Bung Panut,
Terima kasih atas tanggapannya.
Bolehkah saya menambahkannya dengan betapa pentingnya
RUU POLITIK yang kini tengah 'dimainkan' oleh para
anggota Dewan yang terhormat ?
Kita tahu tageted datenya adalah 2 hari lagi, dan
kita juga tahu bahwa UU Politik ini yang akan memegang
kunci keberhasilan Pemilu nanti. Oleh sebab itu
marilah kita doakan agar anggota Dewan (meskipun hasil
Pemilu-pemiluan) dapat dibukakan pintu hatinya untuk
memperjuangkan UU Politik yang aspiratif dan jurdil.

UU Politik ini yang akan sangat menentukan apakah
Pemilu nanti akan berhasil dan diakui serta didukung
oleh seluruh rakyat Indonesia.

Salam,
bRidWaN

---------
At 16:43 25/01/99 -0800, Panut Wirata wrote:
>Saudara sekalian:
>
>  " Yang penting, siapapun yang menang nanti, asalkan melalui
>  Pemilu yang 'jurdil', haruslah kita dukung. Tidak perduli
>  siapa yang kalah, atau yang menang.  Salam, bRidWaN"
----
>Pernyataan Bung Bridwan di atas adalah ungkapan dari pemahaman
>sikap demokratis.  Konsekuensi dari proses demokrasi, yaitu
>hasil dari voting, balot,pemungutan suara, dsb dalam peristiwa
>apapun baik rapat RT, rapat organisasi,  atau bahkan Pemilu
>harus didukung oleh segenap pengikut proses tersebut.
>Tidak perduli kalah atau menang harus mendukung hasil dari
>proses demokrasi tersebut.
>  Seringkali kita mendengar pernyataan demi pernyataan bahwa
>si A tidak reformatif, si B tidak demokratis dsb tapi kita tidak
>benar-benar tahu bagaimana sikap yang demikratis itu.  Pejabat A
>bilang bahwa si B tidak etis sebab berkata cuap-cuap-cuap.
>Namun tidak jelas etika mana yang dipakai. Pemuka agama
>menasihati supaya umatnya berbuat baik, tidak berbuat dosa,
>namun tidak jelas perbuatan yang bagaimana yang baik dan
>bagaimana yang dosa itu. Presiden menyarankan agar masyarakat
>tetap menjaga kesatuan dan persatuan, tapi bagi seorang
>individu bagaimana caranya menjaga kesatuan dan persatuan.
>Seringkali pesan diberikan tanpa kejelasan dan karena itu
>tidak efektif.  Mungkin kita perlu lebih jelas dengan memberikan
>contoh dan definisinya dalam memberikan penjelasan. Seruan dari
>Ciganjur sangat bagus sebab seruan itu jelas dan orang dapat
>mempraktekkannya.
>Berkaitan dengan reformasi dan demokrasi, mungkin perlu dipikirkan
>untuk membuat daftar dari sikap/praktek demokratis versus sikap
>tidak demokratis, sikap reformatis dan sikap tidak reformatif.
>Untuk memulainya, sikap demokratis adalah seperti yang diungkapkan
>oleh Bung Bridwan, yaitu mendukung hasil pemilu (bila dilaksanakan
>dengan jujur, adil, umum, langsung, bebas, rahasia dari orang
>yang mempunyai hak pilih dan mau menggunakan hak pilihnya, dll).
>Sedangkan sikap yang tidak demokrasi adalah tidak mengakui hasil
>pemilu bila partainya tidak menang, lalu mengancam dan membuat
>kerusuhan.
>
>Wassalam,
>PPWW

Kirim email ke