Buntut Nuryamah 'Rambut Panjang'

General Tue, 04 Sep 2007 08:19:00 WIB

Jakarta - Nuryamah pada Senin (3/9/2007) kemarin menyeruak di
tengah nama Munarman dan JORR. Kisah Nuryamah melahirkan decakan:
kok bisa ya? Iseng amat sih! Ada-ada saja.

Nuryamah sejatinya hanya perempuan biasa. Umurnya 35 tahun dan
pernah menjadi TKW di Palestina dan Kuwait, masing-masing selama
3 tahun. Di dua negara itu jugalah warga Rangkasbitung ini
memanjangkan rambutnya hingga akhirnya mahkotanya itu menjuntai
hingga dengkul.

Nuryamah memang pecinta rambut panjang. Saat ada yang terpesona
melihat rambutnya yang hitam panjang dan ditawar Rp 10 juta, dia
tidak melepas. Perjuangan 6 tahun tidak sepadan hanya dengan Rp
10 juta.

Tapi perjuangan Nuryamah kandas dalam tempo beberapa menit pada
Senin kemarin. Ceritanya, Nuryamah bersama ibunya naik bus P27
jurusan Blok M-Bekasi.

Baru beberap menit bus melaju, tepatnya di dekat gedung
Depdiknas, Jl Sudirman, Nur merasa ada orang yang menarik-narik
rambutnya. Dia pun buru-buru menoleh ke belakang, mengecek siapa
sih orang usil yang menjahilinya itu.

Begitu menengok, Nur langsung histeris. Pria di belakangnya
tengah beraksi dengan gunting kecil, memangkas rambutnya dari
belakang tanpa permisi. Rambutnya bahkan kini tinggal sebahu.

Pria itu, Agus Setiawan (27) buru-buru kabur lewat pintu
belakang. Karena Nur meneriakinya maling, Agus pun dibekuk.

Bus P27 yang tidak terlalu penuh langsung heboh. Agus lantas
digelandang ke Polda Metro Jaya, tak jauh dari Depdiknas. Tangan
Agus diikat tali rafia agar tidak kabur. Bajunya dilepas sehingga
tinggal celana panjang saja.

Di SPK Polda, saat melaporkan Agus, Nur tak bisa menyembunyikan
galaunya. Dia menangis histeris sehingga menarik perhatian orang
di sekitarnya. Saking histerisnya, banyak orang mengira Nur
adalah korban pemerkosaan dan Agus adalah pelakunya.

Setelah mengadukan masalahnya, Nur beserta Agus diperiksa di
Reskrimum. Agus yang bekerja di warung pecel lele milik
orangtuanya di sekitar kantor Imigrasi Jakarta Selatan ini hanya
bisa senyum-senyum. "Rambutnya mau saya jadikan gantungan kunci,"
ujarnya santai.

Beberapa jam diperiksa, Nuryamah keluar dari ruang pemeriksaan.
Tak seperti di SPK, kali ini belasan kamera televisi dan
fotografer menyongsongnya. Nur bagaikan selebriti baru.

Nur emoh bicara sepatah kata pun. Termasuk mengulang derita yang
menimpanya. Dia berusaha bersembunyi, tapi justru dia keliru
memeluk seorang polisi. Setelah sadar dia keliru, dia nemplok ke
ibunya.

Rambut Nur kini tidak seindah dulu lagi. Rambutnya rata sebahu.
Potongan itu pun terlihat kasar, sehingga tampak 'buntut-buntut'
yang menjuntai. Nur tampaknya perlu ke salon untuk merapikan
mahkota mahalnya itu. (nrl/nvt)

Sumber: detikcom

--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke