Tontonan yang sangat mendidik dan sangat layak ditonton, silakan ulangannya di hari Minggu jam 2 atau 3 siang Metro TV.
Menampilkan orang-orang yang hampir putus asa dalam perjuangannya :

1. Pebulutangkis Hendrawan dan Wijaya?..... (siapa ya ... forget).
2. Witono, juragan bakso kota Banjarmasin, yang anak seorang "perampok" dan terlibat narkoba dalam hari-hari berbisnis, kini punya 8 gerai, dan 3. Subronto Laras, bos Indomobil Suzuki yang sempat oleng karena krisis 1998, biker, dan seorang yang rendah hati.

Selamat untuk memotivasi diri.
Rgds / Jaerony.-

----- Original Message ----- From: "Agus Rasidi" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, February 22, 2008 10:43 AM
Subject: Re: [porsenipar] Andrie Wongso: Sukses Adalah Hak Saya


tadi malam ada di KICK ANDY (ulangan hari minggu pukul 15.05 wib),
barangkali ada yang belum menyaksikan tayangan tadi malam (saya juga
belum) ....


Pada tanggal 22/02/08, jaerony <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Salam,
Ini adalah TRUE STORY dari seorang motivator sejati. Yang diomongkan adalah
yang dialami dan diperbuatnya. Sosok yang SD-pun tidak tamat benar-benar
tidak mengesankan pribadi yang feodalis dalam diri Andrie Wongso ini. Yang
ada hanyalah keyakinan yang MAHA DAHSYAT untuk sukses!

Rgds / Jaerony.-

*******************




In [EMAIL PROTECTED], "Ikhwan Sopa" <[EMAIL PROTECTED]>


ANDRIE WONGSO: SUKSES ADALAH HAK SAYA

Tak berlebihan jika Andrie Wongso disebut sebagai salah satu motivator
terbaik di negeri ini. Proses hidup yang dijalani pengusaha kartu kata-kata
mutiara Harvest ini, sangat inspiratif. Anak penjual kue yang lahir di
Malang, 6 Desember 1954 itu, tak pernah tamat SD akibat gejolak Gestapu
1965.

Sejak itu, Andrie kecil harus jualan kue di pasar untuk menyambung hidup.
Tahun 1976 ia nekad merantau ke Jakarta dengan pekerjaan pertama sebagai
salesman sebuah pabrik sabun. Malam hari ia cari tambahan dengan melatih
beladiri Kung Fu.

Merasa punya kepandaian dan penampilan oke, Andrie banting stir melamar jadi
bintang film silat. Lamarannya ke perusahaan film Hong Kong diterima. Ia
sempat tiga tahun mengadu nasib dan membintangi film "Kung Fu Executioner"
dan "Fistful of Talon", serta satu film nasional "Surga di Telapak Kaki
Ibu".

Ternyata dunia film tidak memberi sesuatu seperti yang diimpi-impikan
sebelumnya. Orang beranggapan Andrie gagal karena tak sekalipun jadi bintang
utama. Namun ia menilai dirinya sudah sukses. Sukses dalam proses mencari
jatidiri dan berani memiliki imajinasi untuk mewujudkan cita-citanya.

"Sukses dalam perjuangan. Maka proses itulah nilai investasi yang paling
tinggi. Prosesnya!," tegas suami Haryanti Leny Suharto itu. Dan "kegagalan" itulah yang akhirnya justru membukakan lembaran baru bagi ayah dari Vicky, Vendy, dan Valdy ini. Tahun 1985 ia merintis bisnis kartu ucapan kata-kata
mutiara dari tempat kosnya.

Di luar dugaan, usaha kartu-kartu inspiratifnya berkembang pesat. Lalu ia
dirikan MLM Forever Young, Action & Wisdom Motivation Training, serta
memiliki perusahaan hologram dan software. Kegemarannya berbagi spirit
kesuksesan menjadikannya seorang motivator yang luar biasa. Ia telah
berbicara di banyak perguruan tinggi dan perusahaan komersil.

