Dear all, Lumayan juga kalau dihitung , dijalan pulang - pergi 6 jam, 22 hari kerja X 6 jam = 132 jam/ 24 jam = 5.5 hari (1 BULAN) 5.5 hari X 12 bulan= 66 hari= 2.2 bulan(1 tahun) , kalau kita mulai bekerja umur 25 thn dan pensiun 55 tahun ( masa kerja 30 thn) 2.2 bulan/thn X 30 thn= 66 bulan ( 5.5 tahun). Jadi selama kita bekerja 30 tahun, waktu yang kita buang untuk lamanya macet dijalan raya di jakarta kurang lebih 5.5 tahun sama dengan umur anak masuk sekolah dasar..............tapi kalau kita lakukan dengan senyum nan ikhlas, dan karena Allah ...hal tersebut akan jadi ibadah, karena mencari rezki untuk anak, istri................btul nggak pak uztad......................
almasdi rahman On 11/23/07, Yakin <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Nambah dikit nih, > > Pulang kerja, badan sudah loyo dicampur stress menunggu kereta yang belum > juga ada kabar baiknya, rokok pun sudah mulai menipis , kaki sudah pegal > karena kursi di stasiun hanya terbatas seperti kursi anggota Dewan saja. > > Setelah menunggu kereta hampir 1 jam maka siap-2 untuk berebut masuk > supaya dapat posisi yang enak serta pijakan yang kokoh, karena saat kereta > berjalan maka bukan hanya kereta yang bergoyang tapi orang-2 didalam pun > bergoyang disebabkan dorongan copet-2 yang mengintai, tanpa sengaja > mendengar obrolan orang yang duduk didepan yang kalau diukur dengan badan , > ya pas lah... sepotong terdengar salah satu dari pembicaraan seorang wanita > setengah baya, disaat makan siang di kantin kantor dengan teman-2 kerja dia > kebelet mau buang air dan tanya punya tanya hanya ada wc di salah satu > tempat parkir dimana banyak supir-2 yang nongkrong menunggu majikan nya, si > wanita ini saking kebelet dan buru-2 setelah keluar kamar mandi dia dengan > lenggang seorang model melewati supir-2 yang nongkrong di situ, dan si > wanita ini sempat kaget dan binggung ada wanita lain yang memberi isyarat > kepada nya, dan akhirnya dengan tenang dibisikkan ... mbak-2......!!! rok > nya..., si wanita bingung dan melihat ke arah rok nya karena dia pikir kotor > atau basah, tapi.......woh...ternyata rok nya belum di turunin sejak dia > keluar kamar mandi.....sambil cuek tapi malu si wanita jalan terus....lalu > dia cerita ke teman-2 di kereta, pantas saja supir-2 itu bicara nya > aneh-2......gitu deh.... > > > Akhirnya cape di kereta jadi hilang juga karena sepintas mendengar cerita > si wanita tsb...... jadi senyum-2 sendiri ...sembari bayangin ..... > > > > > ----- Original Message ----- > *From:* puji <[EMAIL PROTECTED]> > *To:* A. Yahya Sjarifuddin <[EMAIL PROTECTED]> > *Cc:* jamaah <[EMAIL PROTECTED]> ; al-ihlas <[EMAIL PROTECTED]> ; > info <[EMAIL PROTECTED]> ; [EMAIL PROTECTED] > *Sent:* Friday, November 23, 2007 2:01 PM > *Subject:* [porsenipar] Fw: [tscabang] TUA DIJALANAN.... > > > > ----- > > *TUA DIJALANAN.... * > > > "ha..ha..ha..ha...", *Kelik *tertawa. > ternyata seisi angkot ndak sengaja mendengar obrolan kami, karena tidak > saling kenal mereka hanya > menahan senyum melirik kami berdua. > > Hidup ini indah kalau dihadapi dengan senyum. > Satu lagi..., Senyum jangan ditahan tahan, lepas aja. > asal jgn kebanyakan, dikira gila...!!! > > > > > > > > The information transmitted is intended only for the person or the entity > to which it is addressed and may contain confidential and/or privileged > material. If you have received it by mistake please notify the sender by > return e-mail and delete this message including any of its attachments from > your system. Any use, review, reliance or dissemination of this message in > whole or in part is strictly prohibited. Please note that e-mails are > susceptible to change. The views expressed herein do not necessarily > represent those of PT Astra International Tbk and should not be construed as > the views, offers or acceptances of PT Astra International Tbk. > >
