Begini kalau nggak diekspor dulu artinya nggak dapat devisa untuk bayar
hutang oleh ekonom ekonom Barkeley itu.
Kalau nggak bayar utang, ekonom-ekonom itu nggak bakalan dapat pujian.
Jadi demi pujian calon-calon penghuni neraka jahanam kekal selama-lamanya
mereka hancurkan negeri ini.
Dan tentu saja Allah SWT akan menghancurkan pula apa yang mereka miliki di
atas tanah Jawa he..he..he..
alamat email: [EMAIL PROTECTED]
"jaerony"
<[EMAIL PROTECTED]
a.co.id> To
<[EMAIL PROTECTED]>
05/16/2008 03:08 cc
PM
Subject
[porsenipar] Itung2an Kwik Kian Gie
Please respond to ttg BBM
[EMAIL PROTECTED]
eb.id
Lagi, dari milis Forum Pembaca Kompas (FPK) ....
Komentar : Seorang keturunan Tionghoa bisa lebih nasionalis dari
bumiputera. Pikiran waraslah (baca: cerdas) yang bisa menjadikannya
seperti itu .....
************************************
* **koraninternet. com**::*
Rubrik : Artikel Khusus
Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang
Uangnya Dilarikan Kemana?
Jumat, 11 April 08 - by :
admin<http://koraninterne t.com/web/ ?pilih=pesan& id=3760>
Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran dunia sampai di atas US$
100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati mengubah pos subsidi BBM
dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah sudah mendapat
persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp. 153 trilyun tersebut
untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian Pertamina qq. Pemerintah. Jadi
akan ada uang yang dikeluarkan?
Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya bahwa kata "subsidi
BBM" itu tidak sama dengan adanya uang tunai yang dikeluarkan. Maka kalau
DPR memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan uang sampai jumlah yang begitu
besarnya, uangnya dilarikan ke mana?
Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang jelas, atas dasar
asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai berikut.
Harga minyak mentah US$ 100 per barrel.
Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak mentah per liter US$ 100 :
159 = US$ 0,63.
Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak mentah menjadi Rp. 6.300
per liter.
Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin premium kita anggap
dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp. 630 per liter. Kalau
ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per liternya sama dengan Rp.
6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga Rp. 4.500. Maka rugi
Rp. 2.430 per liternya. Jadi perlu subsidi.
Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa minyak mentah yang ada
di bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa Indonesia dianggap
harus dibeli dengan harga di pasaran dunia yang US$ 100 per barrel.
Padahal tidak. Buat minyak mentah yang ada di dalam perut bumi Indonesia,
Pemerintah dan Pertamina kan tidak perlu membelinya? Memang ada yang
menjadi milik perusahaan minyak asing dalam rangka kontrak bagi hasil.
Tetapi buat yang menjadi hak bangsa Indonesia, minyak mentah itu tidak
perlu dibayar. Tidak perlu ada uang tunai yang harus dikeluarkan.
Sebaliknya, Pemerintah kelebihan uang tunai.
Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga kekurangannya harus
diimpor dengan harga di pasar internasional yang mahal, yang dalam tulisan
ini dianggap saja US$ 100 per barrel.
Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit atau bahkan tidak
mungkin diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan apakah memang ada
uang yang harus dikeluarkan untuk subsidi atau tidak, saya membuat
perhitungan seperti Tabel terlampir.
Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan yang Rp. 35 trilyun
ini, dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan untuk apa yang dinamakan
subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu?
Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya yang keluar tidak ada.
Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp. 35,31 trilyun.
*
PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI
TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS)*
*
DATA DAN ASUMSI*
Produksi : 1 juta barrel per hari
70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia
Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun
Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10 per barrel
1 US $ = Rp. 10.000
Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $ 100 per barrel
1 barrel = 159 liter
Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan harga jual Rp. 4.500 per liter
*
PERHITUNGAN*
Produksi dalam liter per tahun : 70 % x (1,000.000 x 159 ) x 365 =
40,624,500,000
Konsumsi dalam liter per tahun : 60,000,000,000
Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun : 19,375,500,000
Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini : (19,375,500, 000 : 159) x
100 x 10.000 = 121,900,000, 000,000
Kelebihan uang dalam rupiah dari produksi dalam negeri : 40,624,500,000 x
Rp. 3.870 = 157,216,815, 000,000
Walaupun harus impor dengan harga US$ 100 per barrel, Pemerintah masih
kelebihan uang tunai sebesar :
35,316,815,000, 000
Perhitungan kelebihan penerimaan uang untuk setiap liter bensin premium
yang dijual,
Harga Bensin Premium per liter (dalam rupiah) : 4,500
Biaya lifting, pengilangan dan transportasi US $ 10 per barrel atau per
liter :
(10 x 10.000) : 159 = Rp. 630 (dibulatkan)
Kelebihan uang per liter : 3,870
Oleh : Kwik Kian Gie
********************************************
--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-
| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------