Bersama pengamat bisnis dan manajemen Renald Kasali, ia membagi elan
entrepreneurship di seluruh nusantara, selama tiga bulan berturut-turut
selama pertengahan tahun 2002 lalu.  Andrie ada dibalik sukses Tim Bulu
Tangkis Olimpiade Sidney dan Thomas & Uber Cup tahun 2000. Kemenangan
gemilang Tim Thomas Cup Mei 2002 lalu juga berkat sentuhan motivasinya.

Kini selain terus berwiraswasta, ia mendedikasikan talentanya untuk
membangkitkan sikap mentalitas sukses kepada sebanyak mungkin orang. "Kita
bangsa yang cukup hancur akhir-akhir ini. Satu-satunya jalan adalah
pembinaan sikap mental, baru bisa bangkit lagi," tegasnya kepada Edy Zaqeus, dalam sebuah wawancara eksklusif di di salah satu kantornya di Kawasan Roxi
Mas, Jakarta Barat.

Apa yang Anda cari dengan aktif menjadi pembicara di berbagai seminar?

Memberi dan membagi pengalaman. Kalau kebetulan itu di perusahaan yang
basisnya bisnis, ada timbal balik. Tapi kalau di universitas-universitas,
anak-anak PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Indonesia: red), ya kita hanya
memberilah.Yang menarik, ternyata orang-orang kita itu haus akan pengertian
mentalitas atau motivasi.

Dengan membagi pengalaman-pengalaman yang saya lewati selama ini, itu jelas dapat merangsang. Ternyata kualitas-kualitas seperti saya ini, yang notabene
pendidikan formalnya SDTT -Sekolah Dasar Tidak Tamat- tapi ada satu visi
yang bisa diambil melalui perjuangan selama puluhan tahun terakhir. Beraneka ragam kehidupan saya. Dari SDTT, berjuang luar biasa sebagai pelayan toko,
memperjuangkan impian sebagai seorang bintang film, memperjuangkan usaha
melalui kartu
ucapan Harvest, lalu terjun ke dunia MLM, sebagai motivator tim resmi
Olimpiade. Kini makin banyak sekali undangan untuk memberi motivasi.

Dari pengalaman Anda sendiri, apa menariknya dalam entrepreneurship?

Satu sikap mental atau cara pandang terhadap kesulitan itu. Cara pandang apa
itu sukses. Di Indonesia ini banyak orang kena penyakit mitos. Misalnya,
pendidikan saya rendah, saya anaknya pegawai kecil, saya anak orang miskin, anak petani. Kalau itu yang dibuat pedoman, kita habis. Karena sikap mental
tadi, membawa dampak keseluruhan. Membuat Anda ini tidak bisa bertanding,
karena sudah mikir dulu 'saya kan cuma SD, saya kan cuma SMP, cuma SMA'.
Yang S-1 pun 'bapak saya orang miskin, mungkin saya tidak bisa sukses, hanya
sebagai pekerja biasa saja'.

Itu mentalitas yang mematikan seluruh pandangan. Mitos itu antara lain
pendidikan. Mitos kesehatan, merasa dirinya tidak kuat fisik. Mitos nasib
'saya berjuang bagaimanapun saya tidak akan sukses, karena nasib sudah
menentukan saya hidup seperti ini'.

Mitos umur 'saya sudah tua, ini kerjaan atau bidang anak muda' atau
sebaliknya. Mitos kelamin, 'dia kan cewek ya bisa, bukan kerjaan lelaki'.
Mitos warna kulit 'saya kan item, dia kan orang Tionghoa kulitnya putih bisa
sukses'. Ini semua penyakit-penyakit mitos, tidak berlaku. Maka dalam
kehidupan saya, saya ringkas dalam satu kalimat; SUCCESS IS MY RIGHT. Sukses
adalah hak saya. Inti seminar saya itu, dengan moto kata-kata mutiara
"Kesuksesan bukan milik orang-orang tertentu.

