Sebenernya banyak jawaban dari pertanyaan "Mana suara Permias?"
1. Banyak mahasiswa tidak ingin terlibat politik
2. Sibuk dengan Kuliah/Kerja/Jalan2, etc
3. Tidak Peduli
4. Kurang informasi
5. SARA
6. etc. etc. etc.
Dengan alasan diatas saya dapat mengerti sekali. Bagaimana bila mas Anjasmara ini
mempelopori terlebih dahulu. dibuat draftnya, lalu coba diajak permias lokalnya (saya
kurang tahu Bung Anjas ini dari Permias mana ?). Bila tetap tidak ada yang mendukung,
langsung saja membuat pernyataan tersebut atas nama pribadi. mudah2an setelah itu akan
ada yang tergerak hatinya.
Tentang Permias DC, kita memang beberapa kali membuat pernyataan atas nama bersama (Ke
Gus Dur) dan atas nama permias DC sendiri (ke IMF dan WB). Kita menempatkan di
Homepage agar mahasiswa lainnya dapat melihat. Surat pernyataan tsb pun telah kita
kirim langsung dan sampai ke pihak yang bersangkutan.
Untuk masalah Maluku, Poso, etc ini menurut saya pribadi masalahnya sudah terlalu
complicated. Tapi, bila ada usaha untuk memperbaikinya saya pribadi akan mencoba
mendukung. Dipersilahkan untuk memulainya dari Bung Anjas sendiri.
Faran
Permias DC
ps: saya juga turut menyarankan agar tidak hanya pengurus permias saja yang berperan.
Anggota/member Permias pun sebaiknya dapat ikut berperan serta, sehingga bisa lebih
mendapatkan hasil.
Satu lagi, salah satu keuntungan dari event semacan PORMIAS adalah bertemunya
mahasiswa2/pengurus2 permias. dari sini mungkin bisa diadakan tukar pendapat secara
informal.
Tahun ini bila tidak ada halangan akan ada event besar Permias lainnya. mudah2an hal
ini bisa dijadikan sebagai salah satu masukan.
>Date: Mon, 17 Jul 2000 14:57:38 EDT
>Reply-To: Indonesian Students in the US <[EMAIL PROTECTED]>
>From: Jeffrey Anjasmara <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Mana suara PERMIAS?
>To: [EMAIL PROTECTED]
>
>Apa ini yang disebut dengan Deja Vu?
>
>Selama gereja hanya menyuarakan suara untuk kaumnya dan masjid-masjid hanya
>menyuarakan untuk kepentingan kaumnya pula, maka urusan tidak akan selesai.
>Pernyataan-pernyataan dari gereja-gereja luar negeri hanya akan memperburuk
>situasi. Apalagi suara dari Aussie yang terbukti mempunyai agenda
>terselubung.
>
>Aussie telah menyelundupkan senapan Steyr ke Maluku, dan mereka dengan
>memanfaatkan gereja mencari move-move untuk dapat masuk ke Maluku,
>sebagaimana mereka telah melakukannya ke Timtim. Coba saja kalau mereka
>berani berkotek lagi.
>
>Ajakan saya agar PERMIAS melakukan "sesuatu" ternyata tidak bersambung.
>Masing-masing sibuk dengan acara macam PORMIAS dan lain sebagainya. Bukannya
>saya anti, bahkan selalu mendukung kegiatan seperti ini, tetapi saya
>sekaligus menyayangkan ketidakperdulian PERMIAS. Kegiatan-kegiatan dapat
>dilakukan sekaligus, jadi tidak ada alasan kehabisan waktu. Sejauh ini saya
>belum pernah mendengar kiprah PERMIAS untuk kasus Maluku. Ada info bahwa
>PERMIAS DC pernah membuat semacam pernyataan kepada presiden. Wah, walaupun
>masih okay-okay saja, tapi move ini hanya akan menjadi pajangan di homepage
>PERMIAS bersangkutan saja. Tak lebih dan tak kurang.
