Loka Latih "Ancol Sayang Lingkungan"
Siang hari ini begitu Pak Agus Rasyidi kasih informasi kalau di "Saungnya" Marzuki di Ancol Barat tergelar tenda biru saya langsung mengajak kawan meluncur ke lokasi. Terlihat di lokasi sebuah tenda berukuran 6x8 dan sudah berkumpul sekitar 50-an orang yang terdiri dari para utusan dari RT dan RW se-kelurahan Ancol dan juga utusan dari Kelurahan Ancol sendiri. Dua hari ini PT Pembangunan Jaya Ancol sedang melakukan Loka Latih Pembuatan Kompos yang diberi tajuk "Ancol Sayang Lingkungan". Sesampai di lokasi awalnya agak canggung juga mengingat kami bertiga termasuk "tamu tidak diundang". Beruntung mba' dari Kantor Konsultan "KOMSENI" yang ber-T-shirt belang-belang merah hitam sangat ramah sehingga kami dapat mengajukan beberapa pertanyaan yang dijawab dengan sangat memuaskan. Kami juga dipersilakan mengikuti peragaan proses pembuatan kompos yang dilakukan Marzuki dan anak buahnya serta diberikan satu bendel materi loka latih itu. Saung Kompos Marzuki yang sudah bertahun-tahun menjadi salah satu binaan PT Pembangunan Jaya Ancol kembali menjadi lokasi tempat para kader belajar membuat kompos. Diawali cara membuat "mesin" komposter kemudian dilanjut dengan proses pembuatan kompos dari skala rumah tangga hingga skala RW. Marzuki, si pemilik saung, dengan antusiasnya menjelaskan proses pengomposan sejak sampah organik terkumpul lalu dimasukkan ke dalam mesin perajangan, penjemuran, lalu dibumbui dengan aktivator (seperti EM-4) hingga proses terakhir pengungkeban di dalam komposter. Proses pengungkeban ini berlangsung selama 1 sampai dengan 3 minggu. "Namun kualitas kompos yang terbaik adalah setelah 3 minggu diungkeb," kata Isabella Clarissa, dari Konsultan Komseni sambil menjelaskan bahwa metode yang digunakan Marzuki adalah metode "tanpa udara". Ternyata Marzuki tidak serta-merta langsung sukses. Beberapa kali percobaan pada awal pembuatan mengalami kegagalan dan setelah sekian kali barulah dinyatakan berhasil yang dibuktikan dari uji laboratorium dari IPB Bogor. Di hari pelatihan hari ini Pak Marzuki tidak sendirian. Pihak Konsultan juga mendatangkan nara sumber lain dari Depok yang bernama Julius dari KUB Depok Komposindo. Julius, pemilik usaha ini menambahkan keterangan-keterangan yang disampaikan oleh Marzuki termasuk perbedaan metoda yang diterapkan antara yang di Ancol ini dengan yang dia lakukan di Limo, Depok itu. Satu jam berlalu karena waktu istirahat kantor sudah habis kami berpamitan. Kepada Julius kami menanyakan bisakah suatu kali nanti datang ke Cibinong untuk memberikan paparan tentang pembuatan kompos? Dengan bersahabat dia mengatakan bahwa dia akan sangat senang jika suatu saat diundang ke Bojong Depok Baru 2 untuk memberikan penjelasan tentang proses pembuatan kompos. Dengan demikian satu nara sumber lagi yang mungkin nanti bisa didatangkan di RW-14 dalam rangka merealisasikan Program Lingkungan kita. Mudah-mudahan ... Salam, Jaerony, Warga RW-14
