Rekan Permias Yth, Berikut akan saya sampaikan 2 email tentang masyarakat Indonesia di New York yang telah diinformasikan sebelumnya oleh rekan Anto Mohsin. Arya Indrathama Subj: [forum] Berita dari New York Date: 9/12/01 5:49:04 PM Mountain Daylight Time From: [EMAIL PROTECTED] (Anto Mohsin) Reply-to: [EMAIL PROTECTED] To: [EMAIL PROTECTED] (Permias Forum), [EMAIL PROTECTED] (Persatuan Pelajar Indonesia) Salam Permias, Menyambung email uda Firdaus, saya ingin menyampaikan berita sedikit dari New York yang saya dapatkan dari teman-teman. Alhamdulillah, semua teman-teman dekat saya yang bekerja dan kuliah di Manhattan (yang telah saya dengar kabarnya) berada dalam keadaan baik-baik saja. Saya kebetulan sedang berada di Albany. Menelpon ke New York City waktu itu susah sekali, baik lewat cellphone, telp biasa atau pakai kartu telpon. Komunikasi lumpuh, karena volume yang memakai jaringan wireless communication jadi banyak di NYC. Ada dua teman saya yang bekerja di WTC. Satu namanya Denny Soemeri (abang dari Ketua Permias NYC, Setio Soemeri). Dia bekerja di lantai 9, tapi saya dengar kabar, alhamdulillah tidak apa-apa. Dugaan saya, Denny berhasil keluar dari gedung. Satunya lagi Donny Wisnu bekerja di lantai 84, 89 atau 90 (tepatnya kurang tau dimana). Alhamdulillah teman kita satu ini masih dilindungi Tuhan, dan tiba telat dari biasanya di tempat kerja hari itu. Jadi belum sempat masuk ke WTC, sempat melarikan diri. Begitu kabarnya yang saya dengar. Tiga teman saya yang tinggal di apt di Battery Park, tidak jauh dari WTC, berhasil mengevakuasi apt mereka dan bergabung bersama beberapa teman yang sedang bekerja di Manhattan untuk jalan kaki ke Queens melalui Brooklyn Bridge, karena subway system dihentikan total. Tubuh mereka penuh debu ketika sampai dan terpaksa menginap di rumah teman di Queens. Group kedua teman-teman di NYC menyusul jalan kaki pulang. Salah satu teman kami, Denny Ridza (mantan Sekretaris PNYC 96/97) yang kebetulan sedang bekerja di New Jersey hari itu, terpaksa menginap di rumah teman sekerja karena tidak bisa pulang. Begitu berita yang saya dengar sampai saat ini. Saya ikut menyesalkan peristiwa tersebut. Semoga warga Indonesia yang diberitakan meninggal diterima di sisi Tuhan sesuai amal perbuatannya, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Di saat spt ini, kita dapat turut menujukkan solidaritas kemanusiaan dengan ikut menyumbang darah ke Palang Merah Amerika. wassalam, Anto Mohsin
