----- Forwarded Message ----
From: genevieve mamahit <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED]; enamsatu haiskul <[EMAIL PROTECTED]>; Very Talumepa 
<[EMAIL PROTECTED]>; I Wayan Yohan <[EMAIL PROTECTED]>; Haryono Diharjo <[EMAIL 
PROTECTED]>; Andriani Lede <[EMAIL PROTECTED]>; Keke adelina <[EMAIL 
PROTECTED]>; Kristoforus Rahadi <[EMAIL PROTECTED]>; marlene kapahang <[EMAIL 
PROTECTED]>; tommy subagja <[EMAIL PROTECTED]>; sonya wawolumaya <[EMAIL 
PROTECTED]>; stella pattiruhu <[EMAIL PROTECTED]>; nicholas glenn <[EMAIL 
PROTECTED]>; Febriyano Wakolo <[EMAIL PROTECTED]>; ariq parezi <[EMAIL 
PROTECTED]>; Anggi Lageee <[EMAIL PROTECTED]>; HenricusPunto Wicaksana <[EMAIL 
PROTECTED]>; David Fairly <[EMAIL PROTECTED]>; Unggul Diputro <[EMAIL 
PROTECTED]>; widya putong <[EMAIL PROTECTED]>; Ronny Machmud <[EMAIL 
PROTECTED]>; fernando repi <[EMAIL PROTECTED]>; FEBER MATTHEW
 <[EMAIL PROTECTED]>; Milkha Aja <[EMAIL PROTECTED]>; Jakarta (Global) Medical 
<[EMAIL PROTECTED]>; Juis Maro <[EMAIL PROTECTED]>; meidhi anto <[EMAIL 
PROTECTED]>; Markus AP <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, August 31, 2007 9:34:04 AM
Subject: ::EnamSatuJakarta:: Fwd: FW: [Everyone] Kekerasan pada WNI di Malaysia 
(hati-hati Promosi Wisata Malaysia!) {01}









  


    
            

Note: forwarded message attached.
 
      
Luggage? GPS? Comic books? 

Check out fitting  gifts for grads at Yahoo! Search.

    
  

    
    __._,_.___
    
    
              
          
            Messages in this topic           (1)
        
        
          
            Reply           (via web post)
          | 
        
          Start a new topic        
          
 
    
    
    
                Messages  
        
        
            |    Links  
        
        
            |    Members  
        
    
  
    

                
                  


          ::enamsatujakarta::

milis alumni SMA 61 Jakarta



dukung dan ikut serta dalam kegiatan ALENSA

-ikatan alumni enam satu-



keterangan lebih lanjut

kunjungi : http://www.alumni61.com          


              

    
    
    
    
      
       

      Change settings via the Web (Yahoo! ID required) 

      Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch 
format to Traditional 


      
        Visit Your Group 
       |
      
        Yahoo! Groups Terms of Use       |
      
        Unsubscribe       
    
     
  
 

  
  
  
  
    
    
    
    
            
        Visit Your Group      
    
 
              
    
              
              
                      Yahoo! Finance
 
It's Now Personal
 
Guides, news,
 
advice & more.
                   

                    
                      Green Groups
 
on Yahoo! Groups
 
share your passion
 
for the planet.
                  

                    
                      Beauty & Fashion
 
on Yahoo! Groups
 
Share style tips
 
and advice.
                  

          

    
  
   
  .


    


__,_._,___




<!--

#ygrp-mkp{
border:1px solid #d8d8d8;font-family:Arial;margin:14px 0px;padding:0px 14px;}
#ygrp-mkp hr{
border:1px solid #d8d8d8;}
#ygrp-mkp #hd{
color:#628c2a;font-size:85%;font-weight:bold;line-height:122%;margin:10px 0px;}
#ygrp-mkp #ads{
margin-bottom:10px;}
#ygrp-mkp .ad{
padding:0 0;}
#ygrp-mkp .ad a{
color:#0000ff;text-decoration:none;}
-->



