Ass.wr.wb

untuk pertandingan sepak bola pada tanggal 23/06 kesebelasan Rw 13 akan bertemu 
dengan kesebelasan Rw 16,sepertinya Rw 16 memakai kaos team dengan warna yang 
hampir sama dengan team Rw 13 yaitu warna telor asin..he..he bagaimana pa 
Panitia?....

salam PAS
Syachriwan
  ----- Original Message ----- 
  From: jaerony 
  To: [EMAIL PROTECTED] 
  Sent: Tuesday, June 12, 2007 9:35 AM
  Subject: [porsenipar] Perlu Kedewasaan Sikap atas Kepentingan Bersama


  Perlu Kedewasaan Sikap atas Kepentingan Bersama

   

   

  Minggu lalu Milis Porsenipar dipenuhi polemic sekitar system pertandingan dan 
kepemimpinan wasit bola volley putera di lapangan. Meskipun cukup menghangat 
tapi disayangkan karena pihak yang menang dalam hubungan pertandingan terkait 
tidak ikut berkomentar dalam subjek yang dipolemikkan itu sehingga terkesan 
polemik itu hanya mewakili pihak yang "kecewa" dengan panitia.

   

  Kesan yang lain adalah soal penggunaan istilah yang kurang tepat dalam 
menyalurkan "kekecewaan"-nya itu dalam ragam bahasa tulis yang bisa jadi 
membawa implikasi yang kurang positif jika masing-masing tidak menyadari adanya 
bias permasalahan sebagai akibat dari kelemahan dari bahasa tulis itu sendiri. 
Seperti misalnya adanya keterbatasan halaman ini untuk menyusun deretan 
huruf-huruf yang terangkai menjadi kalimat yang "hanya" mewakili jutaan 
pemikiran yang ada dalam otak kita itu.

   

  Untungnya, sebagai umat kita memiliki "uswah" yang kita ketahui bersama 
sebagai orang yang lemah lembut dan mempositivi hampir setiap aspek kehidupan 
yang nyata-nyata ataupun terlahir dari motivasi dan sikap yang positif. 
Bagaimana bisa kita menjadi orang yang "ngeyel", keras hati dan anarkis 
sementara nilai-nilai yang kita anut mendorong agar kita bisa bermasyarakat 
secara madani? Masyarakat yang hendaknya mengikuti norma-norma dan aturan yang 
telah disepakati bersama?

   

  Mensiasati Sistem Pertandingan

  Sabtu kemarin (9/6) di cabang sepak bola di samping menjadi sebuah 
pertandingan yang menarik karena mempertemukan finalis Porsenipar III tahun 
2005, yaitu RW 13 melawan RW 17, sekaligus bisa dikatakan sebagai sebuah 
pertandingan yang keras. Menarik karena kekuatan kedua kesebelasan hampir 
imbang baik di lini depan maupun di lini pertahanan. Pertandingan berakhir 
dengan skor 2-2. (Sssst ... Barcelona dan Real Madrid yang sama-sama ngotot 
ingin menjuarai La Liga Minggu malam masing-masing ditahan lawan-lawannya 
dengan skor yang sama 2-2. Kabar burung mengatakan pertandingan ini 
terinspirasi oleh pertandingan antara RW 13 dengan RW 17 Sabtu kemarin ... 
Hebat!)

   

  Pertandingan ini juga termasuk keras yang ditandai keluarnya satu kartu 
kuning pada menit ke-16 babak kedua terhadap pemain nomor berkostum kuning (RW 
17), pelanggaran-pelanggaran dari kedua belah pihak antara lain dengan 
diganjarnya kesebelasan RW 17 dengan penalti, serta adanya pemain dari tim 
biru-hitam (RW 13) yang mengalami cedera sobek di kepalanya.

   

  Pertandingan yang dipimpin oleh Wasit Muhtadin dengan hakim garis Fauding dan 
Mulyadi serta dipadati oleh supporter kedua kesebelasan dan penonton ini 
berakhir imbang 2-2 meskipun ball possession tercatat didominasi oleh tim RW 13 
dengan pebandingan 55:45. Tercatat kerja sama yang bagus antara pemain bernomor 
punggung 9, 10 dan 13 (RW 13) dari sektor kanan beberapa kali memberikan 
peluang gol yang gagal dimanfaatkan tim biru-hitam.

