Rasanya kalau Voting, suara yang terbanyak deh yang menang !

Kalau soal Mayoritas, itu lain lagi. Mayoritas pasti menjamin
kemenangan dalam proses voting. Percayalah !

Mayoritas ini yang tengah kita kejar, terutama kepada harapan
adanya Koalisi 3 Partai (PDIP,PKB,PAN) yang tertuang dalam
komunike Paso. Sayang, harapan itu ternyata tidak mudah
diwujudkan, entah mengapa ada saja pihak yang 'ragu'.
Keraguan tersebut sebenarnya sudah ada sejak jaman Deklarasi
Ciganjur dulu. Yah, itulah manusia, itulah Politikus....

Salam,
bRidWaN



At 10:56 PM 6/19/99 EDT, Irwan Ariston Napitupulu wrote:
>In a message dated 6/19/99 7:13:30 PM Eastern Daylight Time,
>[EMAIL PROTECTED] writes:
>
>> Jaya:
>>  >  Angka 50% cuman perjanjian umum. Kalo milih presiden endak tahu
>>  >  berapa sih? 60%? Yang jelas ndak bisa kurang dari 50% tho?
>>
>>  Irwan:
>>  Saya belum bisa menjawab karena link yg memuat UUD 45 tidak
>>  bisa dibuka walau sudah saya coba beberapa kali:
>>  http://www.mil.id/uud45.html
>
>
>Irwan:
>Atas kebaikan seorang netter disini saya mendapatkan
>UUD 1945 secara lengkap.
>Dalam UUD 1945 tidak ada aturan bahwa presiden yg
>terpilih itu harus mendapatkan suara lebih besar dari 50%.
>Silahkan anda melihat pasal 6 ayat 2 yg selengkapnya
>berbunyi demikian:
>
>"Presiden dan Wakil Presiden dipilih oleh Majelis
>Permusyawaratan Rakyat dengan suara yang terbanyak."
>
>Jelas sekali disana tidak tercantum harus lebih dari 50%.
>Jadi, kalau misalnya ada 3 calon ternyata A mendapat 40%,
>B mendapat 35% dan C mendapat 25%, maka A berhak
>menjadi presiden. Atau pun misalnya hanya ada 2 calon saja,
>A & B, ternyata A mendapatkan 45% dan B mendapat 40%,
>sedangkan yg 15% lainnya abstain, maka A tetap berhak
>menjadi presiden. Ini kalau berdasarkan UUD 1945.
>
>Sekedar tambahan saja:
>Saya juga sempat cari2 pertanyaan saya yg dulu seputar
>siapa yg mengangkat DPA, MA, BPK, Jaksa Agung.
>Ternyata setelah saya perhatikan UUD tersebut,
>DPR dan Presiden lah yg membuat UU dalam pengertian,
>bila DPR yg mengusulkan maka butuh persetujuan presiden
>dan sebaliknya.
>Sementara itu  saya perhatikan pula susunan DPA, MA, dan
>BPK ditetapkan oleh UU. Hanya sayangkan saya belum
>menemukan siapakah yg mengangkat Jaksa Agung.
>
>Weleh, moga2 saya ngga lagi jadi penatar P4 nih...hahahaha.
>
>jabat erat,
>Irwan Ariston Napitupulu
>
>

Kirim email ke