<!--

#ygrp-sponsor #ygrp-lc{
font-family:Arial;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc #hd{
margin:10px 0px;font-weight:bold;font-size:78%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor #ygrp-lc .ad{
margin-bottom:10px;padding:0 0;}
-->



<!--

#ygrp-mlmsg {font-size:13px;font-family:arial, helvetica, clean, sans-serif;}
#ygrp-mlmsg table {font-size:inherit;font:100%;}
#ygrp-mlmsg select, input, textarea {font:99% arial, helvetica, clean, 
sans-serif;}
#ygrp-mlmsg pre, code {font:115% monospace;}
#ygrp-mlmsg * {line-height:1.22em;}
#ygrp-text{
font-family:Georgia;
}
#ygrp-text p{
margin:0 0 1em 0;}
#ygrp-tpmsgs{
font-family:Arial;
clear:both;}
#ygrp-vitnav{
padding-top:10px;font-family:Verdana;font-size:77%;margin:0;}
#ygrp-vitnav a{
padding:0 1px;}
#ygrp-actbar{
clear:both;margin:25px 0;white-space:nowrap;color:#666;text-align:right;}
#ygrp-actbar .left{
float:left;white-space:nowrap;}
.bld{font-weight:bold;}
#ygrp-grft{
font-family:Verdana;font-size:77%;padding:15px 0;}
#ygrp-ft{
font-family:verdana;font-size:77%;border-top:1px solid #666;
padding:5px 0;
}
#ygrp-mlmsg #logo{
padding-bottom:10px;}

#ygrp-vital{
background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;padding:2px 0 8px 8px;}
#ygrp-vital #vithd{
font-size:77%;font-family:Verdana;font-weight:bold;color:#333;text-transform:uppercase;}
#ygrp-vital ul{
padding:0;margin:2px 0;}
#ygrp-vital ul li{
list-style-type:none;clear:both;border:1px solid #e0ecee;
}
#ygrp-vital ul li .ct{
font-weight:bold;color:#ff7900;float:right;width:2em;text-align:right;padding-right:.5em;}
#ygrp-vital ul li .cat{
font-weight:bold;}
#ygrp-vital a{
text-decoration:none;}

#ygrp-vital a:hover{
text-decoration:underline;}

#ygrp-sponsor #hd{
color:#999;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov{
padding:6px 13px;background-color:#e0ecee;margin-bottom:20px;}
#ygrp-sponsor #ov ul{
padding:0 0 0 8px;margin:0;}
#ygrp-sponsor #ov li{
list-style-type:square;padding:6px 0;font-size:77%;}
#ygrp-sponsor #ov li a{
text-decoration:none;font-size:130%;}
#ygrp-sponsor #nc{
background-color:#eee;margin-bottom:20px;padding:0 8px;}
#ygrp-sponsor .ad{
padding:8px 0;}
#ygrp-sponsor .ad #hd1{
font-family:Arial;font-weight:bold;color:#628c2a;font-size:100%;line-height:122%;}
#ygrp-sponsor .ad a{
text-decoration:none;}
#ygrp-sponsor .ad a:hover{
text-decoration:underline;}
#ygrp-sponsor .ad p{
margin:0;}
o{font-size:0;}
.MsoNormal{
margin:0 0 0 0;}
#ygrp-text tt{
font-size:120%;}
blockquote{margin:0 0 0 4px;}
.replbq{margin:4;}
-->





 
 

 

 

 

 

 

 


<!--
 _filtered {font-family:"Comic Sans MS";panose-1:3 15 7 2 3 3 2 2 2 4;}
/* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
        {margin:0in;margin-bottom:.0001pt;font-size:12.0pt;font-family:"Times 
New Roman";}
a:link, span.MsoHyperlink
        {color:blue;text-decoration:underline;}
a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed
        {color:purple;text-decoration:underline;}
p
        {margin-right:0in;margin-left:0in;font-size:12.0pt;font-family:"Times 
New Roman";}
span.EmailStyle19
        {font-family:Arial;color:navy;}
 _filtered {margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;}
div.Section1
        {}
-->










FYI, so be careful… 
 

==========================



Nama saya Budiman Bachtiar Harsa, 37 tahun,

WNI asal Banten, karyawan di BUMN berkantor di

 Jakarta .