   

  Hasil imbang ini bagi suporter dan penonton barangkali cukup memuaskan, biasa 
saja atau bahkan menjadikan sedikit kekecewaan. Tapi bagi tim official tentu 
saja hasil ini menjadikan posisi timnya ada dalam urutan yang berbeda dari 
klasemen yang ada. Dari analisis sederhana, hasil imbang menjadikan kekecewaan 
para suporter sedikit teredam. Kemenangan tetap diakui dari performa tim secara 
keseluruhan dari rangkaian pertandingan yang dilakukan. Demikian juga lamanya 
waktu bertanding yang 35' tiap babak tidak dimaksudkan untuk menyalahi aturan 
baku FIFA misalnya tapi semata-mata diukur dari ketersediaan waktu serta 
kemampuan fisik rata-rata warga yang ada kompleks kita itu.

   

  Di cabang bola volley sistem yang tidak menganut pada banyaknya game yang 
dimenangkan (winning-set) juga tidak jauh beda yang diterapkan di cabang sepak 
bola. Setiap tim secara adil memiliki jatah bermain 4 kali bertanding kecuali 
pada kemenangan WO akibat ketidakhadiran tim lawan. Jika Anda termasuk pihak 
yang "malas" dalam memenuhi undangan kepanitiaan (yang bagi seorang muslim 
menghadiri undangan adalah wajib jika tidak ada uzur) maka sistem yang tampak 
seperti "aneh" mestinya dapat dimaklumi. 

   

  Demikian juga masalah kepemimpinan pertandingan. Contoh yang baik 
diperlihatkan oleh wasit pada pertandingan sepak bola di atas di menit ke-13 
babak kedua saat pemain RW 13 melakukan pelanggaran yang merupakan akibat dari 
pelanggaran sebelumnya oleh tim RW 17. Saat itu wasit justru "menghadiahi" 
tendangan bebas untuk tim RW 13. Bagaimana jika terkesan wasit tidak adil? 
Tentunya kita sepakat hal ini harus diluruskan yang dilakukan sesuai dengan 
mekanisme yang ditetapkan antara lain : pertandingan tetap dilangsungkan, 
masing-masing tim mengajukan ke Panitia melalui Tim Manajer-nya (bukan asal 
orang bicara), Panitia memberikan respons-nya dalam kerangka pemikiran positif, 
dan jika tidak sepakat dibawa ke Komisi Disiplin yang dibentuk bersama. Tidak 
kalah penting adalah kesediaan para wakil RW untuk memimpin pertandingan sesuai 
yang sudah dijadualkan adalah credit-point bagi sikap kerja sama yang tentu 
saja kita harapkan.

   

  Seluruh Ketua RW Hadir

  Dalam rangkaian pertandingan Sabtu-Minggu kemarin terlihat semua Ketua RW 
hadir di arena pertandingan. Di cabang sepak bola, Bapak Ketua RW 13 tidak saja 
hadir tapi juga tampil sebagaimana biasa sebagai striker bagi kesebelasannya 
yang sayangnya beberapa kali gagal melakukan eksekusi di depan gawang. 
Kehadirannya juga terlihat pada pertandingan tenis meja di Sabtu malamnya.

   

  Di lapangan bola volley meskipun hadir di ujung pertandingan Bapak Ketua RW 
14 menyaksikan kesudahan pertandingan. Tak terkecuali Bapak Ketua RW 16 dan 
Ketua RW 17. Di Lapangan II (volley putera) Bapak Ketua RW 16 bahkan turun ke 
lapangan menjadi hakim garis. Bapak Ketua RW 17 yang hadir pada pertandingan 
sepak bola satu hari sebelumnya juga tampak antusias menyemangati tim bola 
volley puteri yang sedang bertanding.

   

  Sementara itu, di arena pertandingan tenis meja Minggu malam Bapak Ketua RW 
15 tampak di kerumunan supporter memberikan semangat timnya yang memenangkan 
pertandingan malam itu.

   

  Data Hasil Pertandingan

        Sepak Bola
       RW 13 vs RW 17
       2 - 2
        
       
         
        
        
        
       
        Tenis Meja Puteri
       RW 13 vs RW 17
       2 - 1
        
       
         
       RW 14 vs RW 16
       1 - 2
        
       
         
        
        
        
       
        Tenis Meja Putera
       RW 13 vs RW 16
       4 - 1
        
       
         
       RW 14 vs RW 15
       0 - 5
        
       
         
        
        
        
       
        Bola Volley Puteri
       RW 16 vs RW 17
       1 - 2
        
       
        Bola Volley Putera
       RW 13 vs RW 14
       0 - 3
        
       

   

   

  Salam PAS ...

  Jaerony Setyadhi, warga RW 14

Kirim email ke