Sebetulnya masalahnya capable atau tidak.
Kalau capresnya spt. Margaret Teacher sih nggak masalah.
Selain itu, ada sifat arogan dari PDI-P spt. yg. dicetuskan oleh Sabam
Sirait saat interview dg. salah satu TV swasta.  Ketika ditanya apakah siap,
misalnya, Mega tidak terpilih saat SU MPR nanti?.  Dia menjawab,
"berdasarkan rapat ..bla..bla.. tetap memutuskan MS sebagai capres".  Ketika
ditanya lagi, "in worse case, apa siap?".  Jawabnya, "Mengapa mencari worse
case, kalau the best sudah ada?".
Apa ini tidak arogan?
Biar bagaimana pun, di dunia ini kan tidak dapat kita pastikan kejadian yg.
akan datang.

> ----------
> From:         Mardhika Wisesa[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:         Monday, June 21, 1999 8:11 AM
> Subject:      PDIP atau MEGA Dikalahkan Secara Tidak Jujur, Daerah
> Non-Muslim Keluar Dari Kesatuan ??
>
> Ass. Wr. Wb,
>
> Pesan kepada Para Elitis (Muslim) yang Pro-Status Quo,
> (Tidak hanya kepada para Muslimnya, tetapi kepada yang Non Muslim Juga)
>
> Khususnya di MUI, PPP, dan ICMI (KISDI)
>
> Bila kemenangan yang telah diraih oleh PDIP dan Ibu Megawati Soekarnoputri
> terus-terusan dirongrong oleh Propaganda-propaganda yang dipaksakan
> berbau KeIslaman, seperti Kasus Sembahyang di Pura, Presiden tidak boleh
> Wanita atau Non-Muslim, Caleg PDIP Mayoritas Non-Muslim
>
> Maka, Umat Islam sudah secara Kurang Ajar Menyinggung,
> ketulusan dan keikhlasan Para Pemeluk Agama Kristen Protestan,
> Pemeluk Agama Katholik, Pemeluk Agama Hindu, Pemeluk Agama Buddha
> dan Pemeluk Aliran Kepercayaan lainnya, yang telah mengakui
> sebagai Warga Negara Republik Indonesia (yang dalam pendiriannya,
> jelas disusun sebagai Republik yang mengakui 5 Agama sebagai Agama Resmi,
> Republik Sekuler yang tidak memihak kepada dominasi Satu Agama
> Mayoritas.
>
> Dan bila ini masih terus dijadikan sebagai alasan untuk, menjegal
> Ibu Megawati, maka Pilihan untuk berpisah dari Republik
> Indonesia adalah kemungkinan satu-satunya pilihan, jika
> memang para Politik berkehendak untuk memaksakan Indonesia
> berwarna Ke-Islaman. Jikalau Rakyat menghendaki lain, maka para
> Politis-politis yang telah menggunakan Warna Islam sebagai
> alat propaganda mereka, dan telah menyinggung perasaan para
> kaum Minoritas yang juga pemilik Republik ini, diharuskan
> keluar dari pentas politik.
>
> Posting ini juga ditujukan untuk Menolak Deklarasi PPP yang
> mengkehendaki agar Non-Muslim dan Wanita tidak boleh dipilih
> dalam Pemilu ini. Terutama kepada Seruan MUI, yang isinya
> juga hampir sama, Harus DITOLAK oleh BANGSA, karena akan
> merusak Persatuan Dan Kesatuan Bangsa dan Negara Indonesia.
>
> Persatuan adalah yang Utama, Islam sesudah Persatuan.
>
> Rakyat Menolak Negara Agama, Rakyat Menginginkan Agama Menjiwai  Negara
>
> Pemimpin yang Beragama, tidak Korupsi, tidak bermain berzinah,
> tidak mabuk Alcohol, dan Semua tercantum dalam Al Quran dan Kitab-kitab
> suci
> Agama Lain.
>
> "Ya Allah, pimpinlah Bangsa Indonesia"
> Amin.
>
> Mardhika Wisesa
>
>
>
> ____________________________________________________________________
> Get free e-mail and a permanent address at http://www.netaddress.com/?N=1
>

application/ms-tnef

Kirim email ke