<!--
font-face
{font-family:"Comic Sans MS";}
_filtered {font-family:Tahoma;panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;}
_filtered {font-family:Verdana;panose-1:2 11 6 4 3 5 4 4 2 4;}
_filtered {font-family:"Trebuchet MS";panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4;}
/* Style Definitions */
p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
{margin:0in;margin-bottom:.0001pt;font-size:12.0pt;font-family:"Times
New Roman";}
a:link, span.MsoHyperlink
{color:blue;text-decoration:underline;}
a:visited, span.MsoHyperlinkFollowed
{color:purple;text-decoration:underline;}
span.emailstyle17
{font-family:Arial;color:windowtext;}
span.EmailStyle18
{font-family:Arial;color:navy;}
span.EmailStyle19
{font-family:Arial;color:navy;}
span.EmailStyle20
{font-family:Arial;color:navy;}
_filtered {margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;}
div.Section1
{}
-->
Nonton news dot com
di Metrotv ?
Mr. Guest-nya sungguh membuat haru, Pak Waras
(lebih pas kalau dipanggil mbah Waras), dengan penampilan yang lugu dan super
polos, didampingi istri dan seorang anaknya.
Kenapa dia menjadi special guest star di acara tsb ?
Karena dia 'makhluk langka' di
jaman sekarang ini.
Kalimat diatas bukan berkonotasi merendahkan tapi justru menyanjung. Pokoknya
two thumbs up deh.
Cerita berawal dari pembagian ganti rugi dari PT. Lapindo untuk korban
lumpurnya. Ganti rugi untuk keluarga mbah Waras ditetapkan Rp 285 juta.
Pembayaran pertama kan
baru 20%, uang yang semestinya diterima adalah Rp 56 juta. Namun
apa yang terjadi ? Rekeningnya membengkak 429 juta !!!
Mbah Waras bingung, uang dari mana ini ??? Nah,
beliau lalu melaporkan kepada pendamping yang kemudian bersamanya ke
kantor Lapindo.
Dalam acara news dot com itu ditanya, alasan apa yang mendasari Mbah Waras
mengembalikan uang ratusan juta itu ?
Jawabnya dengan lugu dan dalam bahasa Jawa
(karena dia tidak bisa bahasa Indonesia
, si penanya juga pake bahasa Jawa).
"Kulo wedi dosa pak, niku sanes hak
kulo."
("Saya takut dosa pak, itu bukan hak
saya")
Ogh..begitu mulianya jawabannya, mestinya ini direkam dan diedarkan kepada para
koruptor di negara kita ya.
Mbah Waras yang notabene bukan orang sekolahan, bukan pejabat yang
mengemban amanah rakyat, tapi dia lebih punya hati nurani daripada para pejabat
di negara kita yang hobi menggembungkan rekening pribadinya dari uang yang
bukan haknya.
Sebagai tanda terima kasih pihak Lapindo memberi reward menginap di hotel
berbintang, tapi lagi-lagi ditolak
oleh mbah Waras. Dan alasan apa yang beliau tuturkan ? Dengan lugunya mbah
Waras berkata :
"Kulo wedi
kadhemen. Mengke yen ten mriko, kulo ndak kemutan wedhus-wedhus kulo".
(Saya takut kedinginan. Nanti kalau saya di
sana , saya akan teringat
sama kambing-kambing saya").
Ogh..nooo... .
sungguh ironis dengan anggota wakil rakyat yang terhormat. Plesir ke
mancanegara dengan alasan kunjungan kerja. Dengan berombongan, pikniknya lebih
banyak daripada kunjungan kerjanya. Nginep di hotel berbintang di daerah
kunjungan wisata dan itu pake uang rakyat
kan ?
"Mbah Waras, lemah teles, gusti Allah
sing bales. nggih..."
(Mbah Waras, tanah basah, Allah yang akan balas berkah
yaa...)
Mungkin didunia ini imbalan untuk mbah Waras gak seberapa. "Hanya"
rumah gratis 40/90 dari PT. Lapindo atas kejujurannya itu.
Tapi rumah akhirat jauh lebih besar dan mewah.
"Apa yg ada di depanmu dan apa
yang ada di belakangmu adalah perkara
kecil di banding apa yang ada dalam dirimu"
____________________________________________________________________________________
Be a better Heartthrob. Get better relationship answers from someone who knows.
Yahoo! Answers - Check it out.
http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545433