Penuturan Pekerja Indonesia Yang Selamat Dari Tragedi WTC

New York, Kamis


Beberapa orang Indonesia yang bekerja di Gedung World Trade Center (WTC) 
mengkonfirmasikan, mereka selamat dari tragedi "Selasa Pagi", demikian 
menurut informasi yang dihimpun wartawan Antara di New York.

Anton Hartanto, 23, yang bekerja di sebuah perusahaan yang berkantor di 
lantai 103 Gedung WTC sebelah utara, mengatakan bahwa dirinya selamat.

Dia mengatakan, dirinya sedang berada di rumah di wilayah New Jersey ketika 
teroris menyerang WTC.

Anton mengungkap, baru saja akan meninggalkan rumah ketika menyaksikan 
tragedi itu dari tayangan televisi. Anton sendiri telah bekerja di tempat 
tersebut selama tiga tahun. 

Nelson Sihombing, 45, asal Kisaran, Sumatera Utara, bekerja di retoran 
"Window of the World" di lantai 107 juga gedung WTC sebelah utara. Ayah tiga 
anak ini mengatakan, dirinya sedang berada di rumah ketika tragedi 
berlangsung. Anton kebetulan masuk shift sore pada hari itu.

Namun dia juga amat berduka karena kehilangan dua sahabat karibnya yang 
berkebangsaan Bangladesh dan Kolumbia. Keduanya, kata Nelson, masuk kerja 
pagi di restoran itu.

Bambang Priyatno, karyawan Marriot Hotel yang berlokasi di lantai dasar 
gedung WTC. Priyatno mengaku amat trauma oleh bencana itu.

Priyatno berkata, dirinya baru saja tiba di hotel tempat dirinya bekerja saat 
pesawat Boeing menubruk gedung WTC. Dia segera menyelamatkan diri bersama 
orang-orang lainnya dengan berlari sekencang-kencangnya.

"Saya tak punya pikiran lain kecuali berlari dan berlari. Saya meninggalkan 
semua milik saya. Saya betul-betul amat sedih," ungkap lelaki yang pernah 
tinggal di Jakarta dan kini menikah dengan wanita Amerika itu.

Konsulat Jenderal Indonesia di New York mengaku menerima telepon dari 
perusahaan minyak swasta Uncoal di Jakarta yang menginformasikan bahwa ada 
karyawannya yang bernama Budi Indrajaya dan istrinya, Setioning Pangestu, 
yang kemungkinan sedang berada di dekat lokasi gedung WTC.

Pasangan suami istri itu dilaporkan sedang berjalan-jalan pada malam hari di 
Club Quarters di William Road, yang lokasinya tidak begitu jauh dari WTC.

Konsulat Jenderal belum bisa memberikan informasi mengenai nasib dua orang 
Indonesia itu.

"Kami tak dapat masuk ke lokasi bangunan yang runtuh itu, sementara dari 
beberapa rumah sakit kami juga belum menerima informasi tentang para korban 
tragedi WTC. Tetapi kami akan terus bekerja mencari informasi," ungkap juru 
bicara Konsulat Jenderal RI, Daulat Pasaribu.

Sejauh ini, pemerintah Indonesia hanya menerima satu laporan mengenai korban 
tewas berwarganegara Indonesia bernama Eric Samadikun, 20, putra konglomerat 
Samadikun Hartono yang jadi penumpang pesawat American Airlines yang menabrak 
gedung WTC pada Selasa pagi itu.(Ant/jy)



Reply via email to