Dear Pak Mahendra dan all readers:

Well saya janji untuk tidak menulis hal-hal serius kepada Sir Johannes.
Tetapi berhubung info ini mungkin penting maka saya menulis sebelum saya
lupakan.

Semalam saya berdiskusi dengan Prof. Houseman of Indiana University tentang
pemilihan presiden US. Kami juga mendiskusikan electoral college dan
electoral votes. Beliau setuju bahwa electoral college dan electoral votes
agak membingungkan dalam literature.  Tetapi practically, electoral college
dan electoral votes berlangsung sebagai berikut:

Pemilihan presiden roundnya adalah run off: dua finishing candidate
bertarung.  Kemenangan mereka  berdasarkan plurality takes all, meaning
candidate tidak perlu memenangkan majority votes untuk memenangkan sebuah
state. Misalnya perbedaan 8000 votes margin, candidate dapat memenangkan
state.
Majority takes all juga terjadi tetapi sangat jarang majority votes terjadi.
electoral votes terdiri dari 435 (?)votes.  Jumlah ini adalah jumlah
congressional districts.  Misalnya: California memiliki 52 districts + 2
senat seat berarti 54 electoral votes; New York 36 districts + 2 senat seat;
Texas 30 districts + 2 senator,  Illinois 22 districts + 2 senat seat;
Wyoming 1 district + 2 senat seat, Alaska 1 district + 2 senat seat, etc.

Process plurality;  Seorang candidate mungkin memenangkan state lebih banyak
tetapi tidak berarti memenangkan electoral votes sebab setiap state memiliki
jumlah electoral votes yang berbeda.  Jika seorang candidate memenangkan 11
states yang padat penduduk, misalnya NY, IL, CA, TX, etc. maka candidate itu
dapat memenangkan election. Karena 11 states ini memiliki total 270
electoral votes yang dibutuhkan untuk memenangkan election.

Wakil presiden membacakan hasil pemilihan umum di depan Kongress.

Misalnya Gore  memenangkan California dengan margin yang tipis atau tebal,
maka Gore memenangkan state tersebut.  Ini berarti bahwa Gore memenangkan 54
electoral votes.  Atau misalnya Bush misalnya memenangkan Texas dengan
margin tipis atau tebal, maka Bush memenangkan state tersebut dengan 32
electoral votes.

Jumlah electoral votes ini kemudian dihitung dan hasilnya adalah:  Seorang
candidate harus mengumpulkan 270 electoral votes untuk memenangkan pemilu.
Jika jumlah ini tidak cukup, maka dikatakan terjadi dead lock.   Kemudian,
Congress mengadakan voting.  Setiap state berhak dengan satu suara.

Saya harap penjelasan ini berguna.

Salam,

ida


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke