Salam Pramoedya!
Wah, saya baru tahu kalo tulisan saya "terforward" ke Permias-Lists.
Maklum, saya cuma menulis di [bincang]. Jarang2 juga baca milis
disini...:-). Thanks buat Bung Rosadi yang pendukung "PK" itu ya?
Tapi, sekelumit penjelasan untuk Bung Blucer begini (kesan saya dari
hasil pembicaraan dengan Bung Pramoedya di GWU, Washington DC).
(1) Pada saat tragedi berdarah, Sabtu: 27 Juli 1996 di Jalan Diponegoro
-- yang jadi markas PDI-P waktu itu, sebenarnya kan banyak juga
anak-anak anggota PRD yang diketuai oleh Budiman Sujatmiko, yang
memberikan dukungan langsung kepada kelompok PDI-nya Mbak Mega.
Mereka2 banyak yang ikut terjun melakukan demo mendukung Mega secara
langsung.
Jadi, kelihatannya, menurut "logika"-nya Bung Pramoedya: Lha Budiman
Sujatmiko ini masuk penjara kan justru karena mendukung PDI-Mega pada
peristiwa 27 Juli 1996 itu, tapi kok yang didukung samasekali nggak
memperhatikan anak-anak PRD yang akhirnya jadi "korban"....
Ini kelihatannya yang menjadi kekecewaan & kejengkelan Bung Pram. Kok
bisa2nya Mega samasekali nggak pernah nengok pendukungnya yang jadi
korban fitnah kasus 27 Juli itu, walaupun memang mereka memakai bendera
PRD -- bukan bendera PDI, begitu... Kok jadinya malah yang mendukung
mereka Romo Sandyawan.
(2). Tampaknya Pak Pram ini kecewa juga, kenapa selama ini keluarga
Bung Karno seperti lari dari sejarah bahwa dulu PKI-lah yang paling
setia mendukung ayah mereka. Jadi, ketika PKI dijadikan "bulan-bulanan"
eh...malah "tahun-tahunan" ORBA kok nggak ada rasa simpati kepada
keluarga PKI dari pihak Mbak Mega & keluarga Soekarno terhadap para
keluarga PKI yang telah menderita & tertekan lahir & bathin. Jadi
wajarlah kalau beliau (Pak Pram) ini merasa amat sangat kecewa sekali,
kok anaknya lain sekali dengan ayahnya. Padahal selama ini kan mereka
sudah "pasrah bongkokan- mati hidup atau pejah gesang nderek Bung
Karno"...
Itu yang kelihatannya membuat gusar Bung Pram waktu diskusi di George
Washington University atas undangan Dept. of Anthropology (Jumat: 9
April lalu). Tapi ya itu pendapat pribadi Pram lho...jadi ya sangat
subyektif sekali tho?
Terus yang ini sih komentar saya pribadi: saya rasa kok tak sepenuhnya
betul juga kalau dibilang Mbak Mega sudah lepas dari "bayang-bayang"
Soekarno. Soalnya: Mbak Mega ini kan masih saja tetap memakai nama
Soekarno, instead of memakai nama "Taufik Kiemas" suami beliau sendiri.
Padahal, kebanyakan wanita lain di Indonesia, dan juga dimana saja,
para wanita kalau menikah biasanya memakai nama (last name) suaminya --
Hillary Clinton, Corry Aquino, etc. Rak iya tho?
Salam,
~yo
--- Blucer Rajagukguk <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Sejauh pengetahuan saya baik megawati, amien rais,
> gus dur, dan didin
> syamsudin atau anis matta bahkan akbar tanjung
> sendiri memang tidak
> pernah mengunjungi Budiman, apalagi memberikan
> segelas teh. Jelas saja
> Pram tidak suka kepada semua yang saya sebutkan
> diatas :), dan lebih
> memilih Budiman yang sejalan dengan pemikirannya.
> Saya kira pemikiran Pram atas Megawati wajar saja
> dan ini membuktikan
> bahwa bekas Soekarno sebenarnya sudah pudar pada
> diri megawati, dan
> pamornya lebih tergantung kepada posisinya sekarang
> daripada sebagai
> bayangan soekarno.
> peace (bukan kue lapis :)
>
> Mohammad Rosadi wrote:
> >
> > >---------- Forwarded message ----------
> > >Date: Mon, 12 Apr 1999 08:24:27 -0400 (EDT)
> > >From: Priyo Pujiwasono
> <[EMAIL PROTECTED]>
> > >To: [EMAIL PROTECTED]
> > >Cc: [EMAIL PROTECTED],
> [EMAIL PROTECTED]
> > >Subject: Re: [bincang] PRAM tentang Megawati
> > >
> > >
> > >On Sat, 10 Apr 1999 [EMAIL PROTECTED] wrote:
> > >> Bung Priyo, kok Anda nggak tulis komentar Pram
> soal Megawati dan
> > PDI-P?
