Dear,

diriku adalah abstraksi keberadaanku yang tak terjamah oleh tanganku yang
hina dina. Hanya akan kurasakan kehadirannya ketika kebangkitan terasa dalam
setiap aliran darah dinadiku. Diriku adalah kumpulan kekurangan dan
kelebihan yang tak terbatas.  Karena itu ia adalah diriku.
Kehilangan diriku, eksistensiku, karena kematian pikirku yang tak mampu
menerjemahkan hidup dan sekitarku.  Adalah kesalahanku memasukkan kisah
hidup orang-orang dalam sirkulasi cerita perjalanan diriku.  Namun,
kekuasaanku terbatas,  interaksi itu terjadi dengan sendirinya, membuatku
peduli, dan membuatku sakit.
Diriku menghilang ketika aku tak berusaha mencari makna lingkaran hidup,
kubiarkan ia mengabur.  Tak pernah kusadari bahwa itu adalah tanda hilangnya
perubahanku.
Aku tahu Tuhan ku bersamaku.  Saya berdiskusi dengan Nya setiap tarikan
nafasku.  Saya memiliki hubungan khusus dengan Tuhan ku.  Kusaksikan
perlindungan Nya terhadap kepapaan diriku.  Betapa indahnya hubunganku
dengan Nya, tak akan kunodai dengan permintaan yang hina dina.  Tuhan ku
berfirman, hanya akan  berubah nasibku jika aku hendak merubahnya. Nasibku
membawa pesan perjuangan diriku. Tuhan ku telah menegaskannya.  Tidak akan
kuingkari firman Nya dengan merengek meminta Dia untuk merubahnya.  Telah
dilengkapinya diriku dengan segala kekuatan untuk merubah nasibku.  Saya tak
mau terlelap dengan kebaikan Tuhan ku.  Sayang sekali, hari ini saya masih
mencari keberadaanku, diriku yang menepi.  Mungkin kesalahanku telah
mengusirnya bersama kegilaan kemewahan duniawi.  Mungkin ia sedang
bercengkrama dengan keserakahan.   Saya hendak mencari diriku, mendapatkan,
dan memeliharanya sebagai sembahanku kepada Tuhan ku, pencipta eksistensiku.
Diriku akan mencapai tujuan hidupku melalui rentetan dan jerat nasib yang
berliku.   Well, aku adalah diriku, sayang sekali aku tak mampu
menemukannya, sehingga aku belum berada.

ida

>Satu:  Aku mendengar jeritanmu (kau tak sendiri)
>Dua:  Akuilah bahwa engkau mempunyai kelebihan dari
>kebanyakan saudara kita di tanah air (yang melupakan
>masa depan, hanya memikirkan dapur untuk besok)
>Tiga:  Mengapa jalan2 pintas orang2 disekitar
>mengganggu jalan lurus kehidupanmu?
>Empat:  Intr0speksi hidup anda mematangkan arti hidup
>saat ini.
>Lima:  Alangkah indahnya ketika orang kembali kepada
>Tuhannya.
>
>Salam
>
______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

Kirim email ke