>
>Himpunan kelompok masyarakat Ambon yg menyebut diri Maha Liwa bahkan telah
>meminta Israel untuk masuk ke Maluku. Suatu hal yg lucu, yang
>mengindikasikan rasa putus asa, atau ketidakmauan untuk berusaha lebih keras
>lagi. Hal yg sama-sama tidak menolong juga dilakukan oleh kelompok Aisyiah
>dari Muhammadiyah yang meminta darurat sipil dihapus. Sedikit-sedikit PBB.
>Saya mau dengar nih apa ada yang menginginkan PBB masuk. Kalau memang benar,
>berarti ybs tidak belajar dari pengalaman Timtim. Pengalaman semacam Sierra
>Leonne juga harus dipetik sebagai pelajaran.
>
>Nah, mana suara PERMIAS? Apa cukup jadi ajang tolong menolong barang sepele
>saja? Saya tidak pernah denger ada sepak terjang FORUM@ yang baru. Saya
>menghimbau bagi pengurus PERMIAS yang sudah terlalu sibuk dengan urusan
>pribadi, silakan melepaskan posisinya kepada rekan-rekannya yang mampu
>melaksanakan kegiatan-kegiatan yang positif.
>
>
>
>Jeffrey Anjasmara
>
>Note: Sekali lagi ini hanya ajakan saya. Bila bersambut saya hanya ikut
>senang, dan hanya akan menonton PERMIAS berkiprah dari pinggiran lapangan
>saja. Ingat saja, sebagaimana kita ketahui, kasus ini telah melebar ke Poso
>(dengan provokator mempunyai ciri nama Timtim). Saya dengar NTT juga sudah
>bergolak oleh ulah provokator. Sebagai anggota PERMIAS, saya menuntut
>tanggung jawab PERMIAS sebagai organisasi yang mengklaim diri peduli dengan
>nasib bangsanya.
>
>
>'-------------------------------------------------
>Gereja Australia Desak Intervensi Asing ke Maluku
>
>Canberra, Senin
>
>Persatuan Gereja (Uniting Church) Australia mendesak negara asing
>melakukan intervensi ke Maluku bagi penyelesaian konflik umat Muslim dan
>Kristen di provinsi RI itu.
>
>"Saya ingin Pemerintah Australia menekan ASEAN untuk menawarkan
>pasukan penjaga perdamaian di bawah pengawasan PBB ke Maluku
>secepatnya karena situasi sudah tidak terkontrol," kata Ketua
>Persatuan Gereja Australia Prof. James Haire dalam imbauan yang
>disiarkan televisi nasional Special Broadcasting Service (SBS),
>Senin malam.
>
>Prof. Haire yang berkedudukan di Adelaide, Australia Selatan,
>mengaku telah melakukan kontak dengan kalangan gereja di Maluku.
>
>Pertikaian itu telah menyebar hingga ke wilayah Tenggara Maluku
>yang cukup dekat dari Australia, katanya.
>
>Di sekitar wilayah Ambon, lanjut Haire, serangan serupa masih
>terus berlanjut. "Saya dengar penduduk desa yang diserang mengungsi ke
>wilayah pegunungan. Informasi yang sama juga kami terima dari Maluku
>Utara," tambahnya.
>
>Oleh karena itu, ia meminta Pemerintah Australia segera melakukan
>campurtangan, seperti yang dilakukan di Timtim, agar
>konflik di Maluku bisa segera berakhir.
>
>Dalam tayangan berita mengenai konflik Maluku televisi SBS juga
>mengklaim bahwa kalangan militer RI ikut terlibat dalam konflik
>membela kelompok tertentu.(ant/zrp)
>________________________________________________________________________
>Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com
------------------------------------------------------------
Happy Summer from the staff at DCEmail.com
- FREE Email for the Community