MEMULAI HARI DENGAN PERFORMA TERBAIK

 

 

"Permainan" ternyata bukan kegiatan yang dimonopoli anak-anak terbukti di arena 
Porsenipar ini cabang olah raga jenis permainan menciptakan antusiasme dan 
kemeriahan tersendiri baik bagi para atlet, oficial, maupun warga kompleks pada 
umumnya. Bagi para pemain dan official target-target pemenangan pertandingan 
disesuaikan dengan posisinya di klasemen pertandingan khususnya untuk sisa 
pertandingan yang harus dilaluinya apakah sudah termasuk "aman" atau ada 
keharusan untuk memenangkan pertandingan yang harus dihadapi nanti. Tapi bagi 
penonton dan supporter kemenangan tim kesayangan menjadi harapan besar bagi 
mereka apalagi bagi yang jauh-jauh datang untuk menyaksikan timnya yang 
bertanding itu. Akan tetapi mereka kesemuanya memiliki semangat yang sama yaitu 
:

 

VINI, VIDI, VICI 

saya datang, saya lihat, saya menang! 

 

Motto yang dipopulerkan oleh panglima Romawi Julius Caesar ini rasanya tak 
asing lagi bagi kita dan utamanya dalam setiap menyaksikan pertandingan yang 
akan digelar.

 

Bagi tim yang memulai pertandingan dengan performa yang bagus mereka tidak akan 
mengalami kesulitan. Kemudian dengan motto di atas yang sudah jauh-jauh hari 
ditanamkan dalam dada setiap atlet dan oficialnya mereka merasa "wajib" untuk 
memenangkan setiap pertandingan.

 

Sisa Pertandingan

Di luar cabang bulu tangkis yang belum dipertandingkan serta pertandingan bola 
volley yang baru dua setengah pertandingan dilaksanakan, sepak bola dan tenis 
meja putera dan puteri memasuki sisa-sisa pertandingan. 

 

Di cabang sepak bola, RW 13 dan RW 17 yang tidak pernah kalah bersaing untuk 
menduduki peringkat pertama yang harus dicapai dengan mendulang lebih banyak 
lagi gol. Sementara RW 14 yang tiga kali kalah dalam tiga kali pertandingan 
mengharuskan di partai terakhir pada 22 Juli 2007 melawan RW 15 memenangkan 
pertandingan. Kemudian, RW 15 yang sempat kemasukan banyak gol (10 gol) dari 
dua pertandingan selain harus menang di dua sisa pertandingan harus pula 
menciptakan lebih banyak gol. Akan tetapi, di atas kertas tim RW 15 bakal 
menghadapi perlawanan sengit dari RW 14 yang pastinya tidak mau menjadi juru 
kunci. Lain lagi RW 16 yang baru satu kali bertanding masih bisa meramu 
komposisi pemain dan juga strategi pertandingan menghadapi dua finalis tahun 
2005 yaitu RW 13 dan RW 17 meskipun RW 15 juga tidak bisa dianggap enteng.

 

Di cabang tenis meja putera tim RW 13 dan RW 15 telah menyelesaikan seluruh 
pertandingan. Di hari Sabtu malam (16/6) tim putera RW 15 mengalahkan RW 17 
dengan skor 4-1. Sementara di hari Minggu malam RW 13 memenangkan pertandingan 
dengan kedudukan 5-0 atas RW 17. Sisa satu kali pertandingan akan dilangsungkan 
pada 23 Juni 2007 (Sabtu malam) antara RW 14 lawan RW 16. Teoritis di atas 
kertas tim RW 16 yang unggul atas RW 17 sedangkan RW 17 telah dikalahkan RW 14, 
maka RW 14 nanti dapat mengalahkan RW 16.

 

Cabang tenis meja puteri menyisakan pertandingan RW 14 melawan RW 15. Tim 
puteri RW 17 yang tidak pernah menang di empat kali pertandingan dipastikan 
menjadi juru kunci. RW 15 yang telah tercatat memenangkan 1 kali pertandingan 
dari tiga kali main masih memiliki kesempatan saat melawan RW 14 nanti. 
Sementara peringkat pertama diraih oleh tim puteri RW 16 setelah pada Sabtu 
malam kemarin (16/6) mengalahkan tim RW 13 dengan skor 3-0.

