In a message dated 7/7/99 9:13:43 PM Eastern Daylight Time,
[EMAIL PROTECTED] writes:

> Yw: Menurut saya, masalah Y2K terlalu dibesar-besarkan.
>      Seperti ibaratnya: masalah AIDS. Bahaya sih bahaya,
>      tapi sebenernya, banyak pihak 'sangat jauh'
>      peluangnya utk kena penyakit itu.

Irwan:
Gue juga ngerasa awalnya gitu. Cuma aja koq gue perhatiin
masalah ini cukup serius ditangani oleh AS baik pemerintah
dan swastanya. Anggaran perusahaan2 untuk ngatasin
masalah ini juga cukup besar. Ini dari hasil obrolan gue
dengan rekan2 yg pada kerja di perusahaan2 AS.
Jadi gue pikir, kalau masalahnya ngga seserius itu, ngga
mungkin lah perusahaan swasta mau ngeluarin duit besar2an.

Yusuf:
>      Kalau Y2K itu yg paling kritis adalah utk sistem-
>      sistem yg real time yg hidup 24 jam terus-terusan
>      (atau at least almost 24j). Itu pun, yg mengolah
>      fungsi terkait waktu. (Sistem real time di pabrik
>      mobil, robot-robotnya, etc. misalnya, tdk terpengaruh).

Irwan:
Ada rekan2 yg kerja di perusahaan AS spt di atas yg
bisa kasih info apakah memang benar ngga akan
terpengaruh?


>  Yw: Itu kurang masuk akal. Dan gampang sekali dimentahkan.
>      Katakanlah: banyak sistem keuangan akan di shut down
>      pada jam 11 malam tg 31Des99 sampe jam 1 malam
>      tg 1Jan99. Utk tutup buku rutin akhir tahun, dsb.
>      Mana bisa orang akses ke komputer yg dimatiin?

Irwan:
Apa memang iya begitu?
Apa memang mungkin untuk men shut down terminal
komputer itu walau hanya untuk waktu 2 jam saja?
Gimana soal kartu kredit yg sifatnya sudah mendunia?
Malam di AS bisa berarti siang di Indonesia dan tempat2
lainnya dan sebaliknya.

Yusuf:
>      Tinggal diumumin aja: berhubung konsolidasi/tutup-buku
>      akhir tahun, dari jam 11 s/d jam 1 di penghujung tahun,
>      anda tdk dapat memanfaatkan ATM kami. Harap maklum.
>      Selesai. Dan ini sudah biasa terjadi (di Indonesia).

Irwan:
Sekedar informasi saja, ada rekan saya yg kerja di bank
besar di AS (part time) yg kerjaannya memindahkan data2
(kalau tidak salah) ke software yg baru yg sudah lulus Y2K
dan itu sudah dikerjakan dari tahun lalu. Nah, gimana dengan
bank2 di Indonesia, koq kelihatannya adem ayem saja?

Dari obrolan dengan rekan2 lainnya, juga gue dapat
gambaran bahwa memindahkan suatu sistem lama ke
sistem yg baru itu ngga gampang seperti yg kita bayangkan.
Belum lagi kalau perusahaan itu adalah perusahaan yg cukup
kompleks, banyak divisi, dan sudah terintegrasi sebelumnya.

Setahu saya, mereka saat ini terus bekerja keras untuk
dapat mengatasi masalah Y2K.

Ada rekan2 yg bekerja di perusahaan2 Indonesia yg mau
bagi2 pengalaman tentang bagaimana masing2 perusahaan
tersebut menyikapi bahaya Y2K.?

Bung Yusuf, sepengamatan anda, bagaimana telkom
menyikapi akan bahaya Y2K ini?
Apakah ada upaya2 khusus, atau menganggap masalah
Y2K ini adalah masalah biasa2 saja yg ngga perlu
disikapi secara serius....:)

jabat erat,
Irwan Ariston Napitupulu

Kirim email ke