Saya menghimbau masyarakat untuk tidak terpancing dan hendaknya menyaring berita-berita yang beredar, baik dari pihak asing maupun yang dimuat oleh kalangan media massa dalam negri. Dalam menuju daripada reformasi yang kita idam-idamken, dan yang telah diperjuangken oleh seluruh rakyat Indonesia, tentunya pengorbanan tak dapat dihindarken. Perjuangan ini hanya dapat kita capai dengan jerih payah kita sendiri, dan bukan bantuan dari pihak asing. Hindarilah pertentangan antara sesama bangsa. Perbedaan bukanlah untuk di cari dan dijadiken daripada batu sandungan melainken dijadiken daripada batu loncatan maupun cambuk untuk terus maju... Oleh karena itu hendaknya kita musi waspada dan mawas diri dalam memperjuangken masa depan Indonesia. ! ! ! ! ! :-D :-D Mohon tanggapan......apa semakin cocok buat jadi pejabat? Pandir calon pejabat era repormasi dan propokator di balik layar djoko raharto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Ian anda dulu ngomong kalau diambon/timor-timur tidak ada eksodus, itu sesuai percakapan anda dengan wartawan CNN, si maria reza. kenyataannya kemarin ada tayangan khusus di TV, dan terlihat jelas ada ribuan yang eksodus ada wawancaranya lagi, juga media masa lainnya selalu memberitakan hal yang serupa. Selain itu, sesuai konfirmasi teman-teman saya yang ada di KC ambon memang mengiyakan kalau terjadi eksodus, bahkan keluarganya sudah dikirim ke Jawa dan untuk sementara mereka tinggal dikantor. Maksudnya apa sih koq selalu berkata hal yang berbeda dengan fakta, pakai nama-nama wartawan asing lagi..apa kalau begitu kelihatan hebat payah bener...???? Sudahlah, tidak perlu bercerita bohong pakai nama orang asing lagi. Hemat tuh pulsa telpon kantor!!! >From: Ian <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]> >To: [EMAIL PROTECTED] >Subject: Re: Baca lagi ! >Date: Tue, 9 Mar 1999 10:20:15 +0700 > >On Mon, 8 Mar 1999, Mohammad Rosadi wrote: >deleted.. >> Telah berulangkali wartawan asing menunjukkan kebohongannya dalam >> membuat berita. Tidak perlu disebutkan "berita-berita sampah" yg telah >> berhasil mereka sebarkan ke seluruh pelosok dunia, hanya demi menaikkan >> oplag atau popularitas surat kabarnya (atau karena kebenciannya pada >> suatu pihak lain..?). > >email anda sudah dimulai dengan suatu prejudice (prasangka) > >> Cuplikan wawancara diatas (jika benar) tidak membuktikan apa-apa. >> Tidak salah jika presiden PK (Nur mahmudi) dan staffnya mengatakan >> demikian,karena kan bantuannya memang untuk rakyat maluku yg tertindas. >deleted.. > Jadi ya jangan berprasangka buruk dulu >> atuh......:-) >> >deleted... > >bung rosadi, >tidak ada prasangka buruk dalam email saya yang original..yang ada >hanyalah suatu kesimpulan atas sebuah event. Kalau saja Nur Mahmudi >menceritakan hal yang anda ceritakan di atas, tentu itu akan jauh lebih >jujur dan lebih mulia. > >> Ah....kita liat saja nanti siapa sebenarnya yg berbohong. Berbohong >> tidaknya seseorang biasanya terlihat dari kualitas >> pribadinya.Membandingkan pribadi orang asing seperti sander thoenes >> dengan orang-orang PK yg santun dan religius(merasa selalu diawai oleh >> Allah swt), tentunya tidaklah terlalu sulit...:-) > >Bung rosadi, diatas anda menyarankan agar jangan berprasngka buruk dulu, >tapi disini nyata2 anda telah berprasangka buruk terhadap sander. >Inikah pribadi muslim ? >Yang dengan congkaknya secara implisit menyatakan bahwa orang2 asing >kepribadiannya adalah lebih buruk dari orang2 PK. >And I thought ONLY GOD knew which person is better than >another. >Disini anda sudah menerapkan rasisme, or at least generalisation, >bahwa semua orang asing adalah seperti yang anda bayangkan. >(btw, anda berada di USA bukan ? what a hypocrisy... :) >and anyway, the issue here is NOT whether Sander subscribe >one's idea of how a pious person should be, but how he does >good (honesty and impartiality) job as a journalist. >(oh btw, Sander bisa saja seorang muslim....) > >Hal seperti inilah yang pernah saya kemukakan dalam milis ini, >bahwa masih ada saja orang2 yang jauh lebih mementingkan >lambang2 dan simbol2 agama daripada nilai2 agama itu sendiri, >bahkan seolah2 lambang2 dan simbol2 itulah yang harus disembah, >dan bukannya Tuhan mereka. > > >> >> Mengenai keberpihakan, tentu tidak ada salahnya, selama yg >> dipihaki(dibela) adalah kebenaran dan keadilan, bukanya oplah atau >> popularitas belaka. > >Sebenarnya sih, saya tidak begitu mempermasalahkan keberpihakan. >Yang lebih saya masalahkan adalah kejujuran (seperti yang dikatakan >seorang wakil PK tadi malam di TPI : PK berusaha untuk mendekatkan >antara perkataan dan perbuatan). Saya sadar bahwa voters yang >diharapkan PK adalah voters dari orang muslim, jadi wajar saja apabila >PK menunjukkan keberpihakan. (hal inilah yang membikin saya skeptis >terhadap partai politik yang menggunakan agama sebagai platform, >yang bisa menunjukkan unsur keberpihakan, padahal Indonesia >adalah negara plural). > >Inti dari original posting saya adalah bahwa event dimana ketua PK >telah menunjukkan indikasi tidak jujur membikin saya tidak bisa >percaya 100% pada laporan PK dari Maluku. > > > >> Ya...pantas saja anda lebih percaya pada si sander thoenes, belum >> apa-apa saja sudah berprasangka....:-) > >hehehe... kita sama2 berprasangkanya yah ? :) > >Salam, >Ian > >ps. sekali lagi saya ingatkan bahwa anda bisa confirm dan verify >langsung ke nur mahmudi mengenai interview, jadi supaya anda >tidak menuduh sembarangan :) >pps. semoga email saya ini bisa clears understandings that may/may >not have existed. > Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com ____________________________________________________________________ Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
