana yang berkompetensi pada pekerjaannya dan menguasai TI, dikasih grade 
bawah. 

Saya tidak iri sama pejabat eselon perihal pemberian grade, karena memang sudah 
seharusnya demikian. Tapi saya hanya berharap, agar para bapak grade 15-16  
belajar menguasai semua pekerjaan dan TI, serta menambah wawasan dengan banyak 
membaca peraturan, UU, baik dari buku-buku maupun dari internet sehingga 
mempercepat mengambil keputusan, karena referensinya banyak. Dan semua 
pekerjaan jangan hanya diserahkan kepada bawahan yang hanya memiliki grade 
paling tinggi 9 ( ...... 2 X ... lho ).

Dan sebaiknya, dalam evaluasi grade dilengkapi dengan " BUKU  CATATAN  PRESTASI 
 PEGAWAI " dalam periode tertentu guna menentukan grade selanjutnya atau 
peninjauan kembali grde ( PK Grade ). Berdasarkan catatan tersebut kemudian 
dipresentasikan, sedang pegawai bersangkutan  DIBERI HAK JAWAB  / HAK PEMBELAAN 
DIRI ......... ini baru bijak dan obyektif namanya.

Buku Catatan Prestasi Pegawai, memuat pekerjaan yang selalu dikerjakan sesuai 
peraturan, tepat waktu, selalu memberikan pelayanan yang baik .... dsb, dan 
juga catatan kegagalan pelaksanaan pekerjaan, indisipliner, pemberian pelayanan 
buruk ........ dsb.

(  Don't see who is, but see what is ............. )

----- Original Message ----
From: ekoadadisini <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, July 30, 2007 10:31:56 PM
Subject: [Perbendaharaan List] hmm..pengen ngasi pendapat


masih aja seru aja nih milis, terutama mengenai Job Grading dan
Remunerasi, kalo boleh saya ingin menyampaikan pengertian yang saya
peroleh mengenai Job Grading dari sosialisasi yang diberikan oleh
kepala kantor saya, selama ini saya melihat postingan mengenai tidak
adilnya Tunjangan yang diberikan kepada Kepala Seksi dan Pelaksana..

saya setuju postingan2 sebelumnya bahwa "keadilan manusia masihlah
dalam taraf relatif karena masih dihitung berdasarkan kepuasan manusia
(yang ga pernah puas :) )"

nah ada suatu kalimat yang saya dapatkan pada sosialisasi tersebut:
"Pemberian Tunjangan / Grade kepada Pejabat dinilai dari besarnya
resiko dan tanggung jawab jabatannya BUKAN pribadi si pejabat!"
jadi kalo temen2 banyak merasa tidak adil karena mungkin pejabat ybs
adalah pejabat yang "G" ya sementara ditahan dulu karena ingatlah juga
bahwa ga semuanya pejabat "G" (berapa sih kita yang berpartisipasi di
milis ini??apa ini mewakili keadaan yang sesungguhnya tentang kinerja
pejabat2 ybs, saya bilang ngga, kita ini cuma para 'sample':) )

saya yakin masih ada pejabat yang kompeten, tidak hanya merintah tapi
juga tahu mengenai teknis dan aturan, dan ga malu2 belajar cuma kalo
jumlahnya sedikit(atau tidak terlalu kelihatan) apa boleh buat?memang
angkatan "tua" masih banyak di Ditjen kita, ya kita juga harus
menghormati mereka (walau terkadang mengkel hehehe...)lagipula mereka
sudah mengalami jauh lebih banyak hal dari kita :)

yang mau saya sampaikan disini, 'Resiko dan Tanggungjawab yang
dipegang oleh atasan kita PASTI lebih tinggi dari kita', bahkan ada
ungkapan di militer bahwa "tidak ada prajurit yang tolol yang ada
adalah Jenderal yang bodoh", jadi marilah kita (semua pegawai DJPB)
dukung Reformasi Birokrasi ini (yang sudah berjalan walaupun masih
pelan), kita hargai niat baik dari big bos kita (red. ibu Sri
Mulyani), dan yakinlah dengan pola berpikir yang beliau anut kebijakan
ini pasti akan melalui tahap evaluasi juga (jadi kalo emang ga
memberikan hasil (outcome) yang lebih baik bukan tidak mungkin
kebijakan ini berubah), begitu pula oleh menteri keuangan
berikutnya.. jadi jangan pandang Job Grading dan Remunerasi ini terlalu
sempit, tapi ini adalah 1 bagian dari Reformasi Birokrasi Keuangan
supaya ga kita PGPS melulu :)

oke, segitu aja 

makan lalap di warung pakde
mohon maap kalo ada salah kate :)

keep rockin' all u DJPB warrior!!!

Salam Damai dari Serui

ESN




Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke