Kan Dedi, Kalo semua pejabat (Presiden, Wakil Presiden, DPR, dsb) ikut ngantre....tentu negara ini sudah teramat parah miskinnya.... Na, kalo semua pejabat "Basa-basi" ngantre....jelas tidak akan menyelesaikan masalah yang sesungguhnya yg lebih kompleks...hanya akan bikin kita tertawa saja (lha Presiden lapor ke Kapolri saja dicemooh apalagi ngantre...).
Hal yang seharusnya dilakukan adalah, bertindak tegas thd aparat yang menyebabkan kenapa rakyat harus ngantre minyak ...sedangkan negara kita produsen Minyak???? Tanya kenapa.... Yang lebih penting, Pejabat2 itu tidak sekedar seremonial saja "anti ANGPAO", tetapi semua "angpao" yang pernah mereka terima juga harus dikembalikan kepada rakyat (silakan saja kalo masuk rek.kas negara dengan nama samaran atau terang2 an), karena semua itu hasil korupsi yg telah 'melembaga' sejak ORBA (termasuk Bos2 kita di KPPN lho mas...terima dari Bank, Bendahara, dsb (sementara banyak yg berpikir itukan honor dari Bank, dst). Ada cerita lho mas, seorang pejabat mengembalikan "Beberapa Puluh juta" sumbangan dari KOLEGA karena perkawinan anaknya....dan 'hanya' mengambil beberapa juta saja..... Bukan itu (saja) yang kita mau, apa yang telah dia nikmati selama pra-reformasi ya harus dilaporkan...... Masalah hidup susah, kang, waktu kecil (Kelas 5 SD) saya gak cuman antre minyak mas, jadi tukang parkir di pinggir jalan sambil menutupi Motor dan sepeda.....dapet duit 100 perak buat jajan sampai jadi Tukang ambil bola orang main tenis lapangan, serta jualan kacang di alun2 sdh aku lalui.... Dan mengenai concern saya thd kemiskinan, banyak pengalaman menarik ketika masih aktif di LSM Dakwah di Surabaya yang konsentrasi kepada pemberdayaan Infak, zakat dan shodaqoh, ternyata mampu memberdayakan ekonomi masyarakat tanpa bantuan Pemerintah.Masyarakat tersebut (karena ZIS) bisa mandiri.....(bayangkan hal seperti ini didukung oleh kondisi pemerintahan yang baik dan penuh perhatian kepada rakyat kecil). LSM yang kami geluti bukan pula sekedar LSM-BP (Lembaga Selalu Me-Nebeng Bantuan Pemerintah), yang hidup dari bantuan2 pemerintah untuk rakyat kecil di pedesaan.......Kang Dedi tentu bisa melihat LSM2 seperti itu....(Program2 Pengentasan Kemiskinan, Masy Pesisir, PPK dst). Coba LSM2 semacam itu tidak dilibatkan, pasti teriak kpd pemerintah bukan? Jadi masalah korupsi dan akibat buruk korupsi itu kompleks kang..... Kita yang tahu dan hanya bisa 'mendiskusikan' kemiskinan jelas dituntut untuk " MELAWAN" ketidakadilan dg tindakan nyata..... Jangan mlongo saja kalo ada yg tidak beres di kantor anda..... Misal, Kalo jadi Panitia Pengadaan berlaku jujur dan adil-lah....jangan mau dipesan ini..itu sama atasan kita.... (Heheheehhe.....Saya beberapa saat yg lalu jadi KETUA PANITIA PENGADAAN PRASARANA FISIK di ktr saya, karena saya laksanakan prinsip "Wala yajrimannakum syana'anuu qaumin 'ala alaa ta'dillu... I'dilluuu..huw aqrobi lit taqwa" jadi bulan2 nan orang lain, Pers, LSM, bahkan fitnah disana-sini. Jadi kesimpulannya semua masyarakat kita memang msh byk yg tdk rela kalo kita jujur!!!) So, jangan takut dengan KEDZOLIMAN MAS.....daripada dineraka kelak kita dibakar dengan api neraka kemunafikan!!! dedi cahriadi <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Mas DJOKO BREWOK LEBAT BANGET apa ngak pernah ngikut ngantri minyak tanah.... Saya menitiskan air mata liat rakyat indonesia sekarang ini begitu sooooeeeelit mendapatkan Minyak Tanah (MT) sehubungan konversi MT ke Gas... Susah ya kasian lho rakyat kita, padahal biaya sosialisasinya pasti dinikmati oleh para panitia, narasumber (yang jelas2 bukan rakyat miskin yang ngantri MT)... Paradoks.. Harga Sosialisasi dengan harga antrian lebih besar yang menikmati sosialisasinya... Inget proyek JPS .. katanya untuk rakyat miskin tapi penikmat sejati dana JPS bukan rakyat miskin.. tapi pejabat2 lah... dari honornya..monitoringnya dll... Sedih negeri ini kok kaya gini ya.... Rakyat jadi objekan... Kita memang bangsa yang tukang ngobyek mencari kesempatan dalam kesempitan... Tujuannya bagus hasil memble.... Mau bagaimana bisa STOP atau Lawan lah wong udah dari Sononya begitu, Ayo pejabat belajar ngikut ngantre MT dong, rasakan aja bagaimana pegelnya ngantri.... ----- Pesan Asli ---- Dari: Djoko Brewok Lebat Banget <[EMAIL PROTECTED]> Kepada: [email protected] Terkirim: Rabu, 22 Agustus, 2007 8:11:38 Topik: Re: Semoga kita salah dengar....Re: Hal: [Perbendaharaan List] STOP AMPLOP SEKARANG JUGA...!!! Mas Antonz, kalo kita bicara solusi..... Pasti yang muncul adalah hegemoni.... ..(bukan su'udzon lho!) Penegakan disiplin sebagai solusi selama ini selalu berasal dari Hegemoni alias Hubungan antara Dominasi dan Sub Ordinat!!! Jadi Jika sebuah pelanggaran untuk kepentingan Atasan kita, seringkali hukuman di'eliminir' alias hilang. Apalagi pelanggaran itu yg melakukan adalah Bos2 kita sendiri.... Nah, saya hanya ingin menyarankan : LAWAN! Bukan sekedar STOP (untuk diri kita sendiri)! Memang bagus, STOP bagi semua.... Minimal kita tidak meladeni keinginan Bos2 yang hanya ingin mencari muka pada atasannya, dst. Misal, kalo anda bendahara diminta menyisihkan DANA TAKTIS, ya gak usah diladeni. Ada Kakanwil datang, gak usah di BAYARI HOTELNYA (biar bayar sendiri), diladeni apa adanya saja seperti teman2 kita lainnya. Ada pejabat datang, tak usah lah dikasih cindera mata berlebihan!! ! Toh, teman kita datang ya cuman kita ajak makan, gak lebih. Gitu lho mas. BUkan gak ada solusi (malah terkesan SHOCK TERAPI)!!! Khan udah aku ceritakan di 'Reply-an" ku sebelum ini....betapa perjuangan untuk ini sudah kami lakukan sejak awal 90-an...dst. Eh, aku udah sholat lho. Air wudhuku sudah membasuh ilerku....dan semua debu kemunafikan. ...insya Allah. Idfa'....(Pertahank an!!!) Wa jahiduu fillahi Haqqa Jihaadihi... ......... antonz porntonz <treasurontz@ yahoo.com> wrote: jadi harusnya gmn dong??klo iwan fals aja cuma bisa nyanyi gak mau jadi presiden, klo mas brewok aja akhirnya cuma bisa ngirim messages and ketawa, yang sebelumnya gak pernah posting mutusin apa dong demi kemajuan eksistensi DJPBN pd umumnya?? mas ilernya beneran keluar?nempel di jenggot tuh..shalat dulu gih biar gak kebawa nafsu...:D febrian 'prontz' anggaran 2004 Djoko Brewok Lebat Banget <brewokbanget@ yahoo.com> wrote: Heheheheheehe. .. Semoga kita salah dengar atau lihat mas Zaki Zaidan..... Kalo Benar yang ikut2 an tanda tangan menyetujui pembelian kapal keruk tadi adalah salah satu pejabat di DJPB, so Pasti sang pejabat itu sudah dapat Grade besar lho...... Udah dapat 'tips' besar...dapat TKPKN besar lagi.... Trus, setiap hari kita yang pelaksana dan mantan korpel ini di 'suguhi' ancaman "Penegakan Disiplin"!!! Ancaman hukuman, dst....... Sementara para pejabatnya tetap DISELIPIN... . ck...ck...ck. ..ck..sluurrp. ..(sampe keluar ilerk ------------ --------- --------- --- Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search that gives answers, not web links. [Non-text portions of this message have been removed] <!-- #ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;} #ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, sans-serif;} #ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;} #ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;} #ygrp-text{ font-family:Georgia; } #ygrp-text p{ margin:0 0 1em 0;} #ygrp-tpmsgs{ font-family:Arial; clear:both;} #ygrp-vitnav{ padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;} #ygrp-vitnav a{ padding:0 1px;} #ygrp-actbar{ clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;} #ygrp-actbar .left{ float:left;white-space:nowrap;} .bld{font-weight:bold;} #ygrp-grft{ font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;} #ygrp-ft{ font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666; padding:5px 0; } #ygrp-mlmsg #logo{ padding-bottom:10px;} #ygrp-vital{ background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;} #ygrp-vital #vithd{ font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;} #ygrp-vital ul{ padding:0;margin:2px 0;} #ygrp-vital ul li{ list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee; } #ygrp-vital ul li .ct{ font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;} #ygrp-vital ul li .cat{ font-weight:bold;} #ygrp-vital a { text-decoration:none;} #ygrp-vital a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor #hd{ color:#999;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov{ padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;} #ygrp-sponsor #ov ul{ padding:0 0 0 8px;margin:0;} #ygrp-sponsor #ov li{ list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;} #ygrp-sponsor #ov li a{ text-decoration:none;font-size:130%;} #ygrp-sponsor #nc { background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;} #ygrp-sponsor .ad{ padding:8px 0;} #ygrp-sponsor .ad #hd1{ font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;} #ygrp-sponsor .ad a{ text-decoration:none;} #ygrp-sponsor .ad a:hover{ text-decoration:underline;} #ygrp-sponsor .ad p{ margin:0;} o {font-size:0;} .MsoNormal { margin:0 0 0 0;} #ygrp-text tt{ font-size:120%;} blockquote{margin:0 0 0 4px;} .replbq {margin:4;} --> ________________________________________________________ Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! http://id.yahoo.com/ [Non-text portions of this message have been removed] --------------------------------- Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows. Yahoo! Answers - Check it out. [Non-text portions of this message have been removed]
