Gimana mau nutup pabriknya, apalagi sampe dibikin fatwa haram
sama MUI :) Pantas saja.  

        -- A. Yahya Sjarifuddin

Rabu, 14/11/2007 13:28 WIB 
Setoran Rokok Kalahkan Freeport

Dadan Kuswaraharja - detikfinance Jakarta - Rokok ternyata
memberi kontribusi yang sangat besar bagi penerimaan negara.
Setoran dari kebulan asap rokok bahkan melampaui setoran dari
produksi Freeport.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris dalam
rapat kerja dengan Komisi VI, DPR, di Gedung DPR, Senayan,
Jakarta, Rabu (14/11/2007).

Menurut Fahmi, setoran Freeport tidak pernah melebihi Rp 3
triliun per tahun, sementara dari rokok paling tinggi yakni pada
tahun 2006 mencapai Rp 51-52 triliun.

"Itu single commodity. Melihat peta begini, pasti Depperin
mendukung industri rokok, belum lagi dari komponen kesemapatan
kerja, berapa banyak yang bisa diserap," ujarnya.

Oleh karena itu pemerintah belum meneken konvensi PBB mengenai
pembatasan rokok yakni Framework Convention on Tobacco Control
(FCTC). Negara seperti Amerika Serikat dan China saja belum
meratifikasinya.

"Apalagi kita sebagai produsen terbesar rokok. Soal mengganggu
kesehatan iya, makanya perokok harus diberi tahu rokok ini
menyebabkan ini, ini, ini mengandung tar sekian ini, jadi balanc
saja," ujar Fahmi yang sempat lupa nama dari konvensi FCTC itu.

"Ah saya lupa, masak kalian (staf Fahmi) lupa juga....bah kalian
lupa juga," ujarnya sambil celingak celinguk mencari-cari stafnya
yang tahu istilah perjanjian itu.

Akhirnya ada staf yang memberi tahu soal FCTC itu. "FCTC kalian
hafal, menteri kan lupa, panglima tidak mungkin tahu semua tapi
mengerti masalah," ujar Fahmi sambil tertawa.

(ddn/qom) 


--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke