Perlu Kedewasaan Sikap atas Kepentingan Bersama
Minggu lalu Milis Porsenipar dipenuhi polemic sekitar system pertandingan dan
kepemimpinan wasit bola volley putera di lapangan. Meskipun cukup menghangat
tapi disayangkan karena pihak yang menang dalam hubungan pertandingan terkait
tidak ikut berkomentar dalam subjek yang dipolemikkan itu sehingga terkesan
polemik itu hanya mewakili pihak yang "kecewa" dengan panitia.
Kesan yang lain adalah soal penggunaan istilah yang kurang tepat dalam
menyalurkan "kekecewaan"-nya itu dalam ragam bahasa tulis yang bisa jadi
membawa implikasi yang kurang positif jika masing-masing tidak menyadari adanya
bias permasalahan sebagai akibat dari kelemahan dari bahasa tulis itu sendiri.
Seperti misalnya adanya keterbatasan halaman ini untuk menyusun deretan
huruf-huruf yang terangkai menjadi kalimat yang "hanya" mewakili jutaan
pemikiran yang ada dalam otak kita itu.
Untungnya, sebagai umat kita memiliki "uswah" yang kita ketahui bersama sebagai
orang yang lemah lembut dan mempositivi hampir setiap aspek kehidupan yang
nyata-nyata ataupun terlahir dari motivasi dan sikap yang positif. Bagaimana
bisa kita menjadi orang yang "ngeyel", keras hati dan anarkis sementara
nilai-nilai yang kita anut mendorong agar kita bisa bermasyarakat secara
madani? Masyarakat yang hendaknya mengikuti norma-norma dan aturan yang telah
disepakati bersama?
Mensiasati Sistem Pertandingan
Sabtu kemarin (9/6) di cabang sepak bola di samping menjadi sebuah pertandingan
yang menarik karena mempertemukan finalis Porsenipar III tahun 2005, yaitu RW
13 melawan RW 17, sekaligus bisa dikatakan sebagai sebuah pertandingan yang
keras. Menarik karena kekuatan kedua kesebelasan hampir imbang baik di lini
depan maupun di lini pertahanan. Pertandingan berakhir dengan skor 2-2. (Sssst
... Barcelona dan Real Madrid yang sama-sama ngotot ingin menjuarai La Liga
Minggu malam masing-masing ditahan lawan-lawannya dengan skor yang sama 2-2.
Kabar burung mengatakan pertandingan ini terinspirasi oleh pertandingan antara
RW 13 dengan RW 17 Sabtu kemarin ... Hebat!)
Pertandingan ini juga termasuk keras yang ditandai keluarnya satu kartu kuning
pada menit ke-16 babak kedua terhadap pemain nomor berkostum kuning (RW 17),
pelanggaran-pelanggaran dari kedua belah pihak antara lain dengan diganjarnya
kesebelasan RW 17 dengan penalti, serta adanya pemain dari tim biru-hitam (RW
13) yang mengalami cedera sobek di kepalanya.
Pertandingan yang dipimpin oleh Wasit Muhtadin dengan hakim garis Fauding dan
Mulyadi serta dipadati oleh supporter kedua kesebelasan dan penonton ini
berakhir imbang 2-2 meskipun ball possession tercatat didominasi oleh tim RW 13
dengan pebandingan 55:45. Tercatat kerja sama yang bagus antara pemain bernomor
punggung 9, 10 dan 13 (RW 13) dari sektor kanan beberapa kali memberikan
peluang gol yang gagal dimanfaatkan tim biru-hitam.
Hasil imbang ini bagi suporter dan penonton barangkali cukup memuaskan, biasa
saja atau bahkan menjadikan sedikit kekecewaan. Tapi bagi tim official tentu
saja hasil ini menjadikan posisi timnya ada dalam urutan yang berbeda dari
klasemen yang ada. Dari analisis sederhana, hasil imbang menjadikan kekecewaan
para suporter sedikit teredam. Kemenangan tetap diakui dari performa tim secara
keseluruhan dari rangkaian pertandingan yang dilakukan. Demikian juga lamanya
waktu bertanding yang 35' tiap babak tidak dimaksudkan untuk menyalahi aturan
baku FIFA misalnya tapi semata-mata diukur dari ketersediaan waktu serta
kemampuan fisik rata-rata warga yang ada kompleks kita itu.