Kasus pemukulan wasit Donald Peter di Malaysia, BUKAN 

kejadian pertama. Behubung sdr Donald adalah seorang

"Tamu Negara" hingga kasusnya terexpose besar-besaran.

Padahal kasus serupa sering menimpa WNI di Malaysia.

BUKAN HANYA TKI Atau Pendatang Haram, tapi juga 

WISATAWAN.



Tahun 2006, bulan Juni, saya dan keluarga (istri, 2

anak, adik ipar), pertama kalinya kami "melancong" ke

 Kuala Lumpur
 Malaysia . (Kami sudah pernah
berwisata ke

negara2 lain, sudah biasa dengan berbagai aturan 

imigrasi). 

Hari pertama dan kedua tour bersama Travel agent ke

Genting Highland, berjalan lancar, kaluarga bahagia

anak-anak gembira.



Hari ketiga city tour di KL, juga berjalan normal.

Malam harinya, kami mengunjungi KLCC yang ternyata 

sangat dekat dari Hotel Nikko, tempat kami menginap.

Usai makan malam, berbelanja sedikit, adik ipar dan

anak-anak saya pulang ke hotel karena kelelahan,

menumpang shuttle service yang disediakan Nikko Hotel. 

Saya dan istri berniat berjalan-jalan, menikmati udara

malam seperti yg biasa kami lakukan di Orchrad

 Singapore ,
toh kabarnya KL cukup aman.

Mengambil jalan memutar, pukul 22.30, di dekat HSC

medical, lapangan dengan view cukup bagus ke arah
 Twin 

 Tower .



Saat berjalan santai, tiba2 sebuah mobil Proton

berhenti, 2 pria turun mendekati saya dan istri.

Mereka tiba-tiba meminta identitas saya dan istri,

saya balas bertanya apa mau mereka. Mereka bilang 

"Polis", memperlihatkan kartu sekilas, lalu saya

jelaskan saya Turis, menginap di Nikko 
hotel. Mereka

memaksa minta passport, yang TIDAK saya bawa. (Masak

sih di negeri tetangga, sesama melayu, speak the same 

language, saya dan istri bisa berbahasa inggris,

negara yg tak butuh visa, kita masih harus bawa

passport?). Salah satu "polis" ini bicara dengan HT,

entah apa yg mereka katakan dengan logat melayunya, 

sementara seorang rekannya tetap memaksa saya

mengeluarkan identitas. Perliaku mereka mulai tak

sopan dan Istri saya mulai ketakutan. Saya buka

dompet, keluarkan KTP. Sambil melotot, dia tanya

:"kerja ape kau disini?" saya melongo...
 kan turis, 

wisata. Ya jalan-jalan aja lah, gitu saya jawab. Pak

polis membentak dan mendekatkan mukanya ke wajah saya:

KAU KERJA APE? Punya Licence buat kerja? 



Wah kali dia pikir saya TKI ilegal. Saya coba tetap

tenang, saya bilang saya bekerja di Jakarta ,
ke KL

untuk wisata. Tiba-tiba salah satu dari mereka mencoba

memegang tas istri, dan bilang: "mana kunci Hotel?

"... wah celakanya kunci 2 kamar kami dibawa anak dan 

ipar saya yg pulang duluan ke hotel. 



Saya ajak mereka ke hotel yang tak jauh dari lokasi

kami. Namun pak Polis malah makin marah, memegangi

tangan saya, sambil bilang: Indon... dont lie to us.

Saya kurung kalian... 



Jelas saya menolak dan mulai marah. Saya ajak mereka

ke hotel Nikko, dan saya bilang akan tuntut mereka

habis2an. sambil memegangi tangan saya, tuan polis

meludah kesamping, dan bilang: kalian semua sama

saja...



Saat itu sebuah mobil polisi lainnya datang, pake logo

polisi, seorang polisi berseragam mendekat. Di dadanya

tertulis nama: Rasheed. 



Saya merapat ke pagar taman sambil memegang istri yang

mulai menangis. Melawan 3 polis, tak mungkin. Mereka

berbicara beritga, mirip berunding. Wah, apa polis

 malaysia 
juga sama aja, perlu mau nyari kesalahan

orang ujung2nya merampok?



Petugas berseragam lalu mendekati saya, meminta kami 

untuk tetap tenang. Saya bertanya, apa 2 orang preman

melayu itu polisi, lalu polisi berseragam itu

mengiyakan. Rupanya karena saya mempertanyakan

dirinya, sang preman marah dan mendekati saya,

mencengkram leher jaket saya, dan siap memukul, namun 

dicegah polisi berseragam. 



Polisi berseragam mengajak saya kembali ke Hotel untuk

membuktikan identitas diri. saya langsung setuju,

namun keberatan bila harus menumpang mobil polisi.

Saya minta untuk tetap berjalan kaki menuju Nikko 

Hotel, dan mereka boleh mengiringi tapi tak boleh

menyentuh kami. Akhirnya kami bersepakat, namun polisi

preman yang sempat hampir memukul saya sempat berkata:

if those indon run, just shoot them... katanya sambil 

menunjuk istri saya. Saya cuma bisa istigfar saat itu,

ini rupanya nasib orang Indonesia 
di negeri tetangga

yang sering kita banggakan sebagai "sesama melayu".

Diantar polisi berseragam saya tiba di Nikko Hotel. 



Saya minta resepsionis mencocokan identitas kami, dan

saya menelpon adik ipar untuk membawakan kunci. Pihak

 Nikko melarang
adik saya, dan mengatakan kepada sang

Polis, bahwa saya adalah tamu hotel mereka, WNI yang 

menyewa suites family, datang ke
 Malaysia dengan

Business class pada Flight Malayasia Airlines. 

Pak Polis preman mendadak ramah, mencoba menjelaskan

bahwa di Malaysia 
mereka harus selalu waspada.

Saya tak mau bicara apapun dan mengatakan bahwa saya 

sangat tersinggung, dan akan mengadukan kasus ini, dan

"membatalkan rencana bisnis dengan sejumlah rekan di

 malaysia "
(padahal saya tak punya rekan bisnis di

negeri sial ini). 



Polisi berseragam berusaha tersenyum semanis mungkin, 

berusaha keras untuk akrab dan ramah, petugas
 Nikko

Hotel kelimpungan dan berusaha membuat kami tersenyum.

Setelah istri saya mulai tenang, saya mengambil HP

P9901 saya dan merekam wajah kedua polisi ini.

Keduanya berusaha menutupi wajah, meminta saya untuk

tidak merekam wajah mereka.

Istri saya minta kita mengakhiri konflik ini, dan

sayapun lelah. Kami tinggalkan melayu-melayu keparat

ini, tanpa berjabat tangan. 



Sepanjang malam saya sangat gusar, dan esoknya kami

membatalkan tur ke Johor baru, mengontak travel agent

agar mencari seat ke Singapore .
Siang usai makan

siang, saya tinggalkan Malaysia 
dengan perasaan

dongkol, dan melanjutkan liburan di
 Singapore .



Mungkin saya sial? ya. Mungkin saya hanya 1 dari 1000

WNI yang apes di Malaysia? bisa. Tapi saya catat bahwa

bila saya pernah dihina, diancam, bahkan hampir

dipukuli, bukan tak mungkin masih ada orang lain 

mengalami hal yg sama.



Jadi, kalau hendak berlibur di Malaysia ,
sebaiknya

pikir masak2. Jangankan turis, Rombongan atlet saja

bisa dihajar polisi Malaysia .

Bayangkan bila perlakuan seperti ini dilakukan 

dihadapan anak kita. Tentu anak akan trauma, sekaligus

sedih.



Hati-hati pada PROMOSI WISATA MALAYSIA .
Di Malaysia,

WNI diperlakukan seperti Kriminal. 
 







  
 










       
____________________________________________________________________________________
Choose the right car based on your needs.  Check out Yahoo! Autos new Car 
Finder tool.
http://autos.yahoo.com/carfinder/

Kirim email ke