Para Milisi ...
Saya termasuk salah satu pegawai KPPN Percontohan...
Di tengah kesibukan yang menumpuk, saya sempatkan untuk sekedar, menyapa Para
Milisi...dan memberikan masukan kepada Penggagas KPPN Percontohan..
Di hari-hari pertama, betul-betul membuat kita kerja berat.....(Mungkin lebih
berat daripada membuka KPPN baru). Dengan Personil cuma 30 Orang terdiri dari 1
KK, 4 Kasi, dan 25 Staf harus melayani sekitar 300 Satker...tentu saja ini
membuat kita menguras tenaga dan pikiran.....
Banyak sekali kita temui hambatan-hambatan di lapangan...dan tentu saja
banyak Satker yang merasakan Lambannya Pelayanan...karena harus Antri
berjam-jam, Hal ini disebabkan :
1. Tidak adanya Standart Baku Jam Layanan, membuat kita kebingunan
sendiri...sampai jam berapa kita harus melayani Satker..Jam 11..13 atau 15..
2. Kaitannya dengan Jam layanan juga belum jelas. batasan Jam Penerimaan SPM
juga belum ada Patokan......
Harus dibedakan antara Jam Layanan dan Batas Penerimaan SPM, contoh : Jam
Layanan jam 13, kalau Batas Penerimaan SPM jam 13 juga, maka bagaimana dengan
Satker yang baru masuk Jam 12.55??? Padahal yang masuk sebelumnya juga masih
Tunggu Antrian...
3. Selama Pelaksanaan tidak didukung oleh Jaringan Komputer yang memadai,
antara lain :
a. Komputer yang Printer yang digunakan jumlahnya terbatas sekali, sehingga
sulit sekali memenuhi target 1 Jam, (Idealnya 1 Staff : 1 Komputer dan Printer)
b. Kapasitas Server juga tidak mendukung....karena yang digunakan bukan
Khusus Server, tapi PC yang dibuat Server...sehingga sering sekali putus di
tengah jalan...sehari bisa samapai 5 atau 6 kali Putus...
4. Batasan SPM satu jam itu, untuk 1 SPM. Bagaimana Untuk SPM GUP yang
jumlahnya sampai 40 SPM yang masuk secara bersamaan? Ini perlu dipikirkan
juga....
Pak Siswo...Pak Budisan..Bu Anandy..kalau boleh saya memberi Solusi, ada
beberapa hal yang harus kita benahi, kalu kita ingin benar-benar menerapkan
Pelayanan Prima dengan Pegawai yang sedikit:
1. Tentukan Standar Baku yang berkaitan dengan Pelayanan Prima di KPPN
Percontohan...(Beberapa hal belum termuat dalam SOP).
2. Harus ada Pemangkasan Beberapa Prosedur Penyelesaian SP2D, seperti
Pengkartuan Manual (Karwas, Kontrak dan Pegawai) yang dituangkan dalam Aturan
tertulis...Karena semua sudah harus digantikan secara Komputerisasi.
3. Masing-masing Staff harus ada Satu Komputer dan Satu Printer yang
terhubung secara Jaringan, sehingga masing-masing Staff..di Middle Office bisa
melakukan Pengawasan dan Verifikasi SPM, mencetak Konsep dan Net SP2D
sekaligus.....
4. Harus ada SERVER yang betul-betul Server, yang bisa menampung sekitar 30
atau 50 Client..
Pak Siswo, Pak Budisan dan Bu Anandy...Kalau semua itu bisa terpenuhi, saya
yakin tidak sampai 1 Jam SP2D akan selesai. Tidak ada lagi Satker yang
mengeluh...karena harus Antri 2 - 3 Jam dan belum tentu Diterima SPMnya (karena
mungkin masih ada kesalahan...)
Demikian Sedikit Gambaran selam Uji Coba KPPN Percontohan...teman-teman
milisi lain mungkin bisa memberikan tambahan...
---------------------------------
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
Answers
[Non-text portions of this message have been removed]