Sukses milik Anda, milik saya, dan milik siapa saja yang`benar-benar
menyadari, menginginkan, dan memperjuangkan dengan sepenuh hati".

Banyak orang terbelenggu mitos-mitos itu?

Banyak sekali, sangat banyak. Saya lihat di seminar-seminar saya. Di atlet
saja ada kok. Atlet PBSI yang top semua itu juga kena mitos berat, mitos
susah. Penyakit juga yang membuat orang susah bangkit.

Cara untuk keluar dari belenggu itu?

Mental! Mental kan butuh pengertian. Tanpa disentuh itu, bagaimana bisa
bangkit wong dia sendiri tidak tahu? Tahunya mau kerja merasa tidak bisa.
Ini perlu dikuak dulu! Nah, itu tugas saya sekarang. Dengan begitu saya
merasa membantu negara. Kadang ketika mau berwirausaha, soal modal dan
risiko menjadi kendala utama. Dua penyakit itu yang paling berat.

Takut ambil risiko dan tidak punya modal. Saya mulai justru dengan keduanya
itu tidak ada. Saat saya mulai kartu Harvest tahun 1985, tidak ada modal
sama sekali. Saya cuma punya ide. Jadi dalam proses perjuangan dulu, saya
punya kata-kata mutiara, "Harga sebuah kegagalan dan kesuksesan bukan
dinilai dari hasil akhir, tapi dinilai dari proses perjuangannya". Jadi saya
pulang dari Taiwan bikin kata-kata mutiara ini. Orang mikir saya gagal
sebagai bintang film karena tidak ada satu film pun saya bintangi sebagai
bintang utama. Tapi saya pikir itu sukses! Sukses`dalam perjuangan. Maka
proses itulah nilai investasi yang paling tinggi. Prosesnya! Waktu saya
punya ide membuat kartu kata-kata mutiara, saya tidak punya modal. Maka saya pasang iklan ngajar Kung Fu. Kumpulin uang buat modal. Jadi berangkat tanpa modal. Tapi mana yang mendahului? Ide! Ide itu yang mendahului, saya pasti
berhasil.

Jadi embrionya pengertian "Success is My Right" tadi. Karena ada pengertian
itu, muncul keberanian untuk mencoba. Ada nggak keuletan? Pasti!
Masalah-masalah itu jadi kecil karena kita berani menghadapi sesuai dengan pengertian kita, bahwa saya pasti berhasil. Risiko? Udah nggak ngerti lagi
apa itu risiko! Jalan aja, risiko itu kan nanti? Maka harus berani ambil
keputusan mencoba.

Kalau sudah berani ambil keputusan mencoba, pasti berani risiko. Risiko
gagal, wong sekarang nol kok gagal? Berangkatnya kan nol? Nothing to lose,
always win!

Bagaimana Anda bisa memelihara spirit dari dalam, penuh motivasi
terus-menerus?

Kalau secara singkat bahasa rohani mengatakan..karunia. Tapi ingat itu ilmu
yang bisa dipelajari oleh siapa saja. Karena saya terbiasa dalam latihan
Kung Fu yang saya namakan Hap Kun Do, ini menghilhami saya. Harus selalu
konsisten mentalnya, terjaga. Terutama kemauan, kepercayaan diri, komitmen,
konsekuen, satria, berani, tanggung jawab, disiplin, moralitas.

Itu semua kelompok karakteristik yang harus dimiliki orang yang mau
berhasil. Kapan berhentinya? Ini tidak berhenti sampai kita mati. Hidup
terus. Kok begini? Ini sebetulnya konsisten yang benar. Karena sedikit yang
konsisten, jadi luar biasa saya. Padahal itu biasa saja. Bagaimana ilmu
beladiri bisa memberi spirit dan selalu mengilhami seperti itu? Karena di
dalam Kung Fu sebenarnya adalah pelatihan fisik yang menghasilkan mental.

Kalau kita tertekan fisiknya karena latihan fisik, itu akan menghasilkan
pengkristalan kekuatan mental. Kalau latihan ndak kuat, dipaksa dikit! Ndak
kuat, dipaksa dikit! Itu sama dengan kita mengalami penderitaan. Begitu
mengalami penderitaan kita tahan, tahan, ternyata ya kuat. Jadi kekuatan
mental menghadapi masalah itu
jadi tumbuh.

Dengan teriakan (dalam latihan beladiri: red), itu aktualisasi diri akan
muncul. Dari aktualisasi itu akan menimbulkan kepercayaan diri. Membuka
keyakinan diri.

Kalau dianalogikan dengan risiko bisnis?

Nyemplung saja! Satu-satunya jalan seseorang dinilai luar biasa bukan dari
banyaknya prestasi yang dihasilkan. Tapi dari berapa banyak masalah yang
dihadapi. Itu baru luar biasa. Kalau kita orang kaya luar biasa, itu kan
orang punya uang banyak, bukan orang sukses? Orang sukses dinilai dari
bagaimana dia menghadapi masalah dengan tenang dan berani. Kalau orang
seperti ini, ndak ngerti itu risiko. Yang tahu saya berhasil.

Semangat seperti ini perlu dibudidayakan di Indonesia. Kita bangsa yang
cukup hancur akhir-akhir ini. Satu-satunya jalan adalah pembinaan sikap
mental, baru bisa bangkit lagi.

Mengisi peran pembinaan sikap mental itu, pilih institusi formal atau non
formal?

Dua-duanya. Contohnya sudah lebih dari 15 universitas, pelantikan dari S-2
sampai S-3. Dari perusahaan-perusahaan, perbankan, semua lini yang paling
top pun sudah saya masuki. Di situ itu butuh motivasi. Karena motivasi tidak
bicara status, bukan milik orang sekolahan, tidak juga milik tukang sapu,
tidak juga milik presiden. Semuanya! Itu soal mentalitas, maka jangan bicara
status. Semuanya!

Lha, bangsa kita saat ini membutuhkan pembangunan karakter. Ini yang lebih penting. Kalau itu ada, berduyun-duyun bersama-sama, kita adakan hari ini. Sebulan saja setelah hari ini, pasti berubah. Satu tahun kemudian, berubah atau berubah? Pasti berubah! Masalah sikap mental seperti contoh tadi, itu
yang perlu dikembang-biakkan.

Dikaitkan dengan perubahan sikap mental itu, apa yang mesti dilakukan
orang-orang muda?

Anak-anak muda sekarang ini harus belajar nilai sebuah sikap mental.
Anak-anak sekolah ini kan tonggak bangsa yang dimiliki? Isinya berantem,
bunuh-bunuhan. Kalau kita lihat sebagai cermin, bagaimana orang kayak gini
bisa tumbuh dengan baik? Wong isinya keras sama orang lain, bukan keras
terhadap diri sendiri? Itu tidak tahu sama sekali apa artinya mental. Itu
berarti harus step by step. Orang mau berjuang, masih nggak berhasil, kita
harus beritahu mentalmu begini. Kualitas bangsa ini lagi turun semua, itu
yang saya lihat.

Disiplin nasional sekarang ini mundur atau maju? Jauh, berantakan! Kita
bertaruh aja, Rp1 lawan Rp1 juta; di lampu merah begitu merah, ada nggak
yang nyerobot? Waktu mau hijau, keluar semua, udah tidak ada yang tertib.
Itu juga mental! Itu kalau kita tidak punya, bagaimana kita berjuang kalau
melawan negara lain? Itu tugas kita!

Bagaimana dengan orang tua yang hanya menyerahkan begitu saja pendidikan
anak di sekolah? Orang tua itu juga tidak tahu. Maka bangsa ini harus
mengembangkan, membudidayakan, mentradisikan, mengumandangkan pentingnya
nilai sikap mental. Termasuk (institusi) yang formal ataupun informal.

Keduanya sangat banyak yang tidak tahu. Sekolah-sekolah saja, pulang
berantakan. Yang tarung itu berapa banyak, yang ketularan juga banyak.
Segelintir saja yang mengerti soal ini. Buat saya, anak-anak muda ini number one. Dalam masa transisi ini, sepuluh tahun mendatang generasi muda ini yang
lebih penting. Kalau mereka sekarang disiapkan dengan matang, ya jalan,
berproses. Sepuluh tahun kemudian baru diketahui kualitas manusia Indonesia.
Kalau itu tidak dibenahi, tidak
ada itu Indonesia Baru.

Tugas siapa itu?

Tugas semuanya! Terutama, sudah pasti dong yang berwenang, ya kabinet ini.
Dan termasuk kita semua, masyarakat yang sadar dan mengerti. Saya bisanya
memberi ini (motivasi) untuk apa? Untuk membangun orang lain. Jadi
idealisnya itu ikut membangun bangsa. Karena saya sadar, yang SDTT kayak
saya, SD tidak tamat yang hidupnya berantakan, banyak sekali. Yang SMP, SMA
hidup berada juga banyak.

Mereka baik, kualitas baik, intelektualnya baik, mentalnya belum baik? Ini
yang jadi masalah. Harus dipisahkan antara intelektual dan mentalitas.
Seorang SMP, SMA, S-1, S-2 mungkin punya intelektualitas luar biasa. Tapi
kena masalah hidup yang berat, nggak kuat menghadapi. Karena pengertian
tentang kehidupan mentalitas yang tidak cukup.

Guru-guru terbaik Anda?

Guru-guru terbaik saya adalah kehidupan. Penderitaan itu guru yang paling
saya hormati. Setiap orang bisa menjadi guru bagi orang lain. Selama kita
waspada dengan pikiran dan batin yang jernih, anytime and anyway, itu guru
semua. Justru penderitaan dalam kehidupan, termasuk kelompok kegagalan,
kesakitan, kesalahan, ini semua guru nomor satu.

Selama kita waspada melihat proses kehidupan. Tanpa ini bisa maju nggak,
tidak mungkin maju! Secara fanatik, kelompok penderitaan inilah satu-satunya jalan kita bisa maju. Masak takut? Ndak usah takut! Wong bisa dihadapi kok.

Kapan saat-saat berefleksi diri?

Hampir setiap hari saya merenung dan meditasi. Saya Budhis, jadi saya banyak melakukan perenungan ajaran Sang Budha yang luar biasa. Terutama yang paling
saya senangi adalah 'hidup hanya proses' dan 'hidup semua adalah
tanggungjawabmu sendiri'. Jadi apa saja tingkah kita itu mengandung risiko.
Risiko apa saja itu tanggungjawab kita. Tidak bisa dilimpahkan ke orang
lain.

Kalau tahu itu, maka langkah kita harus hati-hati. Kalau ada salah, ndak
masalah.. Just a process. Orang seperti itu, biarpun uangnya belum banyak,
dia sudah sukses! Setuju ndak? Bukan berapa banyak masalah yang dihadapi,
tapi bagaimana kita memandang masalah itu.

Dalam hidup ini, apalagi yang Anda inginkan?

Keinginan manusia itu selalu berproses dan berubah. Besok bisa berubah?
Bisa! Hari ini target saya ini, tahap ini mentalitas yang ini, merasa sudah cukup, target harus berubah. Target saya makin tahu kehidupan, makin rendah
hati.

Jadi sementara ini saya ingin menyumbangkan mentalitas saya, pengertian
saya, pengalaman saya, pengetahuan saya, untuk semakin banyak orang, supaya sama-sama mereka menikmati kehidupan yang lebih baik dari hari ini. Karena
apa? Cuma satu catatan: sukses adalah hak saya! Ini saja dibagikan dengan
cara saya, lewat seminar, lewat wawancara dengan majalah Anda.

(Wawancara ini pernah dimuat di Majalah Berwirausaha Edisi 5/Thn 1/2002).

Best Regards,
Moh. Caesar Darwin (Mr)



--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------



--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------



--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007 -=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-

| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------

Kirim email ke