Di cabang bola volley sistem yang tidak menganut pada banyaknya game yang
dimenangkan (winning-set) juga tidak jauh beda yang diterapkan di cabang sepak
bola. Setiap tim secara adil memiliki jatah bermain 4 kali bertanding kecuali
pada kemenangan WO akibat ketidakhadiran tim lawan. Jika Anda termasuk pihak
yang "malas" dalam memenuhi undangan kepanitiaan (yang bagi seorang muslim
menghadiri undangan adalah wajib jika tidak ada uzur) maka sistem yang tampak
seperti "aneh" mestinya dapat dimaklumi.
Demikian juga masalah kepemimpinan pertandingan. Contoh yang baik diperlihatkan
oleh wasit pada pertandingan sepak bola di atas di menit ke-13 babak kedua saat
pemain RW 13 melakukan pelanggaran yang merupakan akibat dari pelanggaran
sebelumnya oleh tim RW 17. Saat itu wasit justru "menghadiahi" tendangan bebas
untuk tim RW 13. Bagaimana jika terkesan wasit tidak adil? Tentunya kita
sepakat hal ini harus diluruskan yang dilakukan sesuai dengan mekanisme yang
ditetapkan antara lain : pertandingan tetap dilangsungkan, masing-masing tim
mengajukan ke Panitia melalui Tim Manajer-nya (bukan asal orang bicara),
Panitia memberikan respons-nya dalam kerangka pemikiran positif, dan jika tidak
sepakat dibawa ke Komisi Disiplin yang dibentuk bersama. Tidak kalah penting
adalah kesediaan para wakil RW untuk memimpin pertandingan sesuai yang sudah
dijadualkan adalah credit-point bagi sikap kerja sama yang tentu saja kita
harapkan.
Seluruh Ketua RW Hadir
Dalam rangkaian pertandingan Sabtu-Minggu kemarin terlihat semua Ketua RW hadir
di arena pertandingan. Di cabang sepak bola, Bapak Ketua RW 13 tidak saja hadir
tapi juga tampil sebagaimana biasa sebagai striker bagi kesebelasannya yang
sayangnya beberapa kali gagal melakukan eksekusi di depan gawang. Kehadirannya
juga terlihat pada pertandingan tenis meja di Sabtu malamnya.
Di lapangan bola volley meskipun hadir di ujung pertandingan Bapak Ketua RW 14
menyaksikan kesudahan pertandingan. Tak terkecuali Bapak Ketua RW 16 dan Ketua
RW 17. Di Lapangan II (volley putera) Bapak Ketua RW 16 bahkan turun ke
lapangan menjadi hakim garis. Bapak Ketua RW 17 yang hadir pada pertandingan
sepak bola satu hari sebelumnya juga tampak antusias menyemangati tim bola
volley puteri yang sedang bertanding.
Sementara itu, di arena pertandingan tenis meja Minggu malam Bapak Ketua RW 15
tampak di kerumunan supporter memberikan semangat timnya yang memenangkan
pertandingan malam itu.
Data Hasil Pertandingan
Sepak Bola
RW 13 vs RW 17
2 - 2
Tenis Meja Puteri
RW 13 vs RW 17
2 - 1
RW 14 vs RW 16
1 - 2
Tenis Meja Putera
RW 13 vs RW 16
4 - 1
RW 14 vs RW 15
0 - 5
Bola Volley Puteri
RW 16 vs RW 17
1 - 2
Bola Volley Putera
RW 13 vs RW 14
0 - 3
Salam PAS ...
Jaerony Setyadhi, warga RW 14