Mas Setyo yang Utomo,
Meski bukan Pegawai KPPN Percontohan, saya setuju dengan apa yang anda 
sampaikan :
1.  Saya yakin belum ada standar baku dan instan untuk menentukan  bentuk 
layanan pada Kantor anda (apatah lagi kami yang di KPPN yang Mencontoh ini). 
Kami saja yang di KPPN Nyontoh kadang kena 'damprat' petugas satker yg datang 
ke KPPN karena mereka sendiri belum mengerti betul aturan main kita, yang 
memang belum ada 'baku'nya ini. Padahal belum lagi job description buat 
pelaksana dan mantan korpel, yang saat ini bingung mau dijadikan apa (Penyaji, 
pemroses, penelaah, atau pengaji dan pengalah)? Pasti dech Bu Anandi dan Pak 
Siswo lagi bingung...jadi jangan ditanya-tanyain atau diusul-usulin terus donk, 
ntar pusing malah gak jadi2 Standarnya. Hehehe (maaf bercanda).
2.  Saya baru tahu kalo di KPPN Percontohan belum ada server (Lho kok???). Jadi 
Masih server-serveran??? Kaciaaan dech lu....apalagi kalo sampai hang gara2 
Client yang buka dan menggunakan database SP2D banyak sekali.

Tapi mas, itu semua jadi tantangan anda yang sudah lulus test integritas dengan 
iming2 penghasilan yang (mungkin) berlipat daripada yang kami terima di KPPN 
Per-Nyontohan di daerah.  
Hadapi saja, kata Iwan Fals.....
Eh, tapi kalo ntar semua dapat Komputer satu2, siapa donk yang ngantar ke Bank 
SP2D nya? Tapi asyik juga ya, kalo satu kantor ada 30 pegawai dgn 30 komputer. 
Pasti rame tuch.....Hehehehe.  Apalagi satu orang 1 komputer+ 1 printer, udah 
pasti ruameeee....cetak bareng...Kriiik...kriiik...kriiikk....Oke....
Tapi tahukah mas Utomo, saya pernah melihat orang yang bekerja dengan 
determinasi tinggi, bobot yang tinggi, tanggung jawab berat, dan berhadapan 
pula dengan sistem yang kuat....? Tapi tetap memiliki dedikasi yang hebat. 
Penghasilannya mungkin seimbang dengan yang (bakal) anda terima. Mereka bekerja 
di perusahaan2 swasta dengan ancaman "Pecat" jika mereka tidak becus!!! Semoga 
Mas Utomo, dkk diberi ketabahan.
Semoga mas Utomo mendapatkan TKPKN+TTK (Tunj.Tmbahan Khusus). Sedang kami 
mungkin juga dapat TKPKN+TTK.HBS (Titik Habis), gituuuu...
Met Berjuang!

Maaf bila ngelanturnya kesono kemari...



SETYO UTOMO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Para 
Milisi ...
   Saya termasuk salah satu pegawai KPPN Percontohan...
   Di tengah kesibukan yang menumpuk, saya sempatkan untuk sekedar, menyapa 
Para Milisi...dan memberikan masukan kepada Penggagas KPPN Percontohan..
   Di hari-hari pertama, betul-betul membuat kita kerja berat.....(Mungkin 
lebih berat daripada membuka KPPN baru). Dengan Personil cuma 30 Orang terdiri 
dari 1 KK, 4 Kasi, dan 25 Staf harus melayani sekitar 300 Satker...tentu saja 
ini membuat kita menguras tenaga dan pikiran.....
   Banyak sekali kita temui hambatan-hambatan di lapangan...dan tentu saja 
banyak Satker yang merasakan Lambannya Pelayanan...karena harus Antri 
berjam-jam, Hal ini disebabkan :
   1. Tidak adanya Standart Baku Jam Layanan, membuat kita kebingunan 
sendiri...sampai jam berapa kita harus melayani Satker..Jam 11..13  atau 15..
   2. Kaitannya dengan Jam layanan juga belum jelas.  batasan Jam Penerimaan 
SPM juga belum ada Patokan......
   Harus dibedakan antara Jam Layanan dan Batas Penerimaan SPM, contoh : Jam 
Layanan jam 13, kalau Batas Penerimaan SPM jam 13 juga, maka bagaimana dengan 
Satker yang baru masuk Jam 12.55??? Padahal yang masuk sebelumnya juga masih 
Tunggu Antrian...
   3. Selama Pelaksanaan tidak didukung oleh Jaringan Komputer yang memadai, 
antara lain :
   a. Komputer yang Printer yang digunakan jumlahnya terbatas sekali, sehingga 
sulit sekali memenuhi target 1 Jam, (Idealnya 1 Staff : 1 Komputer dan Printer)
   b. Kapasitas Server juga tidak mendukung....karena yang digunakan bukan 
Khusus Server, tapi PC yang dibuat Server...sehingga sering sekali putus di 
tengah jalan...sehari bisa samapai 5 atau 6 kali Putus...
    
   4. Batasan SPM satu jam itu, untuk 1 SPM. Bagaimana Untuk SPM GUP yang 
jumlahnya sampai 40 SPM yang masuk secara bersamaan? Ini perlu dipikirkan 
juga....
    
   Pak Siswo...Pak Budisan..Bu Anandy..kalau boleh saya memberi Solusi, ada 
beberapa hal yang harus kita benahi, kalu kita ingin benar-benar menerapkan 
Pelayanan Prima dengan Pegawai yang sedikit:
    
   1. Tentukan Standar Baku yang berkaitan dengan Pelayanan Prima di KPPN 
Percontohan...(Beberapa hal belum termuat dalam SOP).
    
   2. Harus ada Pemangkasan Beberapa Prosedur Penyelesaian SP2D, seperti 
Pengkartuan Manual (Karwas, Kontrak dan Pegawai) yang dituangkan dalam Aturan 
tertulis...Karena semua sudah harus digantikan secara Komputerisasi.
    
   3. Masing-masing Staff harus ada Satu Komputer dan Satu Printer yang 
terhubung secara Jaringan, sehingga masing-masing Staff..di Middle Office bisa 
melakukan Pengawasan dan Verifikasi SPM, mencetak Konsep dan Net SP2D 
sekaligus.....
   4. Harus ada SERVER yang betul-betul Server, yang bisa menampung sekitar 30 
atau 50 Client..
    
   Pak Siswo, Pak Budisan dan Bu Anandy...Kalau semua itu bisa terpenuhi, saya 
yakin tidak sampai 1 Jam SP2D akan selesai. Tidak ada lagi Satker yang 
mengeluh...karena harus Antri 2 - 3 Jam dan belum tentu Diterima SPMnya (karena 
mungkin masih ada kesalahan...)
    
   Demikian Sedikit Gambaran selam Uji Coba KPPN Percontohan...teman-teman 
milisi lain mungkin bisa memberikan tambahan...  
    
 
 ---------------------------------
 Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo! 
Answers
 
 [Non-text portions of this message have been removed]
 
 
     
                       

       
---------------------------------
Choose the right car based on your needs.  Check out Yahoo! Autos new Car 
Finder tool.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke