Hmm,
Mari berandai-andai, kita adalah wakil rakyat yang sangat memihak kepada
rakyat, berdiskusi dalam sebuah meeting dengan mengutamakan kepentingan
rakyat :
Saya akan mulai dengan berkata :
Dana BLT apa benar akan sampe ke tangan rakyat???
kalau saja kebijaksanaanya benar memihak kepada rakyat yang kurang mampu,
bagaimana kalau kita buat peraturan :
Mobil plat kuning (angkutan Umum) diberikan kupon untuk membeli bensin
dengan harga tetap
Angkutan SEMBAKO, dapat membeli BBM pada tempat khusus dengan menunjukan PO
dan surat jalan.
pelanggaran dan penyalahgunaan kebijaksanaan ini, akan dikenakan hukuman
seumur hidup.
"wawan wahyu"
<[EMAIL PROTECTED]
l.com> To
[EMAIL PROTECTED]
05/22/2008 01:41 cc
PM
Subject
Re: [porsenipar] Itung2an Kwik Kian
Please respond to Gie ttg BBM
[EMAIL PROTECTED]
eb.id
Btw pas jamannya Pak Kwik Jadi menteri dulu harga minyak bensin naik juga
khan?
On 5/21/08, hermawan hari wibowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
pak kwiek ngak ngetung berapa yang di setor ke partai
partai sich..jadi nya ngak klop..
atau faktor X,
misalkan ada peraturan bahwa indonesia TIDAK boleh
menjual minyak LANGSUNG ke PEMBELI harus lewat
MAKELAR.. dan siapa sich MAKELAR ini.. tahu sendiri..
waktu di sekolah di ajarin 1 + 1 = 2 tapi setelah kita
dewasa dan bisa korupsi di kantor, atau mana mana
akhirnnya kita tahu bahwa 1 + 1 = 4 bisa 5 bisa malah
0
--- [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
>
>
>
>
> Begini kalau nggak diekspor dulu artinya nggak dapat
> devisa untuk bayar
> hutang oleh ekonom ekonom Barkeley itu.
> Kalau nggak bayar utang, ekonom-ekonom itu nggak
> bakalan dapat pujian.
> Jadi demi pujian calon-calon penghuni neraka jahanam
> kekal selama-lamanya
> mereka hancurkan negeri ini.
> Dan tentu saja Allah SWT akan menghancurkan pula apa
> yang mereka miliki di
> atas tanah Jawa he..he..he..
>
> alamat email: [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
>
> "jaerony"
>
> <[EMAIL PROTECTED]
>
> a.co.id>
> To
>
> <[EMAIL PROTECTED]>
> 05/16/2008 03:08
> cc
> PM
>
>
> Subject
> [porsenipar]
> Itung2an Kwik Kian Gie
> Please respond to ttg BBM
>
> [EMAIL PROTECTED]
>
> eb.id
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Lagi, dari milis Forum Pembaca Kompas (FPK) ....
>
> Komentar : Seorang keturunan Tionghoa bisa lebih
> nasionalis dari
> bumiputera. Pikiran waraslah (baca: cerdas)
> yang bisa menjadikannya
> seperti itu .....
>
> ************************************
>
>
>
> * **koraninternet. com**::*
> Rubrik : Artikel Khusus
>
> Subsidi BBM Bukan Pengeluaran Uang
> Uangnya Dilarikan Kemana?
>
> Jumat, 11 April 08 - by :
> admin<http://koraninterne t.com/web/ ?pilih=pesan&
> id=3760>
>
>
>
> Dengan melonjaknya harga minyak mentah di pasaran
> dunia sampai di atas US$
> 100 per barrel, DPR dan Pemerintah menyepakati
> mengubah pos subsidi BBM
> dengan jumlah Rp. 153 trilyun. Artinya Pemerintah
> sudah mendapat
> persetujuan DPR mengeluarkan uang tunai sebesar Rp.
> 153 trilyun tersebut
> untuk dipakai sebagai subsidi dari kerugian
> Pertamina qq. Pemerintah. Jadi
> akan ada uang yang dikeluarkan?
>
> Saya sudah sangat bosan mengemukakan pendapat saya
> bahwa kata "subsidi
> BBM" itu tidak sama dengan adanya uang tunai yang
> dikeluarkan. Maka kalau
> DPR memperbolehkan Pemerintah mengeluarkan uang
> sampai jumlah yang begitu
> besarnya, uangnya dilarikan ke mana?
