Satu Waktu dalam Satu Masa
Jojo Wahyudi

Satu waktu dalam satu masa
"dia" selalu menyambangiku dengan senyum
tapi seperti biasa, aku tak pernah mau peduli
asyik dengan pekerjaan yang tak pernah berhenti mengalir
hanya untuk sebuah kalimat "selamat & sukses" dari kantor-ku
melayaninya dengan segenap waktu dan konsentrasi
tanpa pernah berpaling dari pelayanan extra pengabdian
sejak beranjak pagi hari hingga tenggelamnya sang mentari

Memang kesukaan perusahaan berimbas pada karier
dalam setiap periode, pangkat tak pernah absen kuterima
semakin "buta" aku mengabdi pada dunia
waktu terisi dengan kerja yang tak berujung
tak ada yang lebih baik dari kerja sepenuh hati

Pun saat ini, ketika "dia" kembali datang
tanpa pernah dia meminta untuk disambut
dengan kebersahajaan saja lebih baik
asal hati terbuka dengan keikhlasan penuh
aku tak membukakan pintu qalbu-ku untuknya

Aku semakin tenggelam dalam lautan semu
dunia fana tempat raga bertahta
kesenangan sesaat yang menggiurkan
semua insan yang memiliki nafsu rana
sementara jiwa nihil tanpa makna
sepi dari rasa damai apalagi bahagia

Kegalauan tiba-tiba merambati relung kosong jiwa
rumah megah yang berhasil kudirikan 
tak mampu menutupi pertanyaan yang timbul silih berganti
"apa yang kau cari di kesementaraan ini?"
mobil mewah tak sanggup mengantarku
kepada ketenangan ruh dalam dada
yang berlari semakin jauh dari jasad tua
yang semakin rapuh dan setiap saat bisa di jemput Pemiliknya.

Mata nanar yang biasa kuat menghadapi monitor komputer berjam-jam
tiba-tiba merasa lelah dan tak sanggup menatap ke depan
bulir-bulir bening mulai mengalir perlahan di sudut-sudutnya
teringat akan waktu yang selama ini sudah kuhabiskan

Wal Ashri
Innal Insaana Lafii khusr
Illalladziina aamanuu wa'amillush shaalihaati watawaashaubilhaqqi
watawashau bishshabr

Demi masa
Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian
Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh,
dan saling berwasiat untuk menaati kebenaran dan saling
berwasiat untuk menetapi kesabaran

Masya Allah........
sudah semakin jauhnya kah aku pada Mu ya Rabb
melupakan janji yang pernah terikrarkan di alam janin
saat ruh-ku Kau tiupkan

Kini saat "dia" yang Kau utus dengan sejuta Rachmat datang
dengan pongah aku palingkan wajah.
Kubiarkan "dia" berlalu tanpa makna, apalagi sapa bahagia penuh rindu
kubiarkan "dia" sebulan penuh tanpa keterpautan hati-ku

Ya Rabb
ampuni semua khilaf dan ingkar ku pada Mu
biarkan "dia" yang Kau utus menentramkan setiap ruh bimbang
menjadi jiwa-jiwa yang tenang menghampiriku 
dengan kekuatan malam seribu bulannya
sekuat raga kucoba menyambutnya dengan segenap ke-ikhlasan
agar kwalitas ke-taqwa-anku semakin meningkat tinggi
melupakan ke"semu"an yang selama ini menguasaiku.

"Marhaban Yaa Ramadhan"

( 30 Sya'ban 1428 H)


       
____________________________________________________________________________________
Yahoo! oneSearch: Finally, mobile search 
that gives answers, not web links. 
http://mobile.yahoo.com/mobileweb/onesearch?refer=1ONXIC

Kirim email ke