Wah.. jangan terputus semangatnya.
hayo semangat.. semangat !.. semangat reformasi !
udah banyak mahasiswa mati.
masa kita kembali ke budaya asli "indonesia" .. pasrah..

hidup Reformasi !

faran

>Date:         Wed, 24 May 2000 09:24:10 PDT
>Well, saya mohon maaf sedalam-dalamnya kepada Bangsa Indonesia. Hidup kita
>sudah seperti zaman kebodohan di masa Rasulullullah S.A.W.  Kita tidak bisa
>berfikir dan bertindak rasional.  Bukan President Gus Dur yang buta, bukan
>Wakil President Megawati yang goblok, Kita-kita inilah yang buta dan goblok.
>For one thing, kita biarkan pemerintah bersifat zalim dan tak
>berperikemanusiaan. Second, kita memilih orang-orang yang tidak mengerti
>konsep negara dan bernegara. Third, kita ini memang idiot.
>
>
>I am sorry....
>
>wassalam,
>
>ida
>
>> >     CPJ mendesak agar Presiden Wahid menggunakan kekuasaannya untuk
>>mencegah
>> > massa mengambil tindakan kekerasan terhadap para wartawan.  CPJ
>>mengimbau
>> > agar ketidakpuasan terhadap pers bisa diselesaikan melalui jalur hukum.
>>
>>
>>Betul, perusakan nama baik (defamation) baik akibat tulisan atau pun
>>ucapan dimana hal yg dituliskan atau diucapkan tersebut adalah
>>tidak benar (salah) dan negatif, sehingga mengakibatkan pihak
>>yg dirugikan menjadi rusak reputasinya, maka hal tersebut
>>bisa dituntut.
>>
>>Istilah di bidang hukum di AS sini adalah libel (untuk tulisan)
>>atau pun slander (untuk ucapan).
>>
>>Karenanya saya bilang di awal, lebih baik rekan2 NU
>>memakai jalur hukum untuk menuntut tulisan Jawa Pos tersebut.
>>Sekedar informasi saja, nilai ganti rugi bisa cukup besar karena
>>tergantung dari besarnya kerusakan reputasi atau pun karakter
>>akibat tulisan tersebut dimana kita tahu sendiri tidak ada
>>ukuran yg baku akan hal tersebut.
>>
>>Wartawan atau media tersebut tidak bisa mengatasnamakan
>>freedom of speech. Nanti deh saya coba bahas hal ini
>>secara terpisah "Libel vs Freedom of Speech" dimana sekitar
>>tiga bulan yg lalu saya sempat mengetahui cukup lumayan soal
>>aturan atau hukum yg berlaku di US yg berkaitan dengan
>>hal tersebut.
>>
>>Coba saja kita bayangkan, AS saja yg bisa dibilang mbahnya
>>freedom of speech, ternyata orang ngga bisa sembarangan nulis.
>>Jadi, wartawan2 sekarang kudu hati2 deh kalau nulis.
>>Jangan sembarangan nulis kalau ngga tahu apakah yg ditulisnya
>>itu benar atau salah. Cara aman adalah dengan melakukan
>>check and recheck. Kalau ngga salah hal ini sudah cukup
>>baku dilingkungan jurnalistik [silahkan saya dikoreksi kalau salah].
>>
>>jabat erat,
>>Irwan Ariston Napitupulu
>
>________________________________________________________________________
>Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com




------------------------------------------------------------
Happy Summer from the staff at DCEmail.com
-  FREE Email for the Community

Kirim email ke