>
> Dengan asumsi-asumsi untuk mendapat pengertian yang
> jelas, atas dasar
> asumsi-asumsi, pengertian subsidi adalah sebagai
> berikut.
>
> Harga minyak mentah US$ 100 per barrel.
> Karena 1 barrel = 159 liter, maka harga minyak
> mentah per liter US$ 100 :
> 159 = US$ 0,63.
> Kalau kita ambil US$ 1 = Rp. 10.000, harga minyak
> mentah menjadi Rp. 6.300
> per liter.
>
> Untuk memproses minyak mentah sampai menjadi bensin
> premium kita anggap
> dibutuhkan biaya sebesar US$ 10 per barrel atau Rp.
> 630 per liter. Kalau
> ini ditambahkan, harga pokok bensin premium per
> liternya sama dengan Rp.
> 6.300 + Rp. 630 = Rp. 6.930. Dijualnya dengan harga
> Rp. 4.500. Maka rugi
> Rp. 2.430 per liternya. Jadi perlu subsidi.
>
> Alur pikir ini benar. Yang tidak benar ialah bahwa
> minyak mentah yang ada
> di bawah perut bumi Indonesia yang miliknya bangsa
> Indonesia dianggap
> harus dibeli dengan harga di pasaran dunia yang US$
> 100 per barrel.
> Padahal tidak. Buat minyak mentah yang ada di dalam
> perut bumi Indonesia,
> Pemerintah dan Pertamina kan tidak perlu membelinya?
> Memang ada yang
> menjadi milik perusahaan minyak asing dalam rangka
> kontrak bagi hasil.
> Tetapi buat yang menjadi hak bangsa Indonesia,
> minyak mentah itu tidak
> perlu dibayar. Tidak perlu ada uang tunai yang harus
> dikeluarkan.
> Sebaliknya, Pemerintah kelebihan uang tunai.
>
> Memang konsumsi lebih besar dari produksi sehingga
> kekurangannya harus
> diimpor dengan harga di pasar internasional yang
> mahal, yang dalam tulisan
> ini dianggap saja US$ 100 per barrel.
>
> Data yang selengkapnya dan sebenarnya sangat sulit
> atau bahkan tidak
> mungkin diperoleh. Maka sekedar untuk mempertanyakan
> apakah memang ada
> uang yang harus dikeluarkan untuk subsidi atau
> tidak, saya membuat
> perhitungan seperti Tabel terlampir.
>
> Nah kalau perhitungan ini benar, ke mana kelebihan
> yang Rp. 35 trilyun
> ini, dan ke mana uang yang masih akan dikeluarkan
> untuk apa yang dinamakan
> subsidi sebesar Rp. 153 trilyun itu?
>
> Seperti terlihat dalam Tabel perhitungan, uangnya
> yang keluar tidak ada.
> Sebaliknya, yang ada kelebihan uang sebesar Rp.
> 35,31 trilyun.
>
> *
> PERHITUNGAN ARUS KELUAR MASUKNYA UANG TUNAI
> TENTANG BBM (Harga minyak mentah 100 doll. AS)*
> *
> DATA DAN ASUMSI*
>
> Produksi : 1 juta barrel per hari
>
> 70 % dari produksi menjadi BBM hak bangsa Indonesia
> Konsumsi 60 juta kiloliter per tahun
> Biaya lifting, pengilangan dan pengangkutan US $ 10
> per barrel
> 1 US $ = Rp. 10.000
> Harga Minyak Mentah di pasar internasional Rp. US $
> 100 per barrel
> 1 barrel = 159 liter
> Dasar perhitungan : Bensin Premium dengan harga jual
> Rp. 4.500 per liter
> *
> PERHITUNGAN*
>
> Produksi dalam liter per tahun : 70 % x (1,000.000
> x 159 ) x 365 =
> 40,624,500,000
>
> Konsumsi dalam liter per tahun : 60,000,000,000
>
> Kekurangan yang harus diimpor dalam liter per tahun
> : 19,375,500,000
>
> Rupiah yang harus dikeluarkan untuk impor ini :
> (19,375,500, 000 : 159) x
> 100 x 10.000 = 121,900,000, 000,000
>
>
=== message truncated ===
--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-
| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------
--------------------------------------------------
Official Mailing List: Porsenipar ke IV Tahun 2007
-=== Perumahan BDB2 dan BDB3, Cibinong, Bogor ===-
-= Menjiwai Semangat Kebangsaan dengan Prestasi =-
| Official Website: http://www.porsenipar.web.id |
------- Porsenipar Media Center: 6849-6001 -------