> > >> Padahal Anda tadi khan-- disela ketawa-ketawa
> tadi-- juga denger
> > dia
> > >> ngomongin Mega. Hayo?!
> > >> Salam,
> > >> ramadhan pohan
> > >> (bukan siapa-siapa)
> > >> # # #
> > >
> > >Bung Ramadhan...
> > >(Baiklah, karena ini kata Pram tidak untuk
> konsumsi pers--off the
> > record,>saya rasa tak apalah kalau saya tulis
> untuk konsumsi milis
> > bincang) >Bagi yang ingin tahu Pram sebagai Pram,
> perlu disimak
> > pendapatnya tentang >Megawati Soekarno (Ketua Umum
> PDI-P) dalam
> > diskusi di GWU, Jumat >(04/09/99).
> >
> > >Seorang teman saya, wartawan di DC..:-), dalam
> kesempatan diskusi
> > dengan >Pram sempat bertanya begini:
> > >* Kalau Bung Pram seorang Soekarnois, kenapa
> justru jadi pendukung
> > PRD-nya >Budiman Sujatmiko -- instead of menjadi
> pendukung PDI-
> > Perjuangan?
> > >(Berhubung Pak Pram agak kurang jelas
> mendengarnya, pertanyaannya
> > saya >pertegas lagi: kenapa sih Pak Pram nggak mau
> mendukung
> > Megawati?)
> > >
> > >Dengan raut muka yang serius dan bersungut-sungut
> Pram menjawab:
> > >"Megawati? Saya tidak mungkin mendukung dia. Dia
> itu apa?
> > >Dia telah menghianati ayahnya sendiri. Apa yang
> telah dia lakukan
> > untuk >barisan pendukung ayahnya yang selama ini
> "disiksa" rejim
> > Orba? (mungkin >maksudnya eks Napol/Tapol PKI).
> Dia itu bukan
> > pemimpin. Dia meninggalkan >pendukung ayahnya
> hanya untuk jadi
> > anteknya Soeharto. Kenapa dia mau >menjadi anggota
> Dewan (DPR),
> > karena ya mau duit, mau rumah, mau jadi >anteknya
> Soeharto itu. Juga,
> > ketika Budiman -- dan anak-anak PRD kena >fitnah
> kasus 27 Juli 1996
> > (peristiwa perampasan kantor PDI-P di Jl.
> >Diponegoro, red.), apa
> > yang dilakukan Mega?
> > >Jangankan kasih dukungan moral atau menengok
> Budiman di penjara,
> > enggak >samasekali!,...lha wong mengirim segelas
> teh aja nggak pernah
> > untuk >Budiman dan anak2 PRD!"
> > >
> > >Selanjutnya, teman saya mempertegas lagi
> pertanyaannya:
> > >* Tapi kan tekanan/ancaman yang dialami Mega
> selama rejim Orba kan
> > juga >besar?
> > >Pram menjawab:
> > >"Tekanan/ancaman apa itu dibandingkan dengan
> ribuan pendukung
> > ayahnya yang >dibunuhi/disiksa? Nonsense kalau
> dibilang ancaman, apa
> > dia pernah masuk >penjara? Masuk penajara juga
> nggak pernah, malah
> > enak2 jadi anggota Dewan.
> > >Dia itu samasekali belum teruji oleh sejarah.
> > >Beda dengan Budiman Sujatmiko. Dia malah bisa
> memimpin
> > organisasi/partai >-- Partai Rakyat Demokratik
> atau PRD -- dari dalam
> > sel/penjara."
> > >(Budiman Sujatmiko, yang usianya mungkin baru
> kurang dari 25 tahun,
> > memang >masih dipenjara sampai sekarang, sejak
> kasus tertuduh menjadi
> > dalang >kerusuhan 27 Juli 1996 -- PDI-Perjuangan
> waktu itu).
> > >
> > >Demikian sekilas pendapat Pram tentang Megawati.
> Sekali lagi,
> > pendapat >Pram tidak mencerminkan saya sependapat
> dengan dia.
> > >
> > >Salam,
> > >~yo
> > >(bukan pendukung PRD)
> > >
> > >PS.:
> > >Bung Ramadhan Pohan tolong ditambah atau
> dikurangi kalau ada yang
> > salah
> > >atau kurang. Maklum, anda yang merekamnya kan?
> Thanks!
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
>
>---------------------------------------------------------------------
> > --------
> > >To subscribe: send a blank email to:
> [EMAIL PROTECTED]
> > >To unsubscribe: send a blank email to: bincang-
> > [EMAIL PROTECTED]
> > >This mailing list sponsored by
> http://www.webIndonesia.com
> >
>
>---------------------------------------------------------------------
> > --------
> > >
> >
> >
> ______________________________________________________
> > Get Your Private, Free Email at
> http://www.hotmail.com
>
_________________________________________________________
Do You Yahoo!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com