Apa hubungannya tua dan arogan <bangun tidur mas?? :)>. Justru dengan menjawab 
diplomatis seperti itu, Sabam menegaskan bahwa itulah
pilihan PDIP sebagai partai yang menang pemilu. Saya kira Amien, Gus Dur bahkan Akbar 
Tanjung sendiri menganggap wajar jawaban itu.

Lab Setup wrote:

> Ah, bukan gitu... Memang betul sekali Sabam cukup bilang seperti itu.
> Artinya
> Sabam sudah terlalu tua untuk berpikir multi alternatif. Kesimpulannya
> Sabam
> sudah terlalu karatan untuk menjadi anggota DPR ataupun duduk di
> kabinet.
> Sangat berbahaya tho kalau semua-semuanya ndak pake alternatif?
>
> Katanya PDIP adalah parte anak muda, kok pentolan yang sudah bau tanah
> masih
> dipakai. Sudahlah Sabam diminta lengser aja, daripada kelamaan duduk di
> kursi
> MPR atau kabinet malah nanti beser lho. Kan kasihan yg duduk di
> sebelahnya.
>
> Cari yang muda dan bersemangat dong. Yuk nyanyi aja yuk.
>
> Bangun Pemudi Pemuda...Indonesia.
> Lengan bajumu singsingkan untuk negara.
> Masa yg akan datang kewajibanmulah.
> Menjadi tanggunganmu terhadap nusaaaaaa..
> Menjadi tanggunganmu terhadap nusaaaaaa..
>
> (Kalo syairnya salah ngetik diper-sorry aja. Sudah luama banget je).
>
> Blucer Rajagukguk wrote:
> >
> > Arogan??? Tergantung sudut pandangnya darimana. Sebagai salah satu ketua PDIP, 
>wajar saja jika Sabam menyebutkan ketua umumnya
> > the best. Kebetulan PDIP khan memang yang terbanyak dipilih rakyat, kenapa pilih 
>yang lain. Justru terlalu berlebihan
> > menganggap situasi seperti ini arogan.
> >
> > Lutfi M. wrote:
> >
> > > Sebetulnya masalahnya capable atau tidak.
> > > Kalau capresnya spt. Margaret Teacher sih nggak masalah.
> > > Selain itu, ada sifat arogan dari PDI-P spt. yg. dicetuskan oleh Sabam
> > > Sirait saat interview dg. salah satu TV swasta.  Ketika ditanya apakah siap,
> > > misalnya, Mega tidak terpilih saat SU MPR nanti?.  Dia menjawab,
> > > "berdasarkan rapat ..bla..bla.. tetap memutuskan MS sebagai capres".  Ketika
> > > ditanya lagi, "in worse case, apa siap?".  Jawabnya, "Mengapa mencari worse
> > > case, kalau the best sudah ada?".
> > > Apa ini tidak arogan?
> > > Biar bagaimana pun, di dunia ini kan tidak dapat kita pastikan kejadian yg.
> > > akan datang.

Kirim email ke