 

Pertandingan Bola Volley Terhalang Hujan

Pertandingan yang cukup seru di cabang bola volley putera dan puteri Minggu 
kemarin (17/6) terhenti lantaran turun hujan. Hujan yang sebentar kecil 
sebentar besar tak urung membuat pertandingan harus dihentikan meskipun sudah 
dicoba untuk terus dimainkan.

 

Di lapangan I (puteri) yang set pertamanya dimenangkan RW 15 di set kedua 
terjadi susul-menyusul angka sehingga kedua tim tetap bersikeras meneruskan 
pertandingan di bawah guyuran hujan mulai deras. Sempat dihentikan sementara 
pada skor 6-8 tapi kemudian pertandingan dilanjutkan sampai akhir set yang 
kedua yang dimenangkan tim RW 17. Kedudukan sementara adalah 1-1, sementara set 
ketiga rencananya akan dilangsungkan di hari Minggu pagi (24/6).

 

Di lapangan II dilangsungkan pertandingan antara tim putera RW 16 melawan RW 
17. Kedua tim tampil cukup bagus namun karena pada saat pertandingan dimulai 
hujan rintik-rintik mulai turun terlihat tim RW 16 tidak nyaman (unfeel freely) 
dalam bertanding. Perolehan angka RW 17 banyak didapat lantaran tim lawan 
melakukan kesalahan-kesalahan. Pertandingan set pertama akhirnya dimenangkan 
oleh RW 17 dengan skor 16-25 (agregat 0-1). Masih ada dua set lagi yang harus 
diselesaikan kedua tim dan rencananya sama seperti di tim puteri pertandingan 
akan dilangsungkan di hari Minggu pagi (24/6).

 

Performa Awal yang Bagus

Dari cabang "permainan" tercatat beberapa tim yang memulai pertandingannya 
dengan hasil kemenangan yang baik, yaitu :

 

Sepak Bola

Tim RW 17 (menang 3-0 atas RW 15)

Tim RW 13 (menang 4-0 atas RW 14)

Tim RW 16 (menang 1-0 atas RW 14)

 

Tenis Meja Putera

Tim RW 15 (menang 3-2 atas RW 16)

Tim RW 13 (menang 5-0 atas RW 14)

Tim RW 16 (menang 3-2 atas RW 17)

 

Tenis Meja Puteri

Tim RW 13 (menang 2-1 atas RW 14)

Tim RW 16 (menang 3-0 atas RW 17)

Tim RW 15 (menang 2-1 atas RW 17)

 

Bola Volley Putera

Tim RW 15 (menang 2-1 atas RW 16)

Tim RW 14 (menang 3-0 atas RW 13)

 

Bola Volley Puteri

Tim RW 14 (menang 2-1 atas RW 13)

Tim RW 17 (menang 2-1 atas RW 16)

 

Kita sering menemui bahwa dalam pertandingan-pertandingan sering dijumpai 
adanya kejutan-kejutan. Jika kita hanya melihat dari hasil-hasil pertandingan 
di atas saja, tidak ada kejutan, dan performa tim adalah konsisten maka kita 
bisa mereka-reka tim mana yang bakal menduduki puncak klasemen dari 
cabang-cabang pertandingan di atas. Ataukah sebaliknya akan ada 
kejutan-kejutan? Kita tunggu.

 

Mengawali hari dengan performa yang terbaik (baca: kemenangan) merupakan modal 
besar dalam memotivasi langkah-langkah selanjutnya dalam mecapai keunggulan 
yang lebih. Namun demikian, konsistensi dalam mempertahankan performa jauh 
lebih penting dan itu bukanlah hal yang mudah. Upaya yang telah dilakukan tim 
harus didasari oleh kesadaran bersama (collective awareness) dalam berkomitmen 
menuju kemenangan yang harus dibuktikan di lapangan.

 

Wassalam,

Jaerony Setyadhi, warga RW-14

 